Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

MENINGKATKAN LITERASI NUMERASI DAN ADAPTASI TECHNOLOGI SERTA MEMBANTU ADMINISTRASI SEKOLAH DI SDIT AL-YASIIR Shafa Widian Indria Hanifa; Eti Efrina; Nazar; Siti Misbah; Rifa’i
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (JIMAKUKERTA) Vol. 2 No. 2 (2022): JIMAKUKERTA
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Muhammadiyah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (680.611 KB) | DOI: 10.36085/jimakukerta.v2i2.3686

Abstract

Program Kampus Mengajar yang merupakan salah satu bentuk pelaksanaan Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) yang mencakup dari empat aspek yaitu meningkatkan  literasi dan numerasi , membantu adaptasi teknologi, dan administrasi, hal ini berdasarkan tujuan dari program kampus untuk memberdayakan mahasiswa dalam membantu proses pembelajaran di Sekolah Menengah Pertama di berbagai Desa/Kota, salah satunya adalah SDIT AL-YASIIR Kota Bengkulu yang bertempat di Gg. Amalia 5, kecamatan singaran pati, Kota Bengkulu. Pada pelaksanaan proses mengajar penulis membantu, proses pembelajaran didalam kelas dengan menggunakan bahan ajar berupa Lembar Kerja Siswa (LKS). Selain itu, penulis juga melaksanakan kegiatan peduli membaca kepada siswa untuk melatih dan menambah referensi bacaan siswa.Pada tahap adaptasi teknologi penulis bersama guru mengajak para siswa melakukan kegiatan belajar dengan handphone. Dalam administrasi penulis membantu dalam menyiapkan perpustakaan yang dijadikan sebagai pusat kegiatan dan membaca bagi siswa, selain itu penulis juga membantu dalam pemberkasan dan pengarsipan data sekolah. Dalam kegiatan ini mahasiswa membantu proses mengajar, adaptasi teknologi, dan membantu administrasi sekolah maupun guru. Dan hasil pengalaman ini, penulis dapat menyimpulkan bahwa program ini sangat membantu dan bermanfaat bagi mahasiswa, guru-guru maupun sekolah. Kata Kunci : Mengajar, Adaptasi Teknologi, dan Administrasi.
KOMUNIKASI PERSUASIF DALAM MENINGKATKAN PEMAHAMAN AGAMA ISLAM Siti Misbah
JOISCOM (Journal of Islamic Communication) Vol. 2 No. 1 (2021): JOISCOM (Journal Of Islamic Communication)
Publisher : Fakultas Agama Islam Universitas Muhammadiyah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (221.404 KB) | DOI: 10.36085/joiscom.v2i1.1542

Abstract

AbstrakDalam dunia dakwah kita akan dihadapkan dengan berbagai persoalan yang menjadi misi dakwah yang harusdiselesaikan, khususnya misi dalam meningkatkan pemahaman akan agama islam pada khalayak umumterkhusus anak muda zaman sekarang yang akan menjadi tombak keberhasilan peradaban islam masamendatang, dengan memberikan pemahaman dari hal yang paling sederhana namun sangat pentingkeberadaannya yakni adab hingga pengaplikasian ajaran islam tersebut kedalam kehidupan sehari-hari. Olehkarena itu kita membutuhkan komunikasi yang tepat dan persuasif agar apa yang disampaikan kepada (Mad’u)tidak hanya sebatas mendengar saja, melainkan menjadi karakter dan kebiasaan yang diharapkan dapat terusditerapkan dalam kehidupan sehari-hari maupun kehidupan bermasyarakat. Tulisan dengan Metode libraryreserch ini mengungkapkan bagaimana besarnya pengaruh komunikasi persuasif yang dilakukan (Da’i) untukmenyelesaikan permasalahan-permasalahan dakwah dengan cara menyentuh hati (mad’u) sebagai sasaran objekdakwah itu sendiri, karena Revolusi akhlak itu yang pertama, dimulai dari membangun sikap dan mental yangdimulai dari diri sendiri. Kemudian melakukan Pembiasaan-Pembiasaan dan dari situlah kita dapat dilihat danditeladani. Berdasarkan hasil penelitian ditemukan bahwa komunikasi persuasif dapat berpengaruh besarterhadap perubahan pola prilaku, dan juga mampu menyadarkan (mad’u) akan pemahaman Agama Islam yangpenting, sehingga terciplah masyarakat yang tidak hanya memiliki pemahaman Agama yang tinggi jugamemiliki Adab dalam bermasyarakat, karena di zaman sekarang berapa banyak orang yang berilmu namunsedikit sekali yang beradab. Dalam komunikasi persuasif perlu diperhatikannya fiqhud dakwah yang dilakukanyaitu Dakwah Fardiyah, Dakwah Ammah, Dakwah Bil-Lisan, Dakwah Bil-Hal, Dakwah Bit-Tadwin, DakwahBil-Hikmah.Kata kunci: Agama; Dakwah; Fiqhud dakwah; Komunikasi; Masyarakat; Persuasif; Strategi
EKSISTENSI PONDOK PESANTREN MENANTANG GLOBALISASI (PROBLEMA DAN TANTANGANNYA) Dessy Firmasari; Siti Misbah
EL-TA’DIB: Journal of Islamic Education Vol. 1 No. 1 (2021): Maret
Publisher : Program Studi Pendidikan Agama Islam Fakultas Agama Islam Univesitas Muhammadiyah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36085/eltadib.v1i1.1447

