Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

MANAJEMEN PENINGKATAN MUTU PENDIDIKAN NON FORMAL PADA PUSAT KEGIATAN BELAJAR MASYARAKAT DI KOTA BANDUNG Yayat Hidayat
JP3M: Jurnal Pendidikan, Pembelajaran dan Pemberdayaan Masyarakat Vol 1 No 2 (2019): JURNAL PENDIDIKAN PEMBELAJARAN DAN PEMBERDAYAAN MASYARAKAT
Publisher : Universitas Insan Cendekia Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini mengungkapkan tentang manajemen peningkatan mutu pendidikan non formal pada pusat kegiatan belajar masyarakat di kota Bandung, yang ditinjau dari kebijakan, implementasi, dan pola pembinaan, faktor pendukung dan faktor penghambat penyelenggaraan pembinaan, serta upaya ke depan untuk meningkatkan mutu pendidikan non formal terhadap PKBM di kota Bandung.Penelitian ini menggunakan metode kwalitatif. Adapun teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dan angket. Ditinjau dari kebijakan ternyata kurang berorientasi untuk meningkatkan mutu pendidikan non formal terhadap PKBM di kota Bandung, ditinjau dari pola pembinaan ternyata bidang PNFI dalam hal ini termasuk penilik kesetaraan kurang melakukan pembinaan terhadap PKBM. Ditinjau dari faktor penghambat pembinaan selain dukungan dana dari APBN dan APBD yang minim, dan jumlah penilik kesetaraan yang terbatas, hal itu nampak dari jumlah lima orang penilik kesetaraan yang harus membina masing-masing lima kecamatan yang tersebar pada 31 kecamatan di kota Bandung.Sedangkan dampak kebijakan yang kurang berorientasi meningkatkan mutu PKBM adalah rendahnya mutu pendidikan non formal terhadap PKBM yang berimplikasi kurang nya kepercayaan pemerintah dan masyarakat terhadap pendidikan non formal pada PKBM di kota Bandung
PENINGKATAN KINERJA DAN MOTIVASI MENGAJAR TERHADAP KOMPETENSI PROFESIONAL GURU Yayat Hidayat
JP3M: Jurnal Pendidikan, Pembelajaran dan Pemberdayaan Masyarakat Vol 2 No 1 (2020): JURNAL PENDIDIKAN PEMBELAJARAN DAN PEMBERDAYAAN MASYARAKAT
Publisher : Universitas Insan Cendekia Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37577/jp3m.v2i1.199

Abstract

Penelitian dilakukan di TK Kecamatan Batununggal Kota Bandung . Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif, dengan teknik pengambilan sampel yang dijadikan Populasi. Penelitian dilakukan kepada seluruh guru di TK Kecamatan Batununggal. Subjek yang dianalisis dalam penelitian ini sebanyak 50 orang guru yang dihitung berdasarkan teknik pengambilan sampel 100%. Teknik pengumpulan data yaitu dengan menggunakan angket/kuesioner, observasi dan dokumentasi. Uji keabsahan data yang digunakan adalah uji validitas dan uji reliabilitas. Uji prasyarat analisis meliputi uji normalitas, uji linearitas, uji multikolinieritas. Uji hipotesis menggunakan uji regresi sederhana yaitu analisisnya dengan membandingkan nilai t tabel dengan t hitung dan uji regresi ganda yang analisisnya membandingkan antara F hitung dengan F tabel. Hasil penelitian ini menunjukan: 1.Terdapat hubungan yang positif dan signifikan antara penigkatan kinerja terhadap motivasi guru. Artinya variabel peningkatan kinerja memberikan dampak positif terhadap motivasi guru sebesar 17,6% dengan tingkat hubungan sedang. Artinya semakin baik hubungan peningkatan terhadap motivasi maka akan berdampak positif 2.Terdapat hubungan yang signifikan antara motivasi terhadap profesional guru. Artinya variabel kinerja memberikan hubungan terhadap profesional guru sebesar 15,2% artinya semakin baik hubungan motivasi terhadap pengingkatan profesional guru maka akan berdampak positif 3.Terdapat hubungan yang signifikan antara peningkatan kinerja dan motivasi bersama-sama terhadap perfesional guru. Artinya variabel pengaruh memberikan komitmen dalam kinerja mengajar terhadap profesional guru sebesar 28,4%. Artinya semakin baik hubungan pengaruh terhadap motivasi maka akan berdampak positf.
Proposionalitas APBS Terhadap 8 Standar Nasional Pendidikan untuk Meningkatkan Prestasi Belajar Siswa Tingkat SMP di Kota Bandung Yayat Hidayat
JP3M: Jurnal Pendidikan, Pembelajaran dan Pemberdayaan Masyarakat Vol 3 No 2 (2021): JURNAL PENDIDIKAN PEMBELAJARAN DAN PEMBERDAYAAN MASYARAKAT
Publisher : Universitas Insan Cendekia Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37577/jp3m.v3i2.348

