p-Index From 2021 - 2026
0.408
P-Index
This Author published in this journals
All Journal JIMSI
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PENGARUH JENIS DAN KONSENTRASI FIKSASI TERHADAP KUALITAS WARNA KAIN BATIK DENGAN PEWARNA ALAM SABUT KELAPA Dina Ayu Sukmawati; Ahmad M Fuadi; Agus Haerudin
JURNAL TEKNIK KIMIA VOKASIONAL (JIMSI) Vol 2, No 1 (2022): JURNAL TEKNIK KIMIA VOKASIONAL (JIMSI)
Publisher : Politeknik Negeri Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (795.573 KB) | DOI: 10.46964/jimsi.v2i1.1470

Abstract

Batik merupakan warisan budaya Indonesia yang harus dijaga. Pewarnaan kain batik umumnya menggunakan bahan sintesis, namun pewarna sintesis dapat menimbulkan dampak negatif terutama untuk lingkungan. Maka pewarna alam lebih dipilih karena keunggulannya yang lebih murah, ramah lingkungan, dan menghasilkan warna yang khas. Pada penelitian ini dilakukan upaya pengembangan zat warna alam dengan memanfaatkan sumber pewarna potensi lokal yaitu limbah sabut kelapa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh jenis dan konsentrasi zat fiksasi terhadap ketahanan luntur warna pada kain batik. Metode penelitian ini eksperimen dengan melakukan perlakuan pada variasi jenis zat fiksasi yakni tawas dan tunjung, serta variasi konsentrasi zat fiksasi 5%; 7,5%; dan 10%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak sabut kelapa  dapat dimanfaatkan sebagai zat warna alami. Hasil uji beda warna L*,a*,b* dan identifikasi kode warna serta cahaya warna melalui encycolorpedia, arah warna yang dihasilkan dari ekstrak sabut kelapa variasi fiksasi tawas menghasilkan warna red-orange sedangkan pada fiksasi tunjung menghasilkan warna orange. Hasil uji ketahanan luntur dan penodaan warna menunjukkan bahwa penggunaan zat fiksasi tawas didapatkan nilai ketahanan luntur yang lebih baik dibandingkan dengan zat fiksasi tunjung sedangkan pada konsentrasi zat fiksasi tidak memberikan pengaruh terhadap ketahanan luntur warna karena konsentrasi zat fiksasi yang dibutuhkan sudah optimal.
PENGARUH JENIS DAN VARIASI KONSENTRASI FIKSASI TERHADAP KUALITAS WARNA BATIK PEWARNA ALAMI DAUN PETAI CINA Estytia Mayanti; Ahmad M Fuadi; Agus Haerudin
JURNAL TEKNIK KIMIA VOKASIONAL (JIMSI) Vol 2, No 1 (2022): JURNAL TEKNIK KIMIA VOKASIONAL (JIMSI)
Publisher : Politeknik Negeri Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (755.961 KB) | DOI: 10.46964/jimsi.v2i1.1471

Abstract

Penggunaan pewarna alami kini mulai banyak diminati untuk berbagai industri pembatikan. Hal ini mengingat penggunaan zat warna alami dipandang lebih murah karena bahan baku banyak diperoleh di Indonesia dan tidak memiliki efek samping yang membahayakan kesehatan manusia. Salah satu tanaman yang dapat digunakan sebagai bahan baku pewarna alami dan banyak ditemukan di Indonesia adalah daun petai cina (Laucaena leucocephala) yang mengandung zat aktif yang berupa alkaloid, saponin, flavonoida, dan tanin sebagai zat penimbul warna. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh jenis dan konsentrasi zat fiksasi terhadap hasil pewarnaan yang ditinjau dari ketahanan luntur warna terhadap pencucian sabun dan gosokan secara basah. Metode penelitian ini eksperimen dengan melakukan perlakuan pada variasi jenis zat fiksasi yakni tawas dan tunjung, serta variasi konsentrasi zat fiksasi pada 50 gram, 75 gram dan 100 gram. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak daun petai cina dapat dimanfaatkan sebagai zat warna alami. Hasil uji ketahanan luntur dan penodaan warna menunjukkan bahwa penggunaan zat fiksasi tawas menghasilkan nilai ketahanan luntur yang lebih baik dibandingkan dengan zat fiksasi tunjung sedangkan pada konsentrasi zat fiksasi tidak berpengaruh terhadap ketahanan luntur warna karena konsentrasi zat fiksasi yang dibutuhkan sudah optimal. Hasil uji beda warna L*,a*,b* zat fiksasi tawas menghasilkan warna yang lebih terang dibandingkan dengan zat fiksasi tunjung dan identifikasi kode warna serta cahaya warna melalui encycolorpedia, arah warna yang dihasilkan dari ekstrak daun petai cina variasi fiksasi tawas dan tunjung semuanya menghasilkan arah warna orange.