Anissa Triwinarni Putri
Malang Islamic University

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Konflik Batin Pada Tokoh Awan dalam Film Nanti Kita Cerita Tentang Hari Ini Karya Marchella F.P (Kajian Psikologi Sastra) Anissa Triwinarni Putri
Jurnal Penelitian, Pendidikan, dan Pembelajaran Vol 17, No 6 (2022): Jurnal Penelitian, Pendidikan, dan Pembelajaran
Publisher : Jurnal Penelitian, Pendidikan, dan Pembelajaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (198.352 KB)

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan konflik batin tokoh Awan, mulai dari bentuk, upaya sang tokoh dalam mengatasi permasalahan dan aspek yang dianggap mempengaruhi adanya konflik batin pada tokoh dalam film Nanti Kita Cerita Tentang Hari Ini karya Marchella F.P. Pendekatan dalam penelitian ini adalah pendekatan psikologi sastra yang menggambarkan kejiwaan tokoh dalam karya sastra. Jenis penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif yang mana menggambarkan dan mengunggkap fakta suatu kejadian. Sumber data yang digunakan berupa hasil alih wahana film Nanti Kita Cerita Tentang Hari Ini karya Marchella F.P. Data penelitian berupa kutipan narasi, monolog tokoh, penggambaran suasana dalam cerita yang kemudian dideskripsikan sesuai dengan fokus penelitian. Hasil penelitian pada fokus penelitian, menunjukkan bahwa bentuk konflik batin tokoh Awan berupa perasaan depresi, obsesi, cemas, rasa bersalah dan frustasi. Kelima bentuk tersebut dipengaruhi oleh aspek id, ego dan superego yang dimiliki oleh Awan di dalam batinnya. Dari berbagai macam bentuk konflik batin dan aspek yang mempengaruhi, terdapat pula upaya-upaya Awan dalam mengatasi permasalahan yang dialaminya. Segala pergejolakan dalam batinnya sebagai tangga menuju kedewasaannya ini, membantu Awan dalam memperbaiki sikap maupun sifatnya yang sempat melakukan pemberontakan terhadap sang Ayah. Perasaan-perasaan menuju dunia luar orang dewasa yang sebelumnya mencegahnya untuk lebih berpetualang, kini sudah mampu dilepaskan dan merasakan proses menjadi orang dewasa seutuhnya.Kata Kunci: sastra, psikologi, konflik batin, tokoh, dan film NKCTHI.