Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Geopolitik Laut Cina Selatan: Strategi Diplomasi Indonesia dalam Menjaga Stabilitas Politik Wilayah ASEAN Ogi Nanda Raka Ade Candra Nugraha
Jurnal Lemhannas RI Vol 9 No 4 (2021)
Publisher : Lembaga Ketahanan Nasional Republik Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55960/jlri.v9i4.414

Abstract

Stabilitas Geopolitik Laut China Selatan terancam dari berbagai gangguan seperti klaim daerah atau kawasan di Laut China Selatan oleh beberapa negara ASEAN maupun Non ASEAN. Penelitian ini membahas bagaimana strategi Diplomasi Indonesia dalam menjaga stabilitas politik kawasan ASEAN, khususnya Laut China Selatan dengan menganalisa pemahaman mengenai konflik Laut China Selatan dan kekuatan Republik Rakyat Tiongkok di kawasan tersebut. Metode penelitian deskriptif analisis dengan pendekatan kualitatif, dengan cara mengumpulkan data, mengolah dan menganalisa. Sumber kepustakaan sebagai data primer. Ancaman Laut China Selatan ialah tindakan klaim wilayah secara sepihak oleh beberapa negara dikarenakan geografi, jalur pelayaran yang strategis dan sumber daya alam yang tekandung, hingga pihak Republik Rakyat Tiongkok melakukan unjuk diri dengan pernyataan One Belt One Road dan meningkatkan kekuatan militernya dikawasan tersebut. Diselenggarakannya Multilateral Naval Exercise Komodo sebagai Second Track Diplomacy setiap 2 tahun sekali dari tahun 2014 - 2022 mendatang diharapkan dapat meningkatkan stabilitas politik diwilayah masing masing negara yang mengikuti kegiatan tersebut, khususnya negara ASEAN.
Eye movement desensitization and reprocessing (EMDR) sebuah teknik terapi guna menangani posttraumatic stress disorder (PTSD) di tengah melonjaknya kasus pemerkosaan Ogi Nanda Raka Ade Candra Nugraha; Alnesa Fadiya; Dwi Mulya Pratiwi; Sonia Mifta Muliyani; Muhammad Erwan Syah
Jurnal Sumbangsih Vol. 3 No. 2 (2022): Jurnal Sumbangsih (In Process)
Publisher : LPPM Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jsh.v3i2.63

Abstract

Beberapa tahun terakhir, Indonesia mengalami peningkatan atau pelonjakkan kasuspelecehan seksual, selama rentang waktu tahun 2016 hingga 2021, laporan kasus kasusseksual mengalami peningkatan sebesar 31%, data tersebut tidak termasuk kasuspelecehan lain yang belum terlaporkan. tindakan seksual sendiri memilikipengaruh besar terhadap kondisi psikis maupun psikis korban diantaranya mengalami gejala pasca trauma. tujuan dari penelitian ini adalah ingin mengetahui dan memperdalam mengenai kondisi korban seksual atau terlebih dahulu mengetahui kondisi pasca trauma yang dialami dan cara penanganan berupa terapi eye movement desensitization and reprocessing (EDMR) sebagai salah satu terapi terhadap pasca penanganan. Metode peneltian deskriptif analisis dengan pendekatan kualitatif sebagai sumber sekunder yaitu Jurnal, buku, maupun literatur lainnya. Gejala pasca trauma yang dialami korban dapat memberikan efek yang cukup besar bagi kondisi psikisnya diantarnya korban dapat menyalahkan dirinya sendiri, menutup diri dari dunia luar, hingga dapat menjerumuskan korban dengan cara hidup yang tidak sehat,(EMDR) yang berfungsi menghilangkan stres dengan memproses memori traumatik, melalui klien EMDR dapat menggeneralisasi afek dan kognisi positif untuk terhubung dengan jaringan memori atau memori yang ditemukan sepanjang jaringan saraf, selanjutnya dihasilkan perilaku yang tepat. Dengan adanya EMDR sebagai terapi terobosan baru dalam dunia Psikologi diharapkan dapat memberikan kontribusi maupun efek yang besar dalam menangani gejala PTSD.