Subangkit -, Subangkit
Basic Technology Center for Biomedical and Health, National Institute of Health and Research and Development

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Strategi Pengembangan Vaksin Dengue -, Paisal; -, Subangkit
Jurnal Biotek Medisiana Indonesia Vol 2, No 2 (2013)
Publisher : Central Basic Biomedical and Health Technology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (230.743 KB)

Abstract

Dengue fever is a disease endemic in Indonesia. The disease is caused by dengue virus serotypes DENV1, DENV2, DENV3, and DENV4. One way to control the disease is dengue vaccine discovery. This review based on the study of literatures that showed currently several strategies for dengue vaccine development are live attenuated vaccine, subunit vaccines, and DNA vaccines. Dengue vaccine development still face challenges, especially the formulation of vaccines that can trigger an immune response against all four serotypes and the absence of a suitable experimental animal. From all the existing strategies, the promising strategy is live attenuated vaccines using recombinant inter-flavivirus.Key words: Dengue fever, Dengue virus, Vaccine AbstrakPenyakit demam berdarah merupakan penyakit endemis di Indonesia. Penyakit ini disebabkan oleh virus dengue yang terdiri dari serotipe DENV1, DENV2, DENV3, dan DENV4. Salah satu cara yang diharapkan dapat mengendalikan penyakit dengue adalah penemuan vaksin. Kajian makalah ini berdasarkan studi literatur. Hasil kajian menunjukkan beberapa strategi pengembangan vaksin untuk dengue saat ini adalah vaksin hidup dilemahkan (live attenuated vaccine), vaksin subunit, dan vaksin DNA. Strategi pengembangan vaksin masih menghadapi tantangan terutama formulasi vaksin yang dapat memicu respon imun seimbang terhadap keempat serotipe dan belum adanya hewan coba yang cocok. Strategi yang paling menjanjikan adalah vaksin hidup dilemahkan menggunakan metode rekombinan antar-flavivirus.Kata kunci: Demam Berdarah, Virus Dengue, Vaksin
Manifestasi Klinis Infeksi Virus Chikungunya pada Kejadian Luar Biasa di Indonesia Maha, Masri Sembiring; -, Subangkit
Jurnal Biotek Medisiana Indonesia Vol 3, No 1 (2014)
Publisher : Central Basic Biomedical and Health Technology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (332.133 KB)

Abstract

Chikungunya is a re-emerging disease that caused byalphavirus family Togaviridae. Chikungunya also can often caused outbreak in Asia, including Indonesia. Disease characterized by fever accompanied by pain in the joints of the dominant. Chikungunya virus is transmitted by mosquitoes, especially Aedes aegypti, A. Albopictus and Mansoniasp. This study was conducted to identify significant clinical symptoms of chikungunya virus infection. Sampling was carried from Chikungunya outbreak area. Suspected Chikungunya are interviewed and taken blood. Specimens were examined using reverse transcription - polymerase chain reactions (RT-PCR). Interviews were conducted on111suspectedchikungunya from 6 provinces.Clinical symptoms analisys was performed from 28 confirm chikungunya cases based on laboratory result. Chikungunyashowedmore onthe malesex, and the productive age group (64.3%). The most joint pain symptom reported is wristand knee joints (92.9%), followed by the ankle joint (75%) and finger joints (64.3%). Othernon-specific clinical symptomssuch asheadaches(78.6%), decreased appetite(71.4%), nausea/vomiting(60.7%), feverwith chills(55%), and abdominal pain andvisual impairment(25 and17.9% ). Laboratory results showed 28 positive specimen for Chikungunya.Chikungunya is more common in males and productive age groups, with the joint pain symptoms especially knee and wrist joints followed by non -specific symptoms such as headache, decreased appetite and also nausea/vomiting.Key words : Chikungunya, Outbreak, Clinical symptoms, Indonesia. Abstrak Chikungunya disebabkan alphavirus famili Togaviridae, merupakan penyakit re-emerging yang sering menyebabkan kejadian luar biasa (KLB) di kawasan Asia termasuk Indonesia, ditandai dengan demam disertai nyeri pada sendi yang dominan. Virus chikungunya ditularkan oleh nyamuk terutama Aedes aegypti, A. albopictus dan Mansonia sp. Penelitian ini dilakukan bertujuan melihat gejala klinis pada infeksi virus chikungunya. Pengambilan sampel dilakukan di daerah yang melaporkan Kejadian Luar Biasa chikungunya. Suspek Chikungunya diwawancara dan diambil darahnya. Spesimen tersebut diperiksa menggunakan reverse transcription-polymerase chain reactions (RT-PCR).Wawancara dilakukan pada 111 suspek chikungunya yang tersebar pada 6 Propinsi. Analisis gejala klinis dilakukan pada 28 orang kasus terkonfirmasi dengan hasil laboratorium positif. Hasil menunjukkan penyakit chikungunya lebih banyak pada laki-laki, dan kelompok usia produktif (64.3 %). Keluhan nyeri sendi yang paling banyak dialami adalah keluhan pada sendi pergelangan tangan dan sendi lutut (92.9%), diikuti dengan sendi pergelangan kaki (75%) dan sendi jari tangan (64.3%).Gejala klinis non spesifik lain juga dikeluhkan seperti sakit kepala (78.6%), nafsu makan menurun (71.4%), mual/muntah (60.7%), demam disertai menggigil (55%), sakit perut dan dan gangguan penglihatan (25 dan 17.9%).Penyakit chikungunyalebih banyak menyerang laki-laki dan kelompok usia produktif, dengan keluhan yang utama adalahnyeri sendi, terutama sendi lutut dan pergelangan tangan dikuti dengan gejala non spesifik seperti sakit kepala, nafsu makan menurun dan mual/muntah.Kata Kunci: Chikungunya, Wabah, Gejala klinis, Indonesia