Ika Widia Astutik
Universitas Islam Malang

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

SKIZOFRENIA TOKOH UTAMA DALAM NOVEL "MEREKA BILANG AKU GILA" KARYA KEN STEELE & CLAIRE BERMAN Ika Widia Astutik
Jurnal Penelitian, Pendidikan, dan Pembelajaran Vol 16, No 23 (2021): Jurnal Penelitian, Pendidikan, dan Pembelajaran
Publisher : Jurnal Penelitian, Pendidikan, dan Pembelajaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (160.456 KB)

Abstract

Penelitian ini membahas tentang kriteria diagnostik yang meliputi kekacauan afektif, penarikan diri dari media, serta delusi dan halusinasi pada tokoh utama (Ken) dalam novel Mereka Bilang Aku Gila tahun 2001 karya Ken Steel dan Claire Berman. Peneliti tertarik untuk meneliti tokoh utama Ken yang mengidap skizofrenia, yang mana skizofrenia merupakan salah satu gangguan mental yang juga disebut psikosis. Gangguan tersebut menyerang psikologis kejiwaan dari tokoh utama selaku pengidap gangguan skizofrenia.Berdasarkan hal di atas, permasalahan yang dikaji dalam penelitian ini, yaitu mengungkapkan kriteria diagnostik skizofrenia yang diderita oleh tokoh utama, yaitu : (1) kekacauan afektif, (2) penarikan diri dari media, (3) gangguan halusinasi dan delusi yang mempengaruhi tokoh utama untuk mengakhiri hidupnya. Tujuan dari penelitian ini adalah mendeskripsikan tiga kriteria diagnostik di atas, dan dampak dari penyakit skizofrenia tersebut pada tokoh utama dalam novel Mereka Bilang Aku Gila karya Ken Steel dan Claire Berman.Pada penelitian ini, peneliti menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan psikologi sastra untuk menganalisis tiga kriteria diagnostik skizofrenia pada tokoh utama dalam novel tersebut. Penelitian ini juga mengambil data berupa kalimat-kalimat yang mengandung unsur dari gejala skizofrenia sesuai dengan permasalahan di atas. Sumber data dalam penelitian ini berupa novel “Mereka Bilang Aku Gila” karya Ken Steel dan Claire Berman.Hasil analisis yang dihasilkan dari penelitian ini: (1) gejala-gejala awal yang muncul pada diri tokoh utama berupa gangguan mood dan ketidakstabilan emosi yang menyebabkan tokoh utama mengalami indikator berupa putus asa, perasaan senang, dan sedih berlebih, (2) tokoh utama juga mengalami gejala yang kedua yaitu membatasi interaksi dengan indikator membatasi komunikasi, menghindari kontak fisik, menyukai rutinitas, dan senang menyendiri, (3) lalu disusul gejala delusi dan halusinasi dengan indikator sulit berkonsentrasi, gelisah, depresi, kesalahan persepsi pada pendengaran dan penglihatan.