Riset penggunaan probiotik sebagai pengganti antibiotic growth promotor (AGP) sudah banyak dilakukan terutama sejak pelarangan penggunaan AGP oleh pemerintah Indonesia. AGP memiliki potensiresistensi antibiotik. Tujuan penulisan ini adalah mereview artikel pemanfaatan probiotik pada unggas. Pemanfaatan probiotik pada unggas menunjukkan peningkatan performa produksi. Penggunaan probiotik pada unggas dapat meningkatkan penyerapan nutrisi pakan, konsumsi ransum, protein daging, pertambahan bobot badan serta menurunkan konversi pakan. Mikroba yang sering digunakan dalam probiotik adalah bakteri dan jamur. Bakteri Asam Laktat (BAL) seperti Lactobacillus sp dan bifidokbateria sp dan jamur seperti Saccharomyces sp, Rhizopus spdanMucor sp. Mikroba dalam probotik bekerja pada saluran pencernaan. Mekanisme kerja probiotik berbeda dengan antibiotik. Antibiotik bekerja dengan membunuh bakteri patogen dan non patogen di dalam saluran pencernaan serta meninggalkan residu antibiotik pada jaringan. Probiotik bekerja dengan memperbaiki sistim dan saluran pencernaan. Mikroba probiotik bekerja dengan menempel dan berkolonisasi di epitel usus. Zona epitel usus yang sudah ditempeli mikroba baik tersebut mengurangi kesempatan bakteri patogen untuk menempel dan berkembang biak. Mikroba probiotik menghasilkan enzim lipase, amilase dan protease yang membantu pencernaan sehingga proses metabolisme dan penyerapan nutrisi lebih baik. Mikroba probiotik juga menghasilkan bacteriocin yang dapat membunuh bakteri patogen sehingga ekosistim mikroflora saluran usus seimbang. Hal inilah yang menyebabkan kekebalan unggas optimal sehingga proses penyerapan nutrisi berjalan dengan baik dan performa produksi meningkat.kata kunci : probiotik, agp, baktericin, produksi, unggas