Anggi Mei Sarah
Sekolah Tinggi Manajemen Informatika dan Komputer Royal Kisaran

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

IMPLEMENTASI KAMPUS MENGAJAR ANGKATAN 2 SD AL WASHLIYAH 87 LEDONG TIMUR Parlindungan Sitorus; Elza LL Saragih; Vera Sanny Br Siahaan; Uli Astry Tambunan; Alfis Syaputri; Eka Sari Siagian; Anggi Mei Sarah
Jurnal ADAM : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 1 No 2 (2022): Vol. 1 No. 2 Edisi Agustus 2022
Publisher : Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (534.324 KB) | DOI: 10.37081/adam.v1i2.970

Abstract

Covid-19 melanda dunia termasuk Indonesia, akibatnya banyak kegiatan masyarakat  berubah, termasuk bidang pendidikan dari pembelajaran tatap muka menjadi pembelajaran daring.Sekolah, guru dan siswa  masih banyak belum siap untuk mengikuti pembelajaran daring , disebabkan banyak hal, seperti masalah tidak mampu membeli perangkat smartphone atau komputer,  penguasaan IT ,  jaringan internet yang tidak memadai,dan tidak mampu untuk membeli kuota internet, mengakibatkan banyak anak sekolah tertinggal dalam pembelajaranl. Untuk mengejar ketertinggalan dalam bidang pendidikan,pemerintah melalui  Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi  meluncurkan program Merdeka Belajar Kampus Merdeka(MBKM) berisi  delapan program  salah satunya adalah kegiatan Kampus  Mengajar. Kampus Mengajar melibatkan mahasiswa dan dosen dari semua Perguruan Tinggi untuk terjun secara langsung ke sekolah yang sudah ditetapkan  untuk membantu pendidikan  khususnya untuk Sekolah Dasar sederajat  dan Sekolah Menengah Pertama  sederajat.   Kegiatan kampus mengajar dimulai dengan tahap observasi, dengan tujuan untuk mengetahui apa yang menjadi kebutuhan ,  dan kendala apa yang dialami sekolah, sehingga  fokus untuk perbaikan dapat dirancang dengan baik, dengan tujuan  kegiatan  menjadi tepat sasaran, dan mampu meningkatkan kompetensi siswa, guru dan tenaga kependidikan disekolah. Tahapan kegiatan dalam kampus mengajar angkatan 2 di SD Al Washliyah 87 Ledong Timur  adalah sebagai berikut : (1) tahap survey, (2) analisis kebutuhan, (3)Persiapan perangkat  pendukung kegiatan, (4) pelaksanaan, (5) Refleksi dan evaluasi . Untuk fokus kegiatan yang dilaksanakan dalam program kampus mengajar angkatan 2  ini meliputi empat kegiatan antara lain : (1) meningkatkan Literasi siswa, (2) meningkatkan numerasi siswa, ( 3) perbaikan administrasi sekolah, dan (4) adaptasi teknologi. Dari hasil kegiatan yang sudah dilaksanakan , diperoleh bahawa kemampuan Numerasi siswa masih rendah, siswa masih sangat susah untuk melakukan perhitungan dan operasi matematika seperti penjumlahan, pengurangan, perkalian dan pembagian. Untuk kemampuan  Literasi juga masih  rendah hal ini disebabkan masih ditemukan  siswa yang belum lancar membaca dan menulis. Kegiatan adaptasi  teknologi diperuntukkan untuk guru dan tenaga kependidikan, diperoleh hasil gambaran bahwa guru dan tenaga kependidikan mampu memahami beberapa program IT, seperti menggunakan zoom, google meet, dan mengarsipkan file  dalam google drive.  Hasil yang diperolah dalam kegiatan ini adalah guru sudah mampu membuka email, membuka zoom, membuka google meet, dan sudah mampu mengarsipkan data dalam google drive.
IMPLEMENTASI METODE REGRESI LINEAR DALAM MEMPREDIKSI PENYAKIT ANEMIA SECARA DINI Anggi Mei Sarah; Bambang Kurniadi; Endang Warsini
JURNAL TEKNISI Vol. 3 No. 1 (2023): February 2023
Publisher : Smart Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54314/teknisi.v3i1.1253

Abstract

At this time, people are still not fully aware that they have anemia or not, so many people are not vigilant. The cost is quite expensive and the place to check for anemia is also quite far away. in checking blood health conditions. The aim of this research is to predict whether someone suffers from anemia by using the regression method. In the regression method there are 7 more methods including (1) Linear Regression, (2) Support Vector Regression - Linear, (3) Support Vector Regression - RBF, (4) Decision Tree Regression, (5) Random Forest Regressor, (6) Gradient Boosting Regression, (7) NLP Regressor applied in this study. Based on the 7 regression methods, we will look for the 1 best method with the best accuracy value that will be used in the deploy process to predict someone's anemia. Decision Tree Regression is the best method among other regression methods. Where the Decision Tree Regression method produces the best accuracy values in 4 accuracy tests with ratios of 90:10, 80:20, 70:30 and 60:40, where each of the ratios produces an accuracy rate of 99% with the best estimated value, namely MAE of 0. on the MSE of 0. on the RMSE of 0. and also on the R2-Score the results are 1.Keywords: anemia, prediction, regression. Pada masa ini masyarakat masih belum sepenuhnya menyadari bahwa ia menderita anemia atau tidak sehingga banyak mayarakat tidak waspada.. Biaya yang cukup mahal dan tempat untuk memeriksa anemia juga memiliki jarak yang cukup jauh, tentunya akan menambah biaya lagi untuk mencari kendaraan sehingga banyak masyarakat yang lalai dalam memeriksa kondisi kesehatan darah. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memprediksi apakah sesorang menderita penyakit anemia dengan menggunakan metode regresi. Pada metode regresi terdapat 7 metode lagi meliputi (1) Linear Regression, (2) Support Vector Regression – Linear, (3) Support Vector Regression – RBF, (4) Decision Tree Regression, (5) Random Forest Regressor, (6) Gradient Boosting Regression, (7) NLP Regressor yang diterapkan dalam penelitian ini. Berdasarkan 7 metode regresi tersebut akan dicari 1 metode terbaik dengan nilai akurasi paling terbaik yang akan digunakan dalam proses pengolahan deploy untuk memprediksi penyakit anemia seseorang. Decision Tree Regression menjadi metode terbaik diantara metode regresi lainnya. Dimana metode Decision Tree Regression menghasilkan nilai akurasi terbaik dalam 4 pengujian akurasi dengan rasio 90:10, 80:20, 70:30 dan 60:40, dimana masing-masing semua rasio menghasilkan  tingkat akurasi sebesar 99% dengan nilai estimasi terbaik yaitu MAE sebesar  0. pada MSE sebesar 0. pada RMSE sebesar  0.  dan serta pada R2-Score hasil sebesar 1.Kata Kunci: anemia, prediksi, regresi.