Abstrak: Kebutuhan dasar tokoh utama yang memerankan sosok penting merupakan salah satu hal yang menarik untuk dikaji, karena sosok yang diperankan merupakan sosok yang berjasa dan perjuangannya perlu dikenang sebagai simbol hormat pada sosok tersebut. Permasalahan dalam penelitian ini adalah bagaimana kebutuhan dasar menurut Abraham Maslow pada tokoh Wiji Thukul dalam film Istirahatlah Kata-Kata. Fokus penelitian ini yaitu kebutuhan fisiologis, rasa aman, kasih sayang, penghargaan, aktualisasi pada tokoh Wiji Thukul dalam film Istirahatlah Kata-Kata. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan kebutuhan fisiologis, rasa aman, kasih sayang, penghargaan, aktualisasi pada tokoh Wiji Thukul dalam film Istirahatlah KataKata. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori psikologi humanistik Abraham Maslow. Metode penelitian yang digunakan adalah jenis penelitian deskriptif kualitatif dengan pendekatan psikologi sastra. Dari hasil penelitian didapat lima jenis kebutuhan dasar yang sesuai dengan teori Abraham Maslow dalam tokoh Wiji Thukul dalam film Istirahatlah Kata-Kata, di mana tokoh Wiji Thukul memenuhi 1) kebuthan fisiologisnya berupa istirahat, tidur, makan, seks, buang air besar, 2) kemudian memenuhi kebutuhan rasa amannya berupa berpindah-pindah, panik, takut, membuat antisipasi, menyamar, mengetahui informasi, mengurung diri, 3) kemudian memenuhi kebutuhan kasih sayangnya berupa memikirkan keluarga, menelepon istri, pulang ke rumah, istri yang berkorban, 4) kemudian memenuhi kebutuhan penghargaannya berupa pembicaraan yang dihargai, mendapat bantuan, mendapat apresiasi, mendapat perhatian, mendapat hiburan, membalas jasa kebaikan, 5) dan kemudian memenuhi kebutuhan aktualisasinya berupa membaca puisi, menulis, menghayalkan keinginan, spontan membuat puisi, menerima pendapat orang lain di tengah tokoh Wiji sedang dalam pelarian.Kata kunci: Fisiologis, Rasa Aman, Kasih Sayang, Penghargaan, Aktualisasi, Film, Film Istirahatlah Kata-Kata, Tokoh Utama, Wiji Thukul.