LIRIA RHOSI EFFENDI
Universitas Islam Malang

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

PRINSIP KESANTUNAN BERBAHASA MENURUT LEECH PADA NOVEL "0RANG-ORANG BIASA" KARYA ANDREA HIRATA LIRIA RHOSI EFFENDI
Jurnal Penelitian, Pendidikan, dan Pembelajaran Vol 17, No 3 (2022): Jurnal Penelitian, Pendidikan, dan Pembelajaran
Publisher : Jurnal Penelitian, Pendidikan, dan Pembelajaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (13.201 KB)

Abstract

Abstrak: Kesantuan Berbahasa merupakan tata cara atau aturan saat berkomunikasi dengan orang lain. Aturan saat berkomunikasi merupakan hal yang sangat penting bagi stiap individu  karena dengan adanya etika berkomunikasi mempermudah kita memperoleh informasi atau interaksi dalam bermasyarakat. Fokus penelitian ini adalah prinsip kesantunan berbahasa dan pelanggaran maksim kesantunan berbahasa menurut teori leech dalam novel Orang-Orang Biasa karya Andrea Hirata. Pendekatan yang dimiliki dalam penelitian ini adalah pendekatan dreskriptif kualitatif. Artinya data yang dikumpulkan dari kata atau tulisan bukan berupa angka. Penelitian ini meneliti tentang penggunaan gaya bahasa pada prinsip kesantunan berbahasa yang sudah dianggap lengkap menurut teori Leech mencangkup 6 maksim. Berkaitan dengan hal diatas, penelitian ini akan menganalisis tentang kesantunan dan ketidaksantunan berbahasa pada dialog dalam novel Orang-Orang Biasa Karya Andre Hirata.Hasil penelitian ini meliputi sebagai berikut : (1) wujud pencapaian prinsip kesantunan berbahasa pada 6 maksim, (2) pelanggaran prinsip kesantunan berbahasa pada 6 maksim. Wujud pencapaian prinsip kesantunan berbahasa di kategorikan menjadi 6, yaitu : a) maksim kebijaksanaan, b) maksim kedermawanan, c) maksim penghargaan, d) maksim kesederhanaan, e) maksim permufakatan, f) maksim simpati. Kategori di atas juga meliputi pelanggaran prinsip kesantunan berbahasa. Sehingga peneliti akan membahas pelanggaran tersebut dalam 6 maksim.Kata kunci: prinsip kesantunan, pencapaian kesantunan berbahasa, pelanggaran  kesantunan berbahasa