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui proposionalitas Anggaran Pendapatan Belanja Sekolah (APBS) terhadap delapan standar nasional pendidikan untuk meningkatkan prestasi belajar siswa pada Sekolah Menengah Pertama di Kota Bandung. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kuantitatif didukung kualitatif deskriftif Skala Ratio, teknik analitis menggunakan statistika proporsionalitas dan korelatif. Populasi dalam penelitian meliputi seluruh Sekolah Menengah Pertama Swasta di kota Bandung. Sampel penelitian ini adalah tiga Sekolah Menengah Pertama Swasta di Kota Bandung yang terdiri dari : SMP Muslimin, SMP Ma’arif dan SMP YPU di Bandung. Variabel independen yang digunakan yaitu : anggaran pendapatan belanja sekolah (APBS). Sedangkan Variabel dependen yaitu Prestasi Belajar Siswa yang diproksikan dengan nilai Ujian Nasional.
Peran Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Provinsi Jawa Barat Terhadap Pemberdayaan Masyarakat Melalui Badan Usaha Milik Desa (Studi Deskriptif di Desa Cibiru Wetan, Kecamatan Cileunyi, Kabupaten Bandung) Yayat Hidayat; Omo Permana; Mungguh Subekti
Jurnal Kewarganegaraan Vol 8 No 1 (2024): Juni 2024
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/jk.v8i1.5972

Abstract

Abstract The purpose of this study is to determine the role of DPMD in empowering the community through BUMDes and to know the inhibiting factors and solutions regarding the process of advancing BUMDes. The method used in this study is a descriptive method using a qualitative approach. Researchers collect data by going to the field with interview and observation techniques. Community empowerment that has been carried out by BUMDes Mawa Raharja is through circular economy activities and the utilization of village potential, namely the natural beauty owned by Cibiru Wetan Village so that it is used as a tourist attraction including Tangga Seribu and Batu Kuda. The Community and Village Empowerment Office of West Java Province has two roles in empowering the community through BUMDes in Cibiru Wetan Village, namely as extension workers and facilitators. The obstacles experienced by DPMD in advancing BUMDes are technical obstacles and also the village's original income. In order for DPMD to be more optimal in carrying out the next task, there is a suggestion, namely that the village government is expected to cooperate with BUMDes in optimizing village potential by making village regulations regarding village financial management and building community participation to build businesses. Furthermore, BUMDes can establish relationships with external parties through AKSARA (Champion Village Academy) activities. Keywords: DPMD, PUEM, BUMDes Abstrak Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui peran DPMD dalam memberdayakan masyarakat melalui BUMDes serta mengetahui faktor penghambat dan solusi mengenai proses memajukan BUMDes. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode deskriptif dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Peneliti mengumpulkan data dengan turun ke lapangan dengan teknik wawancara dan observasi. Pemberdayaan masyarakat yang sudah dilakukan oleh BUMDes Mawa Raharja ialah melalui kegiatan ekonomi sirkular serta pemanfaatan potensi desa yaitu keindahan alam yang dimiliki oleh Desa Cibiru Wetan sehingga dijadikan sebagai objek wisata diantaranya adalah Tangga Seribu dan Batu Kuda. Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Provinsi Jawa Barat memiliki dua peran dalam memberdayakan masyarakat melalui BUMDes di Desa Cibiru Wetan yaitu sebagai penyuluh dan fasilitator. Hambatan yang dialami oleh DPMD dalam memajukan BUMDes adalah kendala teknis dan juga pendapatan asli desa. Agar DPMD lebih optimal dalam menjalankan tugas selanjutnya maka terdapat saran yaitu diharapkan pemerintah desa bekerja sama dengan BUMDes dalam optimalisasi potensi desa dengan membuat peraturan desa mengenai pengelolaan keuangan desa serta membangun partisipasi masyarakat untuk membangun usaha. Selanjutnya BUMDes dapat menjalin relasi dengan pihak luar melalui kegiatan AKSARA(Akademi Desa Juara). Kata Kunci: DPMD, PUEM, BUMDes
Kontribusi Warga Digital di Media Sosial dalam Penerapan Bandung Smart City Fajar Setyaning Dwi Putra; Yayat Hidayat
Jurnal Kewarganegaraan Vol 9 No 2 (2025): Desember 2025
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/jk.v6i3.3821

