Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PENGGUNAAN LEMBAR KERJA PESETA DIDIK (LKPD) UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN BERFIKIR FLEKSIBEL PADA MATERI FISIKA DITINJAU DARI PERBEDAAN GENDER DI SMA NEGERI 11 BANDA ACEH Nurul Fajri Saminan; Mahyana Mahyana
Prosiding Seminar Nasional USM Vol 1, No 1 (2017): Prosiding Seminar Nasional USM
Publisher : Universitas Serambi Mekkah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Telah dilakukan penelitian tentang penggunaan Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) untuk meningkatkan keterampilan berpikir Fleksibel ditinjau dari perbedaan gender.Penelitian dilakukan diSMAN 11 Banda Aceh.Berfikir Fleksibel adalah ketermapilan menghasilkan jawaban atau gagasanyang bervariasi dan dapat melihat suatu masalah dari sudut pandang yang berbeda-beda. LKPDadalah lembaran berisi tugas yang biasanya berupa petunjuk dan langkah-langkah untukmenyelesaikan sutu tugas. Kedua kelas yaitu kelas laki-laki dan perempuan menggunakan metodepenggunaan LKPD.Metode yang digunakan adalah one-group pretest posttest design.Pengumpulandata dilakukan dengan teknik tes uraian yaitu untuk mengukur keterampilan berpikir Fleksibel. Hasilpenelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan peningkatan kelompok peserta didik laki-laki danperempuan terhadap keterampilan berpikir Fleksibel dengan penggunaan LKPD pada materi teorikinetik gas dengan nilai signifikansi 0,05 dan Fhitung (1,85) Ftabel (1,93). Peningkatan ketrampilan berpikir Fleksibel memiliki rata-rata kelas kelas sebesar 89,14 dengan N-Gain bernilai84,43% berkategori tinggi. Rata - rata keterampilan berpikir Fleksibel kelas laki-laki meningkatsebesar 85 dengan N-Gain 78,82% berkategori tinggi. Teramati bahwa penggunaan LKPD untukmeningaktkan berpikir Fleksibel lebih baik diterapkan pada kelas perempuan. 
Integrasi Media Powtoon pada Pembelajaran Fisika untuk Meningkatkan Literasi Sains Dinda Sutiara; Muhammad Azzarkasyi; Syamsul Rizal; Nurul Fajri Saminan; Mahyana Mahyana
PSEJ (Pancasakti Science Education Journal) Vol. 11 No. 1 (2026)
Publisher : Program Studi Pendidikan IPA, FKIP Universitas Pancasakti (UPS) Tegal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24905/psej.v11i1.289

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menentukan kemampuan literasi sains siswa menggunakan media video animasi dan mengamati respons siswa terhadap metode pembelajaran ini. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif. Pengumpulan data dilakukan dengan mendistribusikan instrumen tes dan kuesioner kepada 30 siswa kelas VIII di SMPN 13 Banda Aceh sebagai sampel dari populasi total siswa yang dikelompokkan dan kemudian dipilih secara acak. Aspek-aspek kompetensi literasi sains yang digunakan sesuai dengan ketentuan PISA 2017, yang meliputi tiga aspek, yaitu kompetensi untuk menjelaskan fenomena secara ilmiah, kompetensi untuk merancang dan mengevaluasi penyelidikan ilmiah, serta kompetensi untuk menafsirkan data dan bukti secara ilmiah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan literasi sains sebelum menerapkan pembelajaran berbasis Powtoon (pre-test) dalam aspek menjelaskan fenomena ilmiah sebesar 31,90%, yang termasuk dalam kategori rendah, dan setelah menerapkan pembelajaran (post-test), persentasenya menjadi 60,95%, yang termasuk dalam kategori sedang. Kemampuan dalam merancang dan mengevaluasi penyelidikan ilmiah, persentase sebelum menerapkan pembelajaran (pre-test) adalah 33,33% dalam kategori sedang, dan setelah menerapkan pembelajaran (post-test) menjadi 56,67% dalam kategori sedang. Kompetensi dalam menafsirkan data dan bukti ilmiah, persentase sebelum pembelajaran (pretest) sebesar 42,08% dalam kategori sedang, dan setelah pembelajaran (posttest) sebesar 67,08% dalam kategori sedang.