Priyantoro Widodo
Sekolah Tinggi Teologia Baptis Indonesia, Semarang

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Hakikat Tuhan pada Sebutan Nama Addonay wegibbôr milkhämâ dalam Mazmur 24:8 Irene Estu Larasati; Priyantoro Widodo
PNEUMATIKOS: Jurnal Teologi Kependetaan Vol. 12 No. 1: Juli 2021
Publisher : Sekolah Tinggi Alkitab Penyebaran Injil Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (316.224 KB)

Abstract

The name of Allah is an issue that often intersects with dogma. The God who is understood by Christianity is known as YHWH by reading Addonay translated as God in Indonesian using capital letters because this name is very sacred to be called anything. But God wants His creation to know Him, so He introduces His name to His people in various ways by mentioning the essence of the name. This scientific work aims to describe one of the names of God, especially in the book of Psalm 24:8, and the use of the term in several Old Testament books. The research methodology in this scientific work is a qualitative method using an analytical approach to terms and word meanings. God reveals Himself as a mighty God in the war in every event of the battle of the Israelites. God, Himself took over the war to bring victory to His people. What Allah has done makes His people realize that their lives are under the control of Lord Allah, their creator. The use of the name by the Bible refers more to the theological meaning behind the Name, namely His living power. The description of God in the Psalms also proves the opinion that God can be understood as both transcendent and immanent. What the psalmist does is an attempt to understand the transcendent God to be an immanent God based on the life experience of the psalmist.Nama Allah menjadi suatu isu yang sering bersinggungan dengan dogma. Allah yang dipahami kekristenan dikenal dengan nama YHWH dengan dibaca Addonay diterjemahkan sebagai Tuhan dalam bahasa Indonesia dengan menggunakan huruf kapital karena nama ini sangat sakral untuk sembarang disebut. Namun Tuhan ingin agar ciptaanNya mengenalNya sehingga Ia memperkenalkan namaNya kepada umatNya dengan berbagai cara dengan menye-butkan hakekat dari nama tersebut. Karya ilmiah ini bertujuan mendeskripsikan salah satu sebutan nama Tuhan terkhusus kitab Mazmur 24:8 dan penggunaan istilah pada beberapa kitab Perjanjian Lama. Metodologi penelitian dalam karya ilmiah ini dengan metode kualitatif dengan menggunakan pendekatan analisis istilah dan makna kata. Allah menyatakan diriNya Ia sebagai Allah yang perkasa dalam peperangan dalam setiap peristiwa pertempuran bangsa Israel Allah sendiri yang mengambil alih peperangan sehingga membawa kemenangan bagi umatNya. Apa yang telah dilakukan Allah membuat umatNya menyadari bahwa hidup mereka ada dibawah kendali Tuhan Allah sang pencipta mereka. Penggunaan nama tersebut oleh Alkitab lebih mengacu kepada makna teologis di balik Nama itu, yaitu kuasa-Nya yang hidup.  Penggambaran akan Tuhan dalam Mazmur juga membuktikan pendapat bahwa Tuhan dapat dipahami sebagai pribadi yang transenden dan sekaligus imanen. Apa yang dilakukan oleh para pemazmur merupakan usaha untuk memahami Tuhan yang transenden menjadi Tuhan yang imanen berdasarkan pengalaman hidup pemazmur.
Isu Perlindungan Anak sebagai Bagian Pelayanan Holistik Gereja Nathalia Kenny Merian Mamonto; Priyantoro Widodo
IMMANUEL: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen Vol 3, No 2 (2022): OKTOBER 2022
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46305/im.v3i2.131

Abstract

The issue of child protection is an urgent step that needs special attention by all societies.  The massive level of violence against children in society and also in the church environment often cannot be denied together, of course it must involve the church in efforts to prevent violence against the child.  The church, which is God's instrument for the world, should be able to provide solutions in efforts to prevent child violence that continues to increase in Indonesia, which also certainly has an impact on children's health in the future. Child-oriented ministry should be part of holistic church ministry. Where through the ministry of children the church can be involved in prevention efforts. In such a ministry, of course, a leader who has a vision for the child is needed and through the existing vision the leader will focus on strengthening Christian religious education in the church with the aim of increasing the resilience of faith in the family of each member of the congregation so that with strong faith parents are able to educate their children correctly based on the Word of God. This paper uses the qualitative method with descriptive explanations, with the presentation of data from various existing sources, both literatures, and online-based data to be able to describe acts of violence against children in Indonesia and their impact on children and how this issue of child protection is of concern to the church through its holistic ministry. The existing data is collected, organized in certain categories or themes and then presented in a descriptive manner.  The Child-Friendly Church was used as a proposal in an effort to prevent violence against children that could be carried out by the church.  AbstrakIsu perlindungan anak adalah sebuah langkah urgen yang perlu mendapatkan perhatian khusus dari segala lapisan masyarakat yang ada. Masifnya tingkat kekerasan terhadap anak dalam masyarakat dan juga dalam lingkungan gereja kerapkali tidak dapat dipungkiri bersama, tentunya harus melibatkan gereja dalam upaya pencegahan kekerasan terhadap anak tersebut. Gereja yang merupakan instrumen Allah bagi dunia seharusnya dapat memberikan solusi dalam upaya pencegahan terhadap kekerasan anak yang terus meningkat di Indonesia, yang juga tentunya memiliki dampak terhadap kesehatan anak di masa yang akan datang.  Pelayanan yang berorientasi terhadap anak seharusnya menjadi bagian dalam pelayanan gereja secara holistik. Dimana lewat pelayanan terhadap anak gereja dapat terlibat dalam upaya pencegahan. Dalam pelayanan semacam itu, tentunya diperlukan pemimpin yang memiliki visi terhadap anak dan melalui visi yang ada pemimpin akan berfokus pada penguatan pendidikan agama Kristen dalam gereja dengan tujuan meningkatkan ketahanan iman dalam keluarga tiap-tiap anggota jemaat sehingga dengan iman yang kuat orang tua mampu mendidik anak-anak mereka secara benar berdasarkan Firman Tuhan. Tulisan ini mengunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif, dengan penyajian data-data dari berbagai sumber yang ada baik literatur, maupun data berbasis online untuk dapat menguraikan mengenai tindak kekerasan terhadap anak di Indonesia serta dampaknya bagi anak serta bagaimana isu perlindungan anak ini menjadi perhatian gereja melalui pelayanan holistiknya. Data yang ada dikumpulkan, disusun  dalam kategori-kategori atau tema-tema tertentu dan  kemudian disajikan secara desktriptif. Gereja Ramah Anak dijadikan sebagai sebuah usulan dalam upaya pencegahan kekerasan terhadap anak yang dapat dilakukan oleh gereja.