Abstract

Saat ini kita telah memasuki abad ke-21, sebagaimana disebut banyak orang, abad ke -21 adalah milinium baru yang belum kita tahu persis bagaimana sosoknya, akan dibawah kemana umat manusia. Para pakar ramai menyatakan bahwa dunia akan semakin kompleks dan saling ketergantungan (interpedence). Dikatakan juga bahwa perubahan yang akan teradi dalam bentuk non linier,tidak bersambung ( discontinuous) dan tidk bisa diramalkan (unpredictable). Masa depan merupakan suatu ketidaksinambungan (a series of discoutinuities). Kita perlu memikir ulang (rethinking) dan rekayasa ulang ( reengineering)  terhadap masa depan tersebut. Kita harus berani meninggalkan pemikiran dan cara-cara lama yang kurang cocok dan tidak produktif. The road stop here ; Where we go next ? kesemua pernyataan tersebut menggambarkan kekwatiran dunia akan  kekurang siapan kita dan juga merupakan dorongan untuk mempersiapkan diri dalam menghadapi globalisasi.
ANALISIS PESAN DAKWAH DALAM ANTOLOGI CERPEN DIARI UMMI MUJAHIDAH KARYA NURLELA SITI MUJAHIDAH Derma Seprianti Doreza; Siti Misbah
JOISCOM (Journal of Islamic Communication) Vol. 4 No. 2 (2023): JOISCOM (Journal Of Islamic Communication)
Publisher : Fakultas Agama Islam Universitas Muhammadiyah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36085/joiscom.v4i2.6047

Abstract

ABSTRAK Kemajuan teknologi dan media semakin pesat. Dengan demikian, dakwah juga harus mengikuti perkembangan masyarakat yang menjadi objek dakwahnya. Dakwah tidak hanya dapat disampaikan melalui mimbar tetapi juga dengan adanya media cetak dan elektronik yang dapat disampaikan dengan lebih mudah dan jangkauan yang lebih luas. Hal ini tentu sangat memudahkan manusia dengan adanya media cetak untuk mencari informasi seperti berita, jurnal atau bacaan menghibur dari buku cerita, novel atau cerpen. Cerpen merupakan bacaan ringan dan bertujuan untuk menghibur. Namun, tidak jarang pengarang menyematkan pesan tertentu dalam ceritanya. Tak terkecuali pesan dakwah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pesan dakwah dalam cerpen Catatan Harian Ummi Mujahidah karya Nurlela Siti Mujahidah. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan menggunakan analisis isi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pesan dakwah yang terkandung dalam cerpen tersebut meliputi pesan keimanan, pesan akhlak, pesan Muamalah, dan juga pesan tentang ibadah (Syariah). Kata kunci :Analisis, pesan, Antologi cerpen
Cultural Interaction of Bengkulu City Communities with Muhammadiyah Education in History Context Dedy Novriadi; Siti Misbah; Syubli Syubli; Nilda Susilawati
Islam Transformatif : Journal of Islamic Studies Vol. 8 No. 2 (2024): July-December 2024
Publisher : Universitas Islam Negeri Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30983/it.v8i2.8569

Abstract

Abstract This research aims to analyze the interaction between the culture of the people of Bengkulu City and Muhammadiyah education from a historical perspective, especially related to the controversy over the acceptance of religious purification teachings and the contribution of Muhammadiyah education to traditions that have long existed in society. This research was carried out using a historical approach through information from the figures involved and knowing the history of the development of Muhammadiyah education in Bengkulu City and several other primary and secondary sources. The study results found that Muhammadiyah education in Bengkulu City began with a debate between Muhammadiyah figures and kaum tuo (the old generation). Muhammadiyah's teachings focus on the purification of Islamic teachings in the culture of the Bengkulu City community, which contained many mystical and polytheistic (shirk) elements. Finally, the approach of Muhammadiyah figures led to cultural interaction with Islamic teachings as long as they did not conflict with Islamic teachings in religious activities, death, marriage, art, music, and curriculum in Muhammadiyah educational institutions through local cultural content. This research has implications for developing a curriculum based on local cultural values ​​so that it can improve character and identity among students.   Abstrak Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis interaksi antara budaya masyarakat Kota Bengkulu dengan pendidikan Muhammadiyah dalam perspektif sejarah, khususnya terkait dengan kontroversi penerimaan ajaran pemurnian agama dan kontibusi pendidikan Muhammadiyah terhadap tradisi yang telah lama ada di masyarakat. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan pendekatan sejarah melalui informasi dari tokoh-tokoh yang terlibat dan mengetahui sejarah perkembangan pendidikan Muhammadiyah di Kota Bengkulu dan beberapa sumber primer dan sekunder lainnya. Hasil penelitian menemukan bahwa awal masuknya pendidikan muhammadiyah di Kota Bengkulu menjadi perdebatan antara tokoh muhammmadiyah dan kaum tuo (generasi tua) karena ajaran Muhammadiyah menginginkan adanya pemurnian ajaran Islam pada budaya masyarakat Kota Bengkulu yang banyak mengandung unsur mistik dan kesyirikan, dengan pendekatan tokoh Muhammadiyah akhirnya terjadi interaksi budaya dengan ajaran Islam sepanjang tidak bertentangan dengan ajaran Islam dalam aktivitas keagamaan, kematian, perkawinan seni, musik dan kurikulum di lembaga pendidikan muhammadiyah melalui muatan budaya lokal. Penelitian ini berimplikasi pada pengembangan kurikulum yang berbasis nilai budaya lokal agar mampu meningkatkan karakter dan identitas di kalangan siswa.