Abstract

AbstrakKompleksitas permasalahan pembangunan yang dihadapi kota besar saat ini membutuhkan sebuah percepatan pembangunan. Percepatan pembangunan diaktualisasikan melalui smart economy, smart mobility, smart governance, smart people, smart living, dan smart environment. Keenam unsur ini merupakan dimensi dari smart city. Smart city merupakan suatu konsep kota dengan pengembangan, penerapan, dan implementasi teknologi yang diterapkan disuatu daerah sebagai sebuah interaksi yang terintegrasi diantara berbagai sistem yang ada di dalamnya. Konsep smart city menawarkan alternatif solusi bagi kota besar yang telah mengalami gejala-gejala kelebihan populasi. Dengan memperkuat teknologi informasi,kebijakan dan masyarakat yang berada di dalam wilayah suatu kota,diperoleh inovasi-inovasi yang dapat menjadi solusi jangka panjang bagi suatu kota. Pembangunan dan pengembangan suatu kota dapat diarahkan menjadi suatu kota yang memiliki sifat berkesinambungan dan juga ramah lingkungan. Warga negara yang cerdas merupakan salah satu indikator penting dalam mendukung penerapan konsep smart city. Kewarganegaraan adalah prinsip kehidupan dalam organisasi negara. Warga negara saat ini telah bertranformasi menjadi warga digital akibat dampak dari kemajuan teknologi dan informasi. Sehingga kehadiran warga digital memberikan kontribusi besar dalam upaya kemajuan peradaban Kota Bandung dalam mendukung implementasi Smart City.Kata Kunci: Kontribusi, Warga Digital, Smart City
Efektivitas Pembelajaran Berbasis Diskusi bagi Anak Jalanan (Studi Kasus di Sekolah Anak Jalanan Minda Rescue atau PKBM Minda Utama) Yayat Hidayat; Dimas Regyyana
Jurnal Kewarganegaraan Vol 9 No 2 (2025): Desember 2025
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/jk.v6i3.3932

Abstract

AbstrakPendidikan adalah faktor terpenting dalam pembangunan berkelanjutan suatu negara. Mengingat pendidikan juga menjadi sebuah unsur penting dalam peningkatan kualitas sumber daya manusia. Dengan itu, pendidikan menjadi salah satu fokus utama pembangunan suatu bangsa. Sedangkan, Indonesia dengan keadaan alamnya yang beragam dan pembangunan yang terpusat di beberapa tempat membuat kesenjangan pendidikan menjadi keniscayaan yang terjadi saat ini. Pendidikan informal untuk anak jalanan dapat digolongkan sebagai pendidikan berbasis masyarakat. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif, data diperoleh dengan observasi, wawancara, dan dokumentasi, populasinya adalah pembina PKBM, dua (2) orang tutor dan warga belajar sebanyak delapan (8) orang. Teknik analisis data sebelum, saat dan setelah penelitian. Metode diskusi yang digunakan tutor di Sekolah Anak Jalanan Minda Rescue sudah efektif karena langkah-langkah yang harus dilakukan dan hal-hal yang mempengaruhi metode diskusi telah dilaksanakan dengan maksimal, sehingga proses pembelajaran dengan menggunkan metode diskusi sudah mampu menghasilkan tujuan belajar yang yang tidak monoton bagi peserta didik, peneliti juga mendapati bahwa sebagian besar prilaku para peserta didik serta unsur-unsur yang ada di sanggar belajar cukup baik dari segi motivasi semangat belajar dalam menjalankan aktifitas pembelajaran. Contoh yang diamati peneliti di sanggar belajar ini setiap harinya semua guru dan peserta didik melakukan diskusi diluar pembelajaran, dengan demikian dinyatakan bahwasannya metode diskusi yang di lakukan di dalam pembelajaran menambah motivasi semangat belajar peserta didik.Kata Kunci: Pendidikan, Kesenjangan Pendidikan, Metode diskusi AbstractEducation is the most important factor in the sustainable development of a country. Considering that education is also an important element in improving the quality of human resources. With that, education becomes one of the main focuses of the development of a nation. Meanwhile, Indonesia with its diverse natural conditions and development that is concentrated in several places makes the education gap a necessity that is happening today. Informal education for street children can be classified as community-based education. The method used is descriptive qualitative, data obtained by observation, interviews, and documentation, the population is PKBM coaches, two (2) tutors and eight (8) learning residents. Data analysis techniques before, during and after the study. The discussion method used by the tutor at the Minda Rescue Street Children's School has been effective because the steps that must be taken and the things that affect the discussion method have been carried out to the maximum, so that the learning process by using the discussion method has been able to produce learning goals that are not monotonous for students, the researchers also found that most of the behavior of the students and the elements in the learning studio were quite good in terms of motivation, enthusiasm for learning in carrying out learning activities. The example observed by researchers in this study center every day all teachers and students conduct discussions outside of learning, thus it is stated that the discussion method carried out in learning adds to the motivation of students' learning enthusiasm.Keywords: Education, Education Gaps, Discussion Method
Peran Guru Terhadap Minat Siswa pada Kegiatan Ekstrakurikuler di SDN Mekarwangi Kabupaten Sumedang Yayat Hidayat; Yanuar Sulung
Jurnal Kewarganegaraan Vol 9 No 2 (2025): Desember 2025
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/jk.v6i3.4128

