Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

ANALISIS KEMAMPUAN BERPIKIR KREATIF MATEMATIKA DALAM MENYELESAIKAN SOAL PERTIDAKSAMAAN NILAI MUTLAK DITINJAU GAYA KOGNITIF (FI & FD) SERTA MOTIVASI BELAJAR SEDANG (Studi Kasus pada Kelas 11 SMA Islam Sabilurrosyad Gasek) muchlis al jabbar
Jurnal Penelitian, Pendidikan, dan Pembelajaran Vol 17, No 5 (2022): Jurnal Penelitian, Pendidikan, dan Pembelajaran
Publisher : Jurnal Penelitian, Pendidikan, dan Pembelajaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (198.5 KB)

Abstract

Kurikulum 2013 lebih diarahkan untuk membekali peserta didik sejumlah kompetensi yang dibutuhkan menyongsong abad ke-21 di antaranya yakni berpikir kreatif. Kemampuan Berpikir Kreatif Matematika merupakan kemampuan dalam menyelesaikan suatu permasalahan dengan menggunakan cara atau ide baru yang relevan dan juga tepat dalam menyelesaikan masalah matematika. Dalam proses pembelajaran terdapat beberapa faktor yang mempengaruhi yaitu gaya kognitif (field independent dan field dependent) dan motivasi belajar. gaya kognitif memiliki keterkaitan dalam proses pembelajaran dalam hal memproses informasi, memahami, berpikir memecahkan masalah dan mengingat, sedangkan motivasi memiliki keterkaitan dalam proses pembelajaran dalam hal ketertarikan pada pelajaran dan penasaran akan sesuatu hal atau informasi yang didapat. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan berpikir kreatif peserta didik ditinjau dari gaya kognitif (field independent dan field dependent)) serta tingkat motivasi belajar sedang peserta didik kelas 11 SMA Islam Sabilurrosyad Gasek. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis deskriptif kualitatif. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini yakni: kuesioner motivasi belajar, tes GEFT, soal tes berpikir kreatif dan pedoman wawancara. Uji keabsahan data dalam penelitian ini menggunakan uji validitas interval (credibility) dengan triangulasi teknik. Hasil penelitian ini menunjukkan peserta didik gaya kognitif field independent (FI) dengan motivasi belajar sedang mempunyai kemampuan berpikir kreatif baik, memenuhi indikator kelancaran, keaslian dan elaborasi. Sedangkan peserta didik gaya kognitif field dependent (FD) dengan motivasi belajar sedang mempunyai kemampuan berpikir kreatif cukup baik, memenuhi indikator kelancaran dan keaslian.