Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

TINDAK KOMUNIKASI ANAK AUTIS HAMBATAN KOMUNIKASI DALAM INTERAKSI SOSIAL DI SDN SUMBERSARI 1 KOTA MALANG Siti Maryam maryam
Jurnal Penelitian, Pendidikan, dan Pembelajaran Vol 15, No 29 (2020): Jurnal Penelitian, Pendidikan dan Pembelajaran
Publisher : Jurnal Penelitian, Pendidikan, dan Pembelajaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (125.874 KB)

Abstract

Abstrak : Penelitian dilakukan dengan tujuan agar dapat mendeskripsikan dan menjelaskan mengenai bentuk tindak komunikasi yang dapat dilakukan anak autis, serta kebisaan anak autis saat melakukan interaksi sosial di Sekolah Dasar Negeri Sumbersari 1 Malang. Tujuan khusus penelitian mendeskripsikan (1) jenis komunikasi dalam interaksi sosial anak autis di sekolah inklusi, (2) fungsi komunikasi dalam interaksi sosial anak autis di sekolah ingklusi, dan (3) strategi komunikasi dalam interaksi sosial anak autis di sekolah inklusi.Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian studi kasus. Disebut studi kasus karena peneliti berusaha mengkaji kasus khusus berdasarkan karakteristik individual hambatan komunikasi. Tahapan yang dilakukan oleh peneliti, yaitu dengan cara pengumpulan data dan menganalisis data yang sudah ada. Subjek penelitian adalah siswa kelas 1 dengan jenis autis gangguan komunikasi. Pengumpulan data menggunakan metode observasi, wawancara dan dokumentasi. Data yang diperoleh kemudian dianalisis dengan menggunakan teknik analisis data kualitatif. Adapun, teknik analisis data meliputi transkripsi, identifikasi data, interpretasi atau penafsiran, dan kesimpulan hasil penelitian. Hasil penelitian tentang tindak komunikasi anak autis dalam interaksi sosial di Sekolah Dasar Negeri Sumbersari 1 Malang dapat disimpulkan bahwa bentuk tindak komunikasi yang dilakukan ABK berupa komunikasi satu arah (penutur dan mitra tutur) dengan tindak direktif, tindak asertif, dan tindak ekspresif.Dalam menggunakan tindak komunikasi ABK autis memiliki fungsi direktif menanyakan,  menyuruh, dan mengajak, tindak asertif memiliki fungsi memberitahu, dan tindak ekspresif memiliki fungsi menunjukkan suasana perasaan.ABK autis menggunakan strategi komunikasi tuturan langsung yang memiliki makna dasar (sederhana). Saat ABK merespon dalam komunikasi verbal dan nonverbal masih memerlukan bimbingan, terkadang ABK bisa merespon tetapi respon yang diberikan ABK belum sesuai dengan topik komunikasi.Simpulan hasil penelitian adalah tindak komunikasi anak aitus dalam interaksi sosial menggunakan ola satu arah dengan jenis dan fungsi tindak verbal (direktif, asertif, ekspresif) dengan strategi langsung serta tindak nonverbal menggunakan gerakan anggota tubuh dengan kedekatan fisik (gerakan tangan, sentuhan, dan ekspresi muka).Kata kunci: tindak komunikasi, anak autis, interaksi sosial.