Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : JURNAL ISTEK

PENAMBAHAN EKSTRAK TOGE PADA MEDIA NATA DE COCO Kelik Putranto; Ahmad Taofik
JURNAL ISTEK Vol 10, No 2 (2017): ISTEK
Publisher : JURNAL ISTEK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Nata dihasilkan oleh suatu spesies bakteri penghasil asam asetat yaitu Acetobacter xylinum. Bakteri tersebut dapat membentuk polikel tebal (nata) di atas permukaan medium air kelapa. Penambahan ekstrak toge pada media air kelapa bertujuan untuk meningkatkan kandungan Vitamin, Nitrogen dan fosfat agar nata de coco yang dihasilkan lebih optimal. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan konsentrasi ekstrak toge dalam medium air kelapa yang tepat sehingga diperoleh beberapa karakteristik nata de coco yang baik. Konsentrasi ekstrak toge yang digunakan dalam percobaan ini terdiri dari konsentrasi 0%, 2%, 4%, 6%, 8%, 10%. Metode penelitian yang digunakan adalah metode percobaan dengan Rancangan Acak Kelompok (RAK). Masing-masing perlakuan diulang sebanyak 4 kali. Kriteria pengamatan dalam penelitian ini meliputi pengamatan terhadap sifat kimia, sifat fisik dan sifat organoleptik nata de coco. Pengamatan sifat kimia meliputi kadar air dan kadar serat kasar. Pengamatan sifat fisik meliputi rendemen dan ketebalan, sedangkan pengamatan organoleptik meliputi warna, kekenyalan, dan rasa. Hasil percobaan menunjukkan bahwa konsentrasi ekstrak toge 10% menghasilkan nata de coco dengan karakteristik yang baik. Penetapan ini berdasarkan pada kadar air (95,82%), kadar serat kasar (2,87%), rendemen (98,97%), ketebalan (4,68mm), tingkat kesukaan terhadap warna (skor 4,26), kekenyalan (skor 3,57) dan rasa (skor 4,40) dari total skor 5.
POLA DIVERSIFIKASI KONSUMSI PANGAN MASYARAKAT ADAT KAMPUNG CIREUNDEU KOTA CIMAHI JAWA BARAT Kelik Putranto; Ahmad Taofik
JURNAL ISTEK Vol 8, No 1 (2014): ISTEK
Publisher : JURNAL ISTEK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis produksi singkong dan produksi rasi sebagai makanan pokok, menganalisis pola diversifikasi konsumsi pangan keluarga, menganalisis tingkat konsumsi energi dan tingkat konsumsi protein serta mencari kemungkinan pengaruh faktor sosial ekonomi dan budaya terhadap tingkat konsumsi energi dan tingkat konsumsi protein keluarga di kampung Cireundeu. Penelitian telah dilakukan pada keluarga dengan makanan pokok rasi (beras singkong) di masyarakat adat kampung Cireundeu Desa Leuwigajah Kecamatan Cimahi Selatan Kota Cimahi Propinsi Jawa Barat. Metode pengumpulan data dilakukan melalui observasi dan wawancara langsung dengan 40 keluarga. Metode penelitian yang digunakan adalah metode survey explanatori, sedangkan metode analisis yang digunakan adalah analisis jalur, dengan faktor-faktor sosial ekonomi dan budaya yang diduga berpengaruh terhadap tingkat konsumsi energi dan tingkat konsumsi protein adalah pendapatan, pengeluaran pangan, besar keluarga, pendidikan ibu, umur ibu dan pengetahuan gizi ibu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa produksi singkong di Kampung Cireundeu pada tahun 2011 mengalami penurunan yang tajam yaitu sebesar 3 ton per hektar bila dibandingkan dengan produksi tahun 2006 sebesar 10 ton per hektar. Penurunan ini diakibatkan oleh hama kumbang uret atau “kuuk” (Exopholishipoleuca). Produksi rasi sebagai makanan pokok tahun 2011 masih mencukupi yaitu 13,5 ton, sedangkan total kebutuhan konsumsi pada tahun 2011 sebesar 7,2 ton. Jenis pangan yang dominan dikonsumsi oleh keluarga terdiri dari makanan pokok rasi, tempe, tahu, ikan asin dan sayuran. Masyarakat adat Cireundeu masih memiliki motivasi yang tinggi untuk tetap mengkonsumsi rasi sebagai makanan pokok dengan kebiasaan makan tiga kali sehari pada waktu pagi, siang dan sore. Tingkat konsumsi gizi masyarakat adat Cireunde dengan pangan pokok rasi dalam kategori baik, penetapan ini berdasarkan tingkat konsumsi energi 89,5% dan tingkat konsumsi protein 112,3%. Faktor dominan yang mempunyai pengaruh nyata terhadap tingkat konsumsi energi adalah pengetahuan gizi ibu. Sedangkan faktor pendidikan ibu dan pengetahuan gizi ibu secara bersama-sama berpengaruh nyata terhadap tingkat konsumsi protein.