This Author published in this journals
All Journal EDUCARE
Erman Suherman
Program Studi Pendidikan Matematika FKIP Universitas Langlangbuana

Published : 5 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Pendekatan Kontekstual dalam Pembelajaran Matematika Erman Suherman
EDUCARE Vol. 2 No.1, Agustus 2003
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Langlangbuana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1050.064 KB)

Abstract

Konon dalam pelaksanaan pembelajaran matematika sekarang ini pada umumnya guru masih mendominasi kelas, siswa pasif (datang, duduk, nonton, berlatih, ... , dan lupa). Guru memberitahukan konsep, siswa menerima bahan jadi. Demikian juga dalam latihan, dari tahun ke tahun soal yang diberikan adalah soal yang itu-itu juga tidak bervariasi, hanya berkisar pada pertanyaan apa, berapa, tentukan, selesaikan. Jarang sekali bertanya dengan menggunakan kata mengapa, bagaimana, darimana, atau kapan.Untuk mengikuti pembelajaran di sekolah, kebanyakan siswa tidak siap terlebih dahulu dengan (minimal) membaca bahan yang akan dipelajari, siswa datang tanpa bekal pengetahuan seperti membawa wadah kosong. Lebih parah lagi, mereka tidak menyadari tujuan belajar yang sebenarnya, tidak mengetahui manfaat belajar bagi masa depannya nanti. Mereka memandang belajar adalah suatu kewajiban yang dipikul atas perintah orang tua, guru, atau lingkungannya. Belum memandang belajar sebagai suatu kebutuhan.
HAKIKAT PEMBELAJARAN Erman Suherman
EDUCARE Vol. 4 No.2, Februari 2007
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Langlangbuana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1230.938 KB)

Abstract

Manusia adalah makhluq ciptaan Alloh yang paling sempurna karena dibekali akal, rasa, minat, dan bakat sebagai potensi setiap individu yang sangat bernilai dan modal dasar untuk hidup dan kehidupannya. Pembelajaran pada hakekatnya adalah untuk mengoptimalkan pertumbuhan dan pengembangan potensi tersebut, dengan demikian guru sebagai sutradara seyogianya merencanakan dengan matang skenario dalam RPP agar siswa beraktivitas tinggi melalui penalaran, mencoba, eksplorasi, konjektur, hipotesis, generalisasi, inkuiri, komunikasi, kolaborasi, dan pemecahan masalah. Dalam proses pembelajaran hindari prilaku siswa hanya bertindak sebagai penonton dan bersikap menerima. Agar siswa siswa bisa berpartisipasi aktif dalam pembelajaran ciptakan suasana kondusif, nyaman dan menyenangkan 
ASESMEN PORTOFOLIO Erman Suherman
EDUCARE Vol. 5 No. 1, Agustus 2007
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Langlangbuana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1233.451 KB)

Abstract

Asesmen otentik yang akurat-objektif adalah dambaan semua pihak, termasuk guru dan siswa, yaitu sistem penilaian yang berkenaan dengan proses dan hasil belajar. Dengan asesmen otentik, hakikat penilaian sebagai penghargaan atas setiap usaha dan aktivitas siswa bisa terwujud, karena penilaian direncanakan dan dilaksanakan dengan berbagai cara dan meliputi berbagai aspek. Salah satu cara penilaian yang bisa meliput hal di atas adalah menggunakan asesmen portofolio. Asesmen portofolio adalah penilaian terhadap kumpulan berkas sebagai bukti fisik setiap aktivitas siswa selama dan sesudah pembelajaran, bisa berupa dokumen hasil tes, tugas-tugas, hasil karya, catatan tentang sikap-minat, ketrampilan, dan kompetensi siswa 
MODEL BELAJAR DAN PEMBELAJARAN BERORIENTASI KOMPETENSI SISWA Erman Suherman
EDUCARE 2008: Vol. 5 No. 2, Februari 2008
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Langlangbuana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1462.352 KB)

Abstract

Tugas utama guru adalah membelajarkan siswa, yaitu mengkondisikan siswa agar belajar aktif sehingga potensi dirinya (kognitif, afektif, dan konatif) dapat berkembang dengan maksimal. Dengan belajar aktif, melalui partisipasi dalam setiap kegiatan pembelajaran, akan terlatih dan terbentuk kompetensi yaitu kemampuan siswa untuk melakukan sesuatu yang sifatnya positif yang pada akhirnya akan membentuk life skill sebagai bekal hidup dan penghidupannya. Agar hal tersebut di atas dapat terwujud, guru seyogianya mengetahui bagaimana cara siswa belajar dan menguasai berbagai cara membelajarkan siswa. Model belajar akan membahas bagaimana cara siswa belajar, sedangkan model pembelajaran akan membahas tentang bagaimana cara membelajarkan siswa dengan berbagai variasinya sehingga terhindar dari rasa bosan dan tercipta suasana belajar yang nyaman dan menyenangkan.Kata Kunci: model belajar, model pembelajaran, potensi siswa, kompetensi, life skill, suasana belajar
Model Pembelajaran Open Ended Erman Suherman
EDUCARE Vol. 3 No. 1, Juli 2005
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Langlangbuana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1452.592 KB)

Abstract

Dalam kehidupan nyata, setiap individu selalu berhadapan dengan masalahyang harus dicarikan solusinya dan bukan untuk dihindari, cara memecahkan masalah tersebut seringkali beragam begitu pula dengan solusi yang diperolehnya. Dengan memandang bahwa pembelajaran adalah miniatur dari proses kehidupan sebenarnya, dalam pembelajran seorang guru (dosen) seyogianya memberikan keterampilan hidup (life skill) kepada siswa (mahasiswa), berupa kompetensi pemecahan masalah terbuka. Open ended adalah pembelajaran yang memberikan permasalahan terbuka kepada siswa (mahasiswa) dengan maksud unutk mendidik, melatih, dan membiasakan siswa dalam mencari cara menyelesaikan masalah yang sifatnya multi jawab. Pembelajaran model ini membiasakan siswa untuk kreatif, melatih kemampuan berpikir tingkat tinggi dan kritis (intuisi, investigasi, inkuiri, eksplorasi, konjektur, abstraksi, generalisasi), memelihara rasa sabar dan tenggang rasa (komunikasi, interaksi), bekerja secara berproses dan bertahap bersikap terbuka terhadap jawban berbeda yang bisa benar, berbagi pengetahuan dan pengalaman.