Morbiditas dan mortalitas bayi di Indonesia cukup tinggi. Menurut WHO 13 juta anak balita di dunia meninggal setiap tahun dan sebagian besar kematian tersebut terdapat di Negara berkembang. Berdasarkan SDKI tahun 2014 angka kematian bayi di Indonesia 34 per 1.000 kelahiran hidup dan angka morbiditas anak sebesar 411/1000 penduduk dimana 27,04% adalah bayi dan balita. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan pemberian MP-ASI dini dengan kejadian obstipasi pada bayi 0-6 bulan di Puskesmas Payo Selincah Kota Jambi Tahun 2019. Penelitian ini menggunakan metode Deskriptif Korelatif, dengan pendekatan Cross Sectional. Populasi seluruh bayi yang berkunjung ke Puskesmas Payo Selincah sebanyak 225 bayi, sampel sebanyak 37 responden dengan teknik Accidental Sampling. Penelitian ini dilakukan tanggal 15 – 30 Juli 2019. Pengumpulan data dilakukan dengan Checklist, selanjutnya analisa yang di gunakan Univariat dan Bivariat. Hasil penelitian didapatkan terdapat 23 bayi yang tidak diberikan MP-ASI (62,2%) sedangkan 14 bayi lainnya diberikan MP-ASI (37,8%). sebanyak 25 (67,6%) bayi tidak mengalami obtipasi, sedangkan 12 (32,4%) bayi mengalami obstipasi.Hasil statistik menggambarkan bahwa nilai p 0,001 ≤ 0,05 hal ini dapat dijelaskan bahwa ada hubungan antara frekuensi pemberian MP-ASI dini dengan kejadian obstipasi pada bayi 0-6 bulan di Puskesmas Payo Selincah Jambi Tahun 2019. Perlu adanya upaya dalam peningkatan kesehatan khususnya dalam pemberian informasi tentang dampak dari MP-ASI dini sehingga dapat mencegah peningkatan angka kejadian obstipasi. Kata Kunci : MP-ASI, Obstipasi, Bayi