Abstrak : Dalam rangka mencari ide siswa kurang detail untuk memilih objek yang akan dijadikan pidato persuasif sehingga siswa kesulitan dalam peroses menyampaikan kata-kata. Dalam penelitian ini merupakan pengembangan metode pembelajaran yang berbasis Twenty Questyons. Dalam penelitian ini ada dua macam yaitu: Data Primer dan Data Skunder. Dimana Data Primer, data yang langsung memberikan data dan Data Skunder adalah data yang tidak langsung diberikan kepada peneliti. Kemampuan wacana yang kuat yang mendasari siswa harus terlihat dari konsekuensi dari tes masa lalu. Dari hasil tes ini, analis dapat memberikan skor normal untuk setiap siswa. Para analis mengevaluasi siswa, khususnya: bagian dari keputusan kata, bagian konstruksi, bagian artikulasi, bagian nada, bagian diam dan tidak kaku, bagian otoritas lapangan, dominasi lapangan, sinyal dan cermin, berpikir kritis, judul penilaian. Dilihat dari indikator keberhasilan proses, cenderung dianggap bahwa strategi Dua Puluh Pertanyaan dapat lebih mengembangkan kemampuan wacana menarik siswa kelas VII inklusi MTS AL-FURQON Desa Kolipetung Kecamatan Adonara Kabupaten Flores Timur. Peningkatan secara proses, tampak pada kualitas pembelajaran yang ditunjukkan oleh keaktifan siswa, antusias siswa ketika berpidato persuasi, keberanian siswa untuk tampil didepan kelas, siswa tidak lagi berhenti untuk mengingat-ingat kata-kata yang hendak dibicarakan, kesemuanya itu menjadikan suasana kelas menjadi lebih hidup dan menyenangkan.Kata Kunci: pembelajaran, keterampilan berbicara, teks pidato persuasif, kelas inklusi.