This Author published in this journals
All Journal Jurnal Prointegrita
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

PENGARUH KEPEMIMPINAN, DISIPLIN KERJA DAN KEMAMPUAN KERJA TERHADAP KINERJA KARYAWAN PADA PT. RAJAWALI NUSANTARA INDONESIA (PERSERO) CABANG MEDAN Gunawan Silalahi; Ahmad Purba
JURNAL PROINTEGRITA Vol 6 No 2 (2022): AGUSTUS
Publisher : JURNAL PROINTEGRITA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46930/jurnalprointegrita.v6i2.1888

Abstract

Kinerja dapat dipengaruhi oleh banyak faktor, meliputi faktor manajemen, kepemimpinan, kemampuan kerja, disiplin kerja, pelatihan dan juga motivasi kerja. Tetapi faktor yang paling utama adalah faktor kepemimpinan, faktor disiplin kerja dan faktor kemampuan kerja. Penelitian ini mempunyai tujuan untuk melihat pengaruh kepemimpinan, disiplin kerja, kemampuan kerja secara parsial dan juga simultan pada kinerja karyawan di PT. Rajawali Nusantara Indonesia (Persero) Cabang Medan. Populasi penelitian ini berjumlah 170 orang karyawan. Untuk penentuan jumlah sampel digunakan rumus Slovin, diperoleh sebanyak 63 orang. Teknik pengumpulan data seperti kuesioner, wawancara dan studi dokumentasi. Sedangkan teknik analisis data digunakan adalah uji asumsi klasik, regresi berganda, uji t hitung, uji F dan koefisien determinasi. Hasil penelitian diperoleh bahwa pengaruh kepemimpinan signifikan terhadap kinerja di PT. Rajawali Nusantara Indonesia (Persero) Cabang Medan. Kepemimpinan yang semakin baik maka kinerja karyawan akan semakin baik. Pengaruh disiplin kerja signifikan terhadap kinerja di PT. Rajawali Nusantara Indonesia (Persero) Cabang Medan. Disiplin kerja yang semakin baik maka kinerja karyawan juga semakin baik. Pengaruh kemampuan kerja signifikan terhadap kinerja di PT. Rajawali Nusantara Indonesia (Persero) Cabang Medan. Semakin baik kemampuan kerja maka kinerja karyawan juga akan semakin baik. Variabel kepemimpinan, disiplin kerja, kemampuan kerja secara simultan berpengaruh signifikan terhadap kinerja karyawan. Disarankan pimpinan perusahaan perlu memberi kebebasan kepada karyawan untuk membuat keputusan pada bidang kerja masing-masing, serta menghindari kedekatan pribadi dengan karyawan untuk hal-hal yang tidak berhubungan dengan pekerjaan.