Abstrak: Sistem kepercayaan mitos salip nikah kakak perempuan didahului adik perempuan masih banyak dipertahankan, sehingga perempuan pada posisi kakak yang dilangkahi oleh sang adik dalam urusan pernikahan mengalami tekanan batin. Tokoh utama Gala dalam novel Ganjil Genap karya Almira Bastari termasuk dalam mitos salip nikah. Tujuan penelitian ini adalah mendiskripsikan unsure budaya dalam mitos pranikah tokoh utama, mendiskripsik anunsur budaya dalam mitos akad nikah tokoh utama dalam novel Ganjil Genap karya Almira Bastari yang dianalisis membentuk interpretasi perempuan yang dianalisis membentuk interpretasi perempuan.Pendekatan penelitian kualitatif dengan jenis penelitian naratif kualitatif dipahami sebagai teks yang dituturkan atau ditulis dengan menceritakan tentang peristiwa. Status peneliti sebagai kunci instrument dalam pengumpulan data. Data berupa komentar, dialog, monolog. Teknik pengumpulan data dengan membaca, mencatat, mengidentifikasi, melakukan modifikasi, menganalisis data dan menyimpulkan. Teknik analisis data menggunakan metode analisis konten dengan langkah-langkah: mengidentifikasi, klasifikasi tokoh dan menyimpulkan.Masalah diangkat dalam novel Ganjil Genap karya Almira Bastari yang dianalisis membentuk interpretasi perempuan dari tokoh utama Gala.Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan yang putus akibat mitos pranikah yang dialami Bara, ada unsure budaya dalam mitos akad nikah kakak didahului adik perempuan nya menjadi beban kakak sehingga Gala berusaha keluar dari mitos salip nikah dengan berbagai cara untuk mendapatkan jodoh. Adapun bentuk kritik sastra feminis dalam novel Ganjil Genap adalah berupa kondisi tokoh utama perempuan bernama Gala yang serba salah karena belum juga menikah di usia 30an ditambah lagi adiknya yang masih muda akan melangsungkan pernikahan.Kata Kunci: Unsur budaya, Mitos, Salip nikah, Pranikah, Akad nikah, Pascanikah