Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

TINDAK TUTUR KEKUASAAN KEPALA SEKOLAH PADA RAPAT BULANAN SMA NURUL JADID PAITON PROBOLINGGO Juwaeni Juwaeni
NOSI Vol 8, No 1 (2020): Jurnal Ilmiah NOSI
Publisher : NOSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (549.32 KB)

Abstract

Abastrak: Dalam  analisis  tindak tutur, tuturan tidak hanya dipahami sebagai studi bahasa tetapi juga dihubungkan dengan  konteks, yang berarti bahwa bahasa dipakai untuk tujuan praktik tertentu, termasuk praktik kekuasaan. Salah satu tindak tutur yang menarik untuk diteliti adalah praktik tindak tutur di dunia pendidikan. Tindak tutur yang dimaksud ialah tindak tutur kepala sekolah pada rapat bulanan sekolah, tindak tutur kepala sekolah pada rapat bulanan sekolah tidak keluar begitu saja tanpa ada makna dan maksud tertentu, tetapi merupakan gejala individual yang bersifat psikologis. Hal tersebut ditentukan oleh kemampuan kepala sekolah dalam berbahasa pada situasi tertentu yang berkaitan dengan kekuasaan. Tindak tutur kekuasaan mencakup perilaku kekuasaan sebagai sarana atau bentuk  dalam pelbagai konteks melalui proses komunikasi, atau bahasa sebagai sarana utama dan didalamnya.Tujuan penelitian ini untuk memperoleh deskripsi objektif  tentang wujud, fungsi, dan strategi tindak tutur kekuasaan kepala sekolah pada saat rapat bulanan SMA Nurul Jadid Paiton Probolinggo. Penelitian ini menggunakan pendekatan  kualitatif.Data yang diperoleh berupa data kata, frasa, klausa, dan kalimat,  Adapun jenis penilitian yang digunakan adalah jenis analisis pragmatik  dalam hal ini tindak tutur. Penelitian ini menggunakan tindak tutur Searle untuk menganalisis hubungan teks dan konteks tindak kekuasaan kepala sekolah pada saat rapat bulanan sekolah.Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Wujud tindak tutur kekuasaan kepala sekolah pada rapat bulanan sekolah adalah tindak lokusi yang terdiri dari berita, pertanyaan dan perintah, tindak ilokusi yang terdiri dari tindak tutur asertif, direktif, ekspresif, komisif, dan deklaratif, serta tindak tutur perlokusi. (2) Fungsi tindak tutur kekuasaan kepala sekolah pada rapat bulanan sekolah beragam, mulai dari fungsi informasi, himbauan, dan harapan akan tetapi secara umum kepala sekolah banyak menekankan pada fungsi harapan, dikombinasikan dengan permohonan dan pengungkapan keinginan terkait pelaksanaan tugas belajar mengajar. (3) Strategi tindak tutur kekuasaan kepala sekolah pada rapat bulanan sekolah yang digunakan adalah  strategi tindak tutur langsung, tidak langsung, serta tindak tutur literal.Kata kunci: tindak tutur kekuasaan, rapat bulanan, wujud, fungsi, dan strategi.
TINDAK TUTUR KEKUASAAN KEPALA SEKOLAH PADA RAPAT BULANAN SMA NURUL JADID PAITON PROBOLINGGO Juwaeni Juwaeni
NOSI Vol. 8 No. 1 (2020): Jurnal Ilmiah NOSI
Publisher : NOSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abastrak: Dalam  analisis  tindak tutur, tuturan tidak hanya dipahami sebagai studi bahasa tetapi juga dihubungkan dengan  konteks, yang berarti bahwa bahasa dipakai untuk tujuan praktik tertentu, termasuk praktik kekuasaan. Salah satu tindak tutur yang menarik untuk diteliti adalah praktik tindak tutur di dunia pendidikan. Tindak tutur yang dimaksud ialah tindak tutur kepala sekolah pada rapat bulanan sekolah, tindak tutur kepala sekolah pada rapat bulanan sekolah tidak keluar begitu saja tanpa ada makna dan maksud tertentu, tetapi merupakan gejala individual yang bersifat psikologis. Hal tersebut ditentukan oleh kemampuan kepala sekolah dalam berbahasa pada situasi tertentu yang berkaitan dengan kekuasaan. Tindak tutur kekuasaan mencakup perilaku kekuasaan sebagai sarana atau bentuk  dalam pelbagai konteks melalui proses komunikasi, atau bahasa sebagai sarana utama dan didalamnya.Tujuan penelitian ini untuk memperoleh deskripsi objektif  tentang wujud, fungsi, dan strategi tindak tutur kekuasaan kepala sekolah pada saat rapat bulanan SMA Nurul Jadid Paiton Probolinggo. Penelitian ini menggunakan pendekatan  kualitatif.Data yang diperoleh berupa data kata, frasa, klausa, dan kalimat,  Adapun jenis penilitian yang digunakan adalah jenis analisis pragmatik  dalam hal ini tindak tutur. Penelitian ini menggunakan tindak tutur Searle untuk menganalisis hubungan teks dan konteks tindak kekuasaan kepala sekolah pada saat rapat bulanan sekolah.Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Wujud tindak tutur kekuasaan kepala sekolah pada rapat bulanan sekolah adalah tindak lokusi yang terdiri dari berita, pertanyaan dan perintah, tindak ilokusi yang terdiri dari tindak tutur asertif, direktif, ekspresif, komisif, dan deklaratif, serta tindak tutur perlokusi. (2) Fungsi tindak tutur kekuasaan kepala sekolah pada rapat bulanan sekolah beragam, mulai dari fungsi informasi, himbauan, dan harapan akan tetapi secara umum kepala sekolah banyak menekankan pada fungsi harapan, dikombinasikan dengan permohonan dan pengungkapan keinginan terkait pelaksanaan tugas belajar mengajar. (3) Strategi tindak tutur kekuasaan kepala sekolah pada rapat bulanan sekolah yang digunakan adalah  strategi tindak tutur langsung, tidak langsung, serta tindak tutur literal.Kata kunci: tindak tutur kekuasaan, rapat bulanan, wujud, fungsi, dan strategi.
TINDAK TUTUR KEKUASAAN KEPALA SEKOLAH PADA RAPAT BULANAN SMA NURUL JADID PAITON PROBOLINGGO Juwaeni Juwaeni
Jurnal Ilmiah Sastra dan Pembelajaranya Vol 8, No 1 (2020): Jurnal Ilmiah NOSI
Publisher : NOSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abastrak: Dalam  analisis  tindak tutur, tuturan tidak hanya dipahami sebagai studi bahasa tetapi juga dihubungkan dengan  konteks, yang berarti bahwa bahasa dipakai untuk tujuan praktik tertentu, termasuk praktik kekuasaan. Salah satu tindak tutur yang menarik untuk diteliti adalah praktik tindak tutur di dunia pendidikan. Tindak tutur yang dimaksud ialah tindak tutur kepala sekolah pada rapat bulanan sekolah, tindak tutur kepala sekolah pada rapat bulanan sekolah tidak keluar begitu saja tanpa ada makna dan maksud tertentu, tetapi merupakan gejala individual yang bersifat psikologis. Hal tersebut ditentukan oleh kemampuan kepala sekolah dalam berbahasa pada situasi tertentu yang berkaitan dengan kekuasaan. Tindak tutur kekuasaan mencakup perilaku kekuasaan sebagai sarana atau bentuk  dalam pelbagai konteks melalui proses komunikasi, atau bahasa sebagai sarana utama dan didalamnya.Tujuan penelitian ini untuk memperoleh deskripsi objektif  tentang wujud, fungsi, dan strategi tindak tutur kekuasaan kepala sekolah pada saat rapat bulanan SMA Nurul Jadid Paiton Probolinggo. Penelitian ini menggunakan pendekatan  kualitatif.Data yang diperoleh berupa data kata, frasa, klausa, dan kalimat,  Adapun jenis penilitian yang digunakan adalah jenis analisis pragmatik  dalam hal ini tindak tutur. Penelitian ini menggunakan tindak tutur Searle untuk menganalisis hubungan teks dan konteks tindak kekuasaan kepala sekolah pada saat rapat bulanan sekolah.Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Wujud tindak tutur kekuasaan kepala sekolah pada rapat bulanan sekolah adalah tindak lokusi yang terdiri dari berita, pertanyaan dan perintah, tindak ilokusi yang terdiri dari tindak tutur asertif, direktif, ekspresif, komisif, dan deklaratif, serta tindak tutur perlokusi. (2) Fungsi tindak tutur kekuasaan kepala sekolah pada rapat bulanan sekolah beragam, mulai dari fungsi informasi, himbauan, dan harapan akan tetapi secara umum kepala sekolah banyak menekankan pada fungsi harapan, dikombinasikan dengan permohonan dan pengungkapan keinginan terkait pelaksanaan tugas belajar mengajar. (3) Strategi tindak tutur kekuasaan kepala sekolah pada rapat bulanan sekolah yang digunakan adalah  strategi tindak tutur langsung, tidak langsung, serta tindak tutur literal.Kata kunci: tindak tutur kekuasaan, rapat bulanan, wujud, fungsi, dan strategi.