AbstrakSalah satu tantangan terbesar oleh keluarga ialah menghadapi kenakalan remaja. Modal dasar pencegahan kenakalan remaja ialah ilmu pengetahuan dalam membina akhlak remaja. Melalui Gerakan Posyandu Remaja, pembinaan akhlak remaja di kelurahan Tanjungrejo kota Malang dapat tercipta sebagai upaya ketahanan keluarga. Dalam penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pembinaan akhlak remaja melalui GPR sebagai upaya peningkatan ketahanan keluarga. Metode penelitian ini menggunakan deskriptif kualitatif dengan pengumpulan data melalui metode wawancara, dokumentasi, dan observasi. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa pembinaan akhlak remaja melalui GPR di Pos Bina Rohani berupa akhlak kepada Allah, akhlak pada sesama manusia, dan lingkungan. Pembinaan akhlak kepada Allah dengan melatih tata cara sholat, mengaji, tadarusan disertai dengan kegiatan ceramah agama serta menghafal asmaul husna. Akhlak kepada sesama manusia melalui ceramah agama guna mempererat tali silahturahmi. Kegiatan nasyid dan rabana berfungsi belajar bekerja sama dalam menyalurkan pendapat dan ide-ide mereka. Selain itu, pada hari minggu pagi diadakan olahraga seperti jogging agar mereka bertambah semangat kembali menjaga imun untuk mencegah covid. Akhlak terhadap lingkungan adanya kerja bakti, gotong royong membersihkan masjid, menjaga kerapian seperti buku iqro’, yasin, dan Al-Quran. Faktor pendukung dalam pembinaan akhlak remaja di GPR adalah adanya bimbingan yang tekun oleh penyuluh agama Islam dalam mensukseskan GPR.Kata kunci: Akhlak Remaja, GPR, Ketahanan Keluarga AbstractOne of the biggest challenges for families is dealing with juvenile delinquency. The basic capital for preventing juvenile delinquency is knowledge in fostering adolescent morals. Through the called “Gerakan Posyandu Remaja (GPR)”, youth moral development in the Tanjungrejo village, Malang city can be created as an effort to family resilience. The purpose of this study was to describe the development of adolescent morals through GPR as an effort to increase family resilience. This study uses a qualitative desciptives method and data collection techniques through observation, interviews and documentation. The results of this study indicate that Adolescent moral development through GPR at Pos Bina Rohani is in the form of morals to God, morals to fellow humans, and the environment. Moral development to Allah by practicing the procedures for praying, reading the Al-Qur’an, it means “tadarusan” is equipped with religious lectures and memorizing Asmaul Husna. Morals to others include religious lectures aimed at strengthening friendship. The rabana and nasyid activities aim to learn to work together in channeling their opinions and ideas, on Sunday mornings, sports such as jogging are held so that they get more enthusiastic about maintaining their immunity to prevent covid. Morals towards the environment include community service, mutual cooperation in cleaning mosques, maintaining neatness such as Yasin books, Iqro’, and Al-Qur’an. The supporting factor in fostering youth morals in GPR is the diligent guidance by Islamic religious educators in making GPR successful. Keywords: morals for youth, GPR, family resilience