Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI TAMAN PENDIDIKAN AL QUR’AN AL-HIKMAH DI KABUPATEN BANDUNG Hasanudin Hasanudin; Kirana Lesmi
JP3M: Jurnal Pendidikan, Pembelajaran dan Pemberdayaan Masyarakat Vol 3 No 2 (2021): JURNAL PENDIDIKAN PEMBELAJARAN DAN PEMBERDAYAAN MASYARAKAT
Publisher : Universitas Insan Cendekia Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37577/jp3m.v3i2.345

Abstract

Pendidikan Agama Islam sangat penting kita ajarkan sejak anak masih kanak-kanak sebagai pondasi kehidupan anak sampai akhir hayat. Karena agama tidak hanya mengajarkan tentang apa yang harus diimani dan di ibadahi tetapi juga mengajarkan tentang nilai-nilai yang harus dipatuhi dalam kehidupan manusia, baik sebagai individu maupun mahluk sosial, dan mempunyai relevansi dengan usaha pengembangan etika sosial. Metode kegiatan yang akan disampaikan kepada para santri di TPQ Al-Hikmah Kabupaten Bandung adalah Pembelajaran Pendidikan Agama Islam dengan metode iqro, tahsin, qiro’ati, ceramah, tanya jawab, serta metode kerja kelompok, metode variasi : demonstrasi, diskusi, metode latihan (praktek ibadah) dan tadabur alam. Dari hasil kegiatan pengabdian kepada masyarakat di Taman Pendidikan Al Qur’an AL-Hikmah Kabupaten Bandung disimpulkan sebagai berikut (1) Dalam pembelajaran masih ada beberapa kendala diantaranya adalah masih kurangnya penguasaan materi oleh guru, metode pembelajaran kurang variatif, kurang nya kedisiplinan santri (2) Upaya peningkatan mutu pembelajaran di TPQ Al-Hikmah Kabupaten Bandung yaitu melalui metode diskusi/ musyawarah, membaca Al-Qur’an dengan tilawati, tahsin, dukungan materi penunjang: Fiqih, Akhlak, Tarikh Islam dengan metode ceramah, metode tanya jawab, dan praktek ibadah, metode variasi : demonstrasi, diskusi, metode latihan (praktek ibadah) dan tadabur alam.
PERAN POLA ASUH ORANG TUA YANG BEKERJA PADA PERKEMBANGAN SOSIAL EMOSIONAL ANAK USIA DINI Kirana Lesmi
JP3M: Jurnal Pendidikan, Pembelajaran dan Pemberdayaan Masyarakat Vol 4 No 1 (2022): JURNAL PENDIDIKAN PEMBELAJARAN DAN PEMBERDAYAAN MASYARAKAT
Publisher : Universitas Insan Cendekia Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37577/jp3m.v4i1.404

Abstract

Adalah bukan perkara yang mudah memang untuk mendidik anak hingga dewasa. Beberapa orang tua bahkan memiliki masalah pada pola asuh yang mereka lakukan pada anak mereka. Orang tua seringkali bertanya-tanya pola asuh yang bagaimana yang sesuai, apa yang terbaik untuk membimbing anak-anak mereka menjadi pribadi sebagaimana yang mereka inginkan. Pada akhirnya anak-anak terbentuk dengan sifat dan karakter yang berbeda-beda.. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui peran orang tua yang bekerja dalam perkembangan sosial emosional anak usia dini, dan mengetahui solusi permasalahan yang dihadapi orang tua siswa Pendidikan Anak Usia Dini. Penelitian tentang Peran Pola Asuh Orang Tua yang Bekerja pada Perkembangan Sosial Emosional Anak Usia Dini ini menggunakan pendekatan kualitatif. Adapun hasil dari penelitian ini adalah : Pola asuh orang tua yang bekerja yang diterapkan oleh orang tua siswa Pendidikan Anak Usia Dini di bawah naungan Yayasan Al-Qomariyah di Kampung Walahir Desa Cintadamai Kecamatan Sukaresmi Kabupaten Garut belum mampu melakukan pengasuhan yang tepat pada anak hal ini terlihat dari : pengasuhan dan interaksi antara ibu yang bekerja dengan anak saangatlah kurang, pengasuhan yang dititipkan pada nenek atau kerabat tempat anak dititipkan selama ditinggal bekerja hanya sebatas memberikan fasilitas fisik, banyak anak yang terlihat menunjukkan gelagat over acting. Solusi permasalahan yang dihadapi antara lain dilakukan dengan penjelasan model pengasuhan yang tepat untuk anak usia dini (Parenting), forum diskusi berbagai permasalahan dalam hal pengasuhan anak usia dini, evaluasi pola asuh yang dilakukan.
UPAYA GURU DALAM PENANAMAN KESADARAN DIRI TERHADAP LINGKUNGAN PADA ANAK USIA DINI Kirana Lesmi; Triyani Nuriah
JP3M: Jurnal Pendidikan, Pembelajaran dan Pemberdayaan Masyarakat Vol 4 No 2 (2022): JURNAL PENDIDIKAN PEMBELAJARAN DAN PEMBERDAYAAN MASYARAKAT
Publisher : Universitas Insan Cendekia Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37577/jp3m.v4i2.478

Abstract

Penelitian ini dilakukan atas dasar latar belakang dengan maraknya isu lingkungan yang disebabkan oleh kurangnya kesadaran diri terhadap lingkungan. Adapun permasalahan yang telah dirumuskan dalam penelitian ini meliputi faktor kendala dalam penanaman kesadaran diri terhhadap lingkungan, dan upaya yang dapat dilakukan untuk menumbuhkan kesadaran diri terhadap lingkungan. Upaya penanaman kesadaran diri terhadap lingkungan pada anak usia dini merupakan sebuah penelitian yang bertujuan untuk menumbuhkan serta membentuk karakter anak agar memiliki kepedulian terhadap lingkungan. Sebab anak usia dini merupakan tahapan usia pembentukan karakter yang akan menjadi kepribadiannya suatu saat nanti.Adapun manfaat dari penelitian ini adalah diharapkan mampu membawa perubahan lingkungan yang lebih baik dengan kesadaran diri yang dimiliki oleh anak usia dini, guru, lembaga, serta masyarakat. Penelitian ini menggunakan metode metode kualitatif desktiptif dengan cara observasi dan wawancara dan dokumentasi. Kendala dalam penelitian ini yaitu masih minim kesadaran diri masyarakat sekitar KB Khairina YPM Salman ITB terhadap lingkungan, dengan adanya hal tersebut maka pembiasaan yang dilakukan oleh masyarakat masih kurang tepat dan kurang baik. Upaya penanaman kesadaran diri terhadap lingkungan pada anak usia dini adalah dengan masuk ke dalam dunia anak, yaitu mencari tahu hal atau kegiatan apa yang anak suka. Secara garis besar hampir semua anak menyukai tokoh binatang, dan dengan upaya metode mendongeng anak diberikan pemahaman tentang cara menjaga lingkungan serta menumbuhkan kepedulian anak terhadap lingkungan. Upaya terakhir yang dilakukan yaitu melalui tema lingkungan dengan sub lingkungan sekolah. Dalam bentuk penugasan kerja bersama mengambil sampah yang berserakan di sekitar sekolah dan membiasakan membuang sampah pada tempatnya. Selain itu anak diajarkan untuk bercocok tanam untuk melatih rasa tanggung jawabnya untuk merawat tanaman , sehingga anak memiliki rasa senang ketika berinteraksi di lingkungan luar yang bersentuhan langsung dengan media alam yang kotor, seperti tanah.