Abstract

Abstrak Pada umumnya pembelajaran di sekolah masih terfokus pada guru, dan belum terpusat pada siswa (student centered). Salah satu kegiatan yang dapat mendukung potensi siswa yakni kegiatan ekstrakurikuler. Pada proses belajar mengajar di SD Negeri Mekarwangi, Ketika pembelajaran berlangsung terdapat beberapa siswa yang hiperaktif, maka dengan adanya kegiatan-kegiatan ekstrakurikuler di sekolah diharapkan dapat membantu untuk menyalurkan bakat dan minat siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran guru ekstrakurikuler terhadap minat siswa nya dalam kegiatan ekstrakurikuler. Metode yang digunakan deskriptif kualitatif, data diperoleh dengan wawancara, dokumentasi dan observasi, Teknik analisis data sebelum, saat, dan setelah penelitian. Hasil penelitian menunjukkan peran guru ekstrakurikuler, diantaranya mendorong anak didiknya agar senantiasa memiliki motivasi tinggi dan aktif, memberikan bimbingan kepada anak didiknya, dan memberikan inspirasi kepada siswa mengenai tujuan, manfaat dalam kegiatan ekstrakurikuler. Faktor penghambat nya antara lain, adanya sarana dan prasarana yang kurang memadai, dalam pengelolaan kegiatan cenderung kurang terkoordinir, dan siswa kurang responsif dalam mengikuti kegiatan ekstrakurikuler. Untuk solusinya yaitu, bekerja sama dengan sekolah lain untuk lebih variatif dalam hal kegiatan ekstrakurikuler termasuk lebih lengkapnya fasilitas baik itu sarana maupun prasarana, bekerja sama dengan komite orangtua sekolah agar dapat menyediakan sarana dan prasarana, dan berkoordinasi dengan kepala sekolah agar lebih berperan aktif dalam rangka meningkatkan kegiatan ekstrakurikuler. Saran untuk guru ekstrakurikuler lebih meningkatkan bekerja sama dengan sekolah lain untuk lebih variatif dalam hal kegitan ekstrakurikuler, untuk kepala sekolah meningkatkan koordinasi dengan guru ekstrakurikuler agar dapat mengetahui apa kekurangannya pada saat kegiatan nya sedang berlangsung, dan untuk instansi pemerintahan agar lebih memperhatikan fasilitas yang masih belum cukup memadai, upaya dapat diberikan fasilitas yang cukup untuk menunjang berlangsungnya kegiatan ekstrakurikuler itu sendiri. Kata Kunci: Kegiatan Ekstrakurikuler, Peran Guru, Minat Siswa Abstract In general, learning in schools is still focused on the teacher, and not yet centered on students. One of the activities that can support the potential of students is extracurricular activities. In the teaching and learning process at SD Negeri Mekarwangi, when learning takes place there are some students who are hyperactive, so extracurricular activities at school are expected to help channel students' talents and interests. This study aims to determine the role of extracurricular teachers on their students' interest in extracurricular activities. The method used is descriptive qualitative, data obtained by interviews and observations, data analysis techniques before, during, and after the study. The results of the study show the role of extracurricular teachers, including encouraging their students to always have high motivation and be active, provide guidance to their students, and inspire students about the goals, benefits of extracurricular activities. The inhibiting factors include inadequate facilities and infrastructure, the management of activities tends to be less coordinated, and students are less responsive in participating in extracurricular activities. For the solution, namely, working with other schools to be more varied in terms of extracurricular activities including more complete facilities, both facilities and infrastructure, collaborating with school parent committees so that they can provide facilities and infrastructure, and coordinating with school principals to play an active role in increase extracurricular activities. Suggestions for extracurricular teachers are to increase collaboration with other schools to be more varied in terms of extracurricular activities, for school principals to improve coordination with extracurricular teachers in order to find out what the shortcomings are when their activities are ongoing, and for government agencies to pay more attention to facilities that are still not available. adequate, efforts can be provided with sufficient facilities to support the extracurricular activities themselves. Keywords: Extracurricular Activities, Teacher's Role, Student's Interest