Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

REPRESENTASI MORAL DAN ASPEK SOSIAL BUDAYA MINANG PADA TOKOH NOVEL ANAK RANTAU KARYA AHMAD FUADI Milli Ana
Jurnal Penelitian, Pendidikan, dan Pembelajaran Vol 16, No 4 (2021): Jurnal Penelitian, Pendidikan dan Pembelajaran
Publisher : Jurnal Penelitian, Pendidikan, dan Pembelajaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (48.219 KB)

Abstract

ABSTRAK : Karya sastra merupakan media bagaimana pengarang mengungkapkan isi pikirannya. Karya sastra bersifat imajinatif, estetik, dan memberikan kesenangan atau kenikmatan terhadap pembacanya. Yang paling banyak diminati salah satu bentuk karya sastra adalah novel. Novel merupakan suatu karangan prosa dan menceritakan kehidupan manusia dengan berbagai keterikatan aturan dan nilai yang sudah melekat di dalam setiap interaksinya dalam ruang lingkup masyarakat, sehingga novel memiliki sebuah makna tentang kehidupan. Tujuan penelitian ini adalah (1) mendeskripsikan  nilai moral tokoh dalam novel (2) mendeskripsikan aspek sosial budaya masyarakat Minang yang ada dalam novel. Untuk mencapai tujuan penelitian tersebut, maka peneliti menggunakan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan teknik baca dan mencatat, dalam pengecekan keabsahan data yang digunakan di dalam penelitian ini adalah kecukupan referensi, pemeriksaan teman sejawat melalui diskusi, dan triangulasi.Analisis data menggunakan analisis isi dan metode deskriptif. Pengecekan keabsahan data dilakukan dengan kecukupan referensi, pemeriksaan sejawat melalui diskusi, dan triangulasi. Berdasarkan hasil analisis data, fakta moral dan budaya yang ditemukan dalam novel Anak Rantau karya Ahmad Fuadi adalah fakta hubungan manusia dengan Tuhan; berdoa kepada Tuhan, dan salat. Hubungan manusia dengan diri sendiri; menyelesaikan masalah dan tidak mudah menyerah, masalah harga diri yang harus dijaga, mengungkapkan kejujuran. Hubungan manusia dengan sesama manusia; tanggung jawab orang tua kepada anak, kasih sayang orang tua kepada anak, nasihat orang tua, nasihat antar teman, kasih sayang antar teman, dan gotong-royong. Hubungan manusia dengan alam semesta; keindahan alam, alam membutuhkan manusia untuk merawatnya dengan baik, dan alam semesta sangat luas. Pedoman hidup dari para leluhur atau adat istiadat; menjaga nama baik Minang, larangan menikah satu suku, Mengaji di rumah orang yang baru saja meninggal, dan meningkatkan kesejahteraan hidup merantau.Kata kunci: representasi moral, aspek sosial budaya Minang, novel