Cut Intan Novita
Program Studi Peternakan, Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala, Banda Aceh, 23111

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Pengaruh pemberian limbah sereh wangi (Cymbopogon nardus) fermentasi sebagai substitusi pakan basal terhadap kualitas semen domba ekor tipis Elmy Mariana; Nanda Riski; Cut Intan Novita
Livestock and Animal Research Vol 18, No 3 (2020): Livestock and Animal Research
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (421.627 KB) | DOI: 10.20961/lar.v18i3.45991

Abstract

Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan limbah sereh wangi fermentasi sebagai substitusi pakan basal selama 14 hari terhadap kualitas semen domba ekor tipis.Metode: Sebanyak 4 ekor domba ekor tipis jantan berumur antara 18-24 bulan dengan bobot badan 25,4±1,01 kg digunakan dalam penelitian ini. Penelitian menggunakan rancangan bujur sangkar latin (RBSL) yang terdiri dari 4 perlakuan dan 4 ulangan. Perlakuan P0 = Kontrol (tanpa substitusi limbah sereh wangi fermentasi), P1 = substitusi limbah sereh wangi fermentasi 10%, P2 = substitusi limbah sereh wangi fermentasi 20% dan P3 = substitusi limbah sereh wangi fermentasi 30%. Parameter yang diamati adalah kualitas makroskopis semen yang terdiri atas volume, warna, bau, pH dan konsistensi spermatozoa serta kualitas mikroskopis semen yang terdiri atas konsentrasi, gerakan massa dan motilitas spermatozoa.Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa substitusi limbah sereh wangi fermentasi dengan konsentrasi yang berbeda tidak berpengaruh nyata terhadap kualitas semen. Volume, warna, bau, pH, konsistensi, konsentrasi, gerakan massa dan motilitas spermatozoa yang dihasilkan domba ekor tipis yang diberi limbah sereh wangi fermentasi sebagai substitusi pakan basal di kategorikan baik.Kesimpulan: Kesimpulan penelitian ini penggunaan limbah sereh wangi fermentasi sebagai substitusi pakan basal selama 14 hari perlakuan tidak menyebabkan penurunan kualitas semen yang dihasilkan domba ekor tipis.