Linda Mayasari
ISLAMIC UNIVERSITY OF MALANG

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIS SISWA MELALUI MODEL PEMBELAJARAN SCRAMBLE DENGAN MEDIA LKPD PADA MATERI SISTEM PERSAMAAN LINEAR DUA VARIABEL KELAS VIII SMP NEGERI 1 TUTUR PASURUAN Linda Mayasari
Jurnal Penelitian, Pendidikan, dan Pembelajaran Vol 14, No 2 (2019): Jurnal Penelitian, Pendidikan, dan Pembelajaran
Publisher : Jurnal Penelitian, Pendidikan, dan Pembelajaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (45.824 KB)

Abstract

AbstrakKemampuan pemecahan masalah matematis siswa masih tergolong rendah. Upaya untuk memperbaiki kemampuan pemecahan masalah matematis siswa adalah dengan menerapkan model pembelajaran yang tepat oleh guru. Salah satu model pembelajaran yang dapat diterapkan yaitu model pembelajaran scramble dengan menggunakan media LKPD. Penelitian ini merupakan penelitian kombinasi (mix methods) dengan desain penelitian sequential explanatory. Desain penelitian kuantitatif yang digunakan adalah desain quasi eksperimental. Sampel dipilih melalui teknik cluster random sampling sehingga diperoleh kelas VIII F sebagai kelas eksperimen dan VIII D sebagai kelas kontrol. Data kuantitatif diperoleh dari hasil tes kemampuan awal (pretest) dan hasil tes kemampuan akhir (posttest) pemecahan masalah matematis siswa. Hasil uji normalitas data pretest menunjukkan nilai Sig. untuk kelas eksperimen adalah 0.107 > 0.05 dan nilai Sig. untuk kelas kontrol adalah 0.066 > 0.05 yang berarti kedua kelas adalah kelompok yang berdistribusi normal. Hasil uji homogenitas menunjukkan bahwa nilai Sig. 0.988 > 0.05 yang berarti kedua varians homogen. Hasil uji kesamaan rata-rata diperoleh nilai Sig. = 0.316 > 0.05 maka H0 diterima yang berarti tidak terdapat perbedaan kemampuan pemecahan masalah matematis siswa antara kelas eksperimen dan kelas kontrol.Hasil uji normalitas data posttest menunjukkan nilai Sig. untuk kelas eksperimen adalah 0.080 > 0.05 dan nilai Sig. untuk kelas kontrol adalah 0.076 > 0.05 yang berarti kedua kelas adalah kelompok yang berdistribusi normal. Hasil uji homogenitas menunjukkan bahwa nilai Sig. 0.061 > 0.05 yang berarti kedua varians homogen. Hasil uji hipotesis data posttest menggunakan Independent Sample t Test diperoleh nilai  Sig. = 0.002 < 0.05 maka  H0 ditolak dan H1 diterima. Hal ini berarti dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan kemampuan pemecahan masalah matematis siswa yang diberi perlakuan model pembelajaran scramble dengan siswa yang menggunakan model pembelajaran konvensional.Berdasarkan analisis data kualitatif yang diperoleh dari wawancara dapat disimpulkan bahwa siswa yang memiliki kemampuan pemecahan masalah tinggi telah memenuhi semua indikator kemampuan pemecahan masalah matematis, siswa yang memiliki kemampuan pemecahan masalah matematis sedang hanya dapat memenuhi tiga indikator, sedangkan siswa yang memiliki kemampuan pemecahan masalah rendah hanya dapat memenuhi satu indikator saja. Kemampuan pemecahan masalah matematis siswa yang diberi perlakuan model pembelajaran scramble dengan media LKPD termasuk dalam kategori sedang, hal itu dapat dilihat dari hasil rata-rata nilai posttest yang menunjukkan nilai 80.07. Dari beberapa analisis data tersebut menunjukkan bahwa kemampuan pemecahan masalah matematis siswa meningkat setelah penerapan model pembelajaran scramble dengan media LKPD.Kata-kata kunci: kemampuan pemecahan masalah matematis, model pembelajaran scramble, Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD).