Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

PEMANFAATAN EKSTRAK ROSELLA (Hibiscus sabdariffa Lynn) SEBAGAI PEWARNA ALAMI PADA PEMBUATAN SOFT CANDY Mira Suprayatmi
JURNAL AGROINDUSTRI HALAL Vol. 1 No. 2 (2015): Jurnal Agroindustri Halal
Publisher : Lembaga Riset dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Djuanda Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (122.834 KB) | DOI: 10.30997/jah.v1i2.369

Abstract

Pada penelitian ini soft candy merupakan salah satu produk diversifikasi denganpewarna alami ekstrak kelopak bunga rosella kering. Penelitian ini bertujuan untukmengetahui jenis dan konsentrasi ekstrak rosella yang tepat untuk digunakan sebagaipewarna alami pada pembuatan soft candy dengan menggunakan 2 perlakuan yaitujenis rosella merah dan jenis rosella ungu dan jumlah konsentrasi 5% dan 10%.Parameter yang diuji yaitu uji organoleptik, kadar air, pH. Pada produk soft candyterpilih dihasilkan oleh ekstrak rosella ungu dengan jumlah konsentrasi 10% dengannilai hedonik warna 5,86, hedonik aroma 4,44, hedonik rasa 5,18, hedonik tekstur 5,28,yang menunjukkan warna, rasa dan tekstur soft candy berperwarna alami disukai,kadar air 22,86%, pH 6, tekstur 15,8 load gram, warna L= 32,25, a= 2.37, b= 8,75, c=9,05( merah keunguan tua) dan h= 74,85 dan nilai gula total 74,21%Kata Kunci: ekstrak rosella, konsentrasi, soft candy, pewarna alami.
PEMANFAATAN TEPUNG TALAS BOGOR (Colocasia esculenta [L] SCHOTT) SEBAGAI ISIAN COKLAT PRALINE Mira Suprayatmi
JURNAL AGROINDUSTRI HALAL Vol. 1 No. 1 (2015): Jurnal Agroindustri Halal
Publisher : Lembaga Riset dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Djuanda Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (489.689 KB) | DOI: 10.30997/jah.v1i1.377

Abstract

Bogor dikenal sebagai penghasil talas. Umbi talas mengandung sejumlah nutrient yang diperlukan manusia, sehingga produk talas dapat digolongkan sebagai pangan fungsional. Salah satu bentuk olahan berbahan baku talas adalah pasta yang dapat digunakan sebagai isian coklat. Coklat dipilih sebagai kombinasi produk talas karena memiliki nilai fungsional bagi kesehatan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendapatkan formula terbaik produk isi talas bogor. Produk isian dibuat dengan tiga taraf perlakuan perbandingan tepung talas dan fondant (5:1, 4:1, 3:1). Mutu sensori produk coklat isi talas bogor (tekstur, aroma, rasa) diuji dengan menggunakan uji rangking oleh 25 panelis semi terlatih. Hasil uji rangking mutu sensori produk coklat isi talas bogor tidak berbeda nyata (p>0.05). Dengan menggunakan uji rangking kesukaan didapatkan hasil bahwa produk coklat isi talas bogor pada perbandingan tepung talas dan fondant 4:1 merupakan produk yang paling disukai dan memiliki kadar air 5,80%, abu 1,37%, lemak 34,44%, protein 6,59%, kalsium 0,004%, dan gula 53,02 %.
Pemanfaatan Belut (Monopterus albus) pada Pembuatan Crackers Ber- Omega-3 Mira Suprayatmi
JURNAL AGROINDUSTRI HALAL Vol. 2 No. 2 (2016): Jurnal Agroindustri Halal
Publisher : Lembaga Riset dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Djuanda Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (900.791 KB) | DOI: 10.30997/jah.v2i2.449

Abstract

Belut merupakan jenis ikan air tawar yang memiliki kandungan gizi yang cukup tinggi seperti protein, omega 3, besi dan fosfor.  Crackers  adalah jenis biskuit yang dibuat dari adonan keras, melalui proses fermentasi. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui metode pembuatan crakers belut yang tepat, mendapatkan formula  crackers  belut yang tepat dan kandungan zat gizinya.  Crackers  belut dibuat dengan tiga jenis metode, yaitu fillet belut disisipkan diantara  crackers, adonan belut disisipkan diantara  crackers, crackers adonan campur belut. Berdasarkan analisis sensori secara deskriptif,  crackers  dengan sisipan adonan belut merupakan jenis  crackers  belut yang terbaik.  Penelitian selanjutnya yaitu pembuatan adonan belut dengan konsentrasi gula  10%, 15%, dan 20%.  Analisis  crackers dengan sisipan adonan belut meliputi peringkat hedonik (kenampakan, aroma, kerenyahan, rasa) dan sifat kimia (air, protein, lemak, dan omega-3).  Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsentrasi gula berpengaruh nyata terhadap atribut sensori crackers belut.  Crackers  dengan sisipan adonan belut dengan konsentrasi gula 15%  merupakan  crackers yang paling disukai dan memiliki kandungan air 3,23%, protein 16,47%,  lemak 12.04%, omega-3 berupa DHA (Docosahexanoic acid) dan EPA (Eicosapentanoic acid)  sebesar 2.264 mg/100gram dan 0.675 mg/100gram.