p-Index From 2021 - 2026
0.408
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Jurnal Lemhannas RI
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

RESPON INDONESIA MENGHADAPI ANCAMAN CINA DI LAUT NATUNA UTARA DI MASA KEPEMIMPINAN PRESIDEN JOKO WIDODO Nuans Asa Septari B.; Gistyger Hasudungan Manullang; Aura Fatimah Azzahra S.; Bernadine Grace Alvania M.; Gracella Martauli Lumbantoruan
Jurnal Lemhannas RI Vol 10 No 1 (2022)
Publisher : Lembaga Ketahanan Nasional Republik Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (841.45 KB) | DOI: 10.55960/jlri.v10i1.267

Abstract

Laut Natuna Utara merupakan isu yang hangat bagi keamanan di Indonesia dalam beberapa tahun ke belakang dikarenakan adanya klaim sepihak Cina lewat konsep Nine Dash Line pada sebagian besar perairan Laut Natuna Utara yang mencakup wilayah beberapa negara Asia Tenggara salah satunya Indonesia yang menjadi ancaman dan menimbulkan perseteruan sehingga hal ini Indonesia perlu mengambil tindakan dalam mempertahankan kedaulatannya atas Laut Natuna Utara. Penelitian ini difokuskan kepada respon yang diberikan Indonesia dalam menghadapi ancaman dari Cina di Laut Natuna Utara pada era kepresidenan Joko Widodo. Adapun, metode penelitian yang digunakan dalam tulisan ini adalah metode penelitian kualitatif. Untuk pengumpulan datanya memakai teknik library research yaitu sumber bacaanya diperoleh dari internet berupa jurnal, artikel, buku, dan website yang berkaitan dengan studi kasus yang dipilih oleh peneliti. Terdapat tiga respon Indonesia dalam menanggapi ancaman Cina terhadap Laut Natuna Utara yakni, melakukan diplomasi pertahanan dengan Australia, Jepang dan Amerika Serikat. Selanjutnya, melakukan peningkatan kekuatan dengan memperkuat postur dari TNI AL dan TNI AU serta mendirikan Pangkalan Militer di Kepulauan Natuna. Respon terakhir dari Indonesia adalah menggunakan arbitrase internasional. Respon yang diberikan oleh Indonesia telah menunjukkan bahwa Indonesia dengan tegas siap untuk melawan Cina terkait isu Laut Natuna Utara.
Diplomasi Pertahanan Indonesia Dalam Menghadapi Ancaman dari Five Power Defence Arrangement (FPDA) Gistyger Hasudungan Manullang; Muhammad Fauzi Abdul Rachman
Jurnal Lemhannas RI Vol 10 No 4 (2022)
Publisher : Lembaga Ketahanan Nasional Republik Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55960/jlri.v10i4.367

Abstract

Five Powers Defence Arrangement (FPDA) merupakan aliansi pertahanan yang dilakukan oleh lima negara (Inggris, Australia, Selandia Baru, Singapura, dan Malaysia). Pembentukan FPDA untuk membantu negara persemakmuran Inggris yaitu Malaysia dan Singapura karena kedua negara ini menganggap Indonesia sebagai ancaman. Sebaliknya, Indonesia juga menganggap FPDA sebagaisebuah ancaman karena negara tiga negara anggota FPDA berbatasan langsung dengan Indonesia dan FPDA memiliki kekuatan yang jauh lebih besar dari Indonesia. Oleh karena itu, Indonesia harus mampu untuk menghadapi ancaman yang mungkin datang dari FPDA, salah satunya dengan melakukan diplomasi pertahanan. Penelitian ini akan membahas bagaimana Indonesia dapat menghadapi ancaman dari FPDA. Pada penelitian ini, metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian kualitatif. Selain itu, teknik dalam pengumpulan data yang digunakan adalah internet based research. Data-data yang diperoleh akan dikelola sesuai dengan topik penelitian. Dalam hal ini, terdapat dua upaya yang telah dilakukan oleh Indonesia untuk bisa mengimbangi kekuatan FPDA, yaitu meningkatkan diplomasi pertahanan dengan negara anggota FPDA dan membangun kemitraan strategis dengan negara great power (Amerika Serikat, Rusia, dan Cina).