Supeno
SMP Negeri 1 Konang Bangkalan

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

MENINGKATKAN KOMPETENSI BANGUN RUANG SISI LENGKUNG MELALUI PEMBELAJARAN PROBLEM POSING SISWA KELAS IX DI UPTD SMP NEGERI 1 KONANG BANGKALAN TAHUN 2020 Supeno
Milenial Vol 1 No 1 (2021)
Publisher : STAI Al-Hamidiyah Bangkalan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (388.713 KB) | DOI: 10.34556/millennial.v1i1.85

Abstract

Model pembelajaran matematika yang di dalamnya mengharuskan siswa membuat soal/masalah, kemudian soal tersebut diselesaikan oleh siswa itu sendiri disebut dengan model pembelajaran problem posing. Permasalahan pada penelitian ini adalah “Apakah melalui pembelajaran problem posing dapat meningkatkan kompetensi bangun ruang sisi lengkung siswa kelas IX di UPTD SMP Negeri 1 Konang Bangkalan tahun 2020. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi siswa kelas IX di UPTD SMP Negeri 1 Konang Bangkalan tahun 2020 dalam memahami bangun ruang sisi lengkung melalui pembelajaran problem posing. Subyek penerima tindakan dalam penelitian adalah siswa kelas IX-B semester 2 tahun pelajaran 2019/2020 dengan jumlah siswa sebanyak 24 orang, yang terdiri dari 13 siswa laki-laki dan 11 siswa perempuan. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas kolaboratif, yakni bersifat praktis berdasarkan permasalahan nyata yang dilakukan dengan dua siklus tahapan PAOR (Planning, Acting, Observing dan Reflecting). Adapun teknik pengumpulan data yang digunakan adalah tes dan non tes yang meliputi tes, observasi, dan diskusi. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh bahwa melalui pembelajaran problem posing diperoleh data penguasaan materi dari siklus I ke siklus II, yaitu dari 69,21 menjadi 75,75 atau naik 6,54 poin (naik 9,45%). Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa melalui pembelajaran problem posing dapat meningkatkan kompetensi siswa dalam memahami bangun ruang sisi lengkung.
PENINGKATAN KOMPETENSI KEKONGRUENAN DAN KESEBANGUNAN MELALUI PEMBELAJARAN STEAM (SCIENCE, TECHNOLOGY, ENGINEERING, ART, AND MATHEMATICS ) Kholil Yasin; Supeno
AL-FIKRAH: Jurnal Studi Ilmu Pendidikan dan Keislaman Vol. 6 No. 2 (2023)
Publisher : Pendidikan Agama Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pada era abad 21 perkembangan teknologi dan informasi berkembang dengan sangat pesat. Untuk mengadapi perubahan yang sangat cepat tersebut diperlukan strategi yang baik dalam kegiatan pembelajaran. Hal ini dilakukan agar kegiatan pembelajaran sesuai dengan tuntutan perkembangan jaman. Para guru harus bisa menciptakan kegiatan pembelajaran yang konstektual atau sesuai dengan kondisi lingkungan belajar siswa. Model pembelajaran STEAM (Science, Technology, Engineering, Art, and Mathematics) sebagai salah satu model pembelajaran yang sesuai dengan karateristik pembelajaran abad 21. Permasalahan pada penelitian ini adalah “Apakah melalui pembelajaran STEAM (Science, Technology, Engineering, Art, and Mathematics) dapat meningkatkan kompetensi kekongruenan dan kesebangunan siswa kelas IX di UPTD SMP Negeri 1 Konang Bangkalan tahun 2023. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi siswa kelas IX di UPTD SMP Negeri 1 Konang Bangkalan tahun 2023 dalam memahami kekongruenan dan kesebangunan melalui pembelajaran STEAM (Science, Technology, Engineering, Art, and Mathematics). Subyek penerima tindakan dalam penelitian adalah siswa kelas IX-C semester 2 tahun pelajaran 2022/2023 dengan jumlah siswa sebanyak 18 orang, yang terdiri dari 12 siswa laki-laki dan 6 siswa perempuan. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas kolaboratif, yakni bersifat praktis berdasarkan permasalahan nyata. Penelitian ini dilakukan dengan dua siklus tahapan PAOR (Planning, Acting, Observing dan Reflecting). Adapun teknik pengumpulan data yang digunakan adalah tes dan non tes yang meliputi tes, observasi, dan diskusi. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh bahwa melalui pembelajaran STEAM (Science, Technology, Engineering, Art, and Mathematics) diperoleh data penguasaan materi dari siklus I ke siklus II, yaitu dari 68,50 menjadi 77,01 atau naik 8,51 poin (naik 12,42%). Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa melalui pembelajaran STEAM STEAM (Science, Technology, Engineering, Art, and Mathematics) dapat meningkatkan kompetensi siswa dalam memahami kekongruenan dan kesebangunan.