Kabupaten Paser berada di sebelah Selatan Provinsi Kalimantan Timur, Posisinya dilintasi oleh jalan arteri primer (jalan negara/nasional) yang menghubungkan Provinsi Kalimantan Timur dengan Kalimantan Selatan. Pada bagian timur Kabupaten Paser melintang selat Makassar, dimasa yang akan datang memiliki prospek dan fungsi penting sebagai jalur alternatif pelayaran internasional. Kota Tanah Grogot berjarak lebih kurang dari 145 km dari Balikpapan atau 260 km dari Ibukota Provinsi Kalimantan Timur, Kota Samarinda. Masalah banjir/tergenangnya air di kota ini sudah sangat memprihatinkan dan menjadi prioritas utama dalam program kerja pemerintah untuk ditanggulangi, khusunya dalam pengembangansaluran drainase pada kawasan rawan banjir. Pada penelitian ini dilakukan analisis dari aspek teknis yaitu dengan melakukan evaluasi sistem drainase. Hasil analisis dari aspek ini menunjukan bahwa beberapa saluran di Kecamatan Tanah Grogot tidak mampu menampung debit banjir rancangan. Adapun perhitungan tinggi hujan rancangan pada penelitian ini menggunakan metode Log Person Type III dengan periode ulang 5 tahun yang didapatkan hasil curah hujan rancanganya adalah sebesar 137,343 mm. Dar hasil evaluasi saluran dapat diketahui bahwa tidak semua saluran dapat menampung debit rancangan dengan kala ulang 5 tahun. Dari 52 saluran yang dievaluasi 7 saluran tidak mampu menampung debit rancangan. Saluran itu adalah Saluran 2, jalan Suprapto,Saluran 12, jalan Sultan Hasanudin, Saluran 15A, Kandilo Bahari, Saluran 16B, jalan Delima, Saluran 25A, K.H. Dewantara, Saluran 26, jalan Padat Karya, Saluran 27, jalan Untung Suropati Kata Kunci: Tanah Grogot, debit banjir rancangan, saluran drainase.