Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Peranan Guru Bimbingan Konseling dalam Membentuk Kecerdasan Spiritual Siswa Kelas VIII SMP Negeri 3 Payakumbuh Riken Nurpiani; Jaruddin Jaruddin; Joni Ardison
Jurnal Pendidikan dan Konseling (JPDK) Vol. 4 No. 4 (2022): Jurnal Pendidikan dan Konseling
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (230.059 KB) | DOI: 10.31004/jpdk.v4i4.6042

Abstract

Penelitian ini dilatar belakangi adanya temuan permasalahan diamana peranan guru bimbingan konseling dalam membentuk kecerdasan spiritual siswa kelas VIII di SMP N 3 Payakumbuh. Tujuan penelitian ini mendeskripsikan 1) Nilai – nilai keagamaan, 2) Pendidikan jujur, 3)Pendidikan sabar, 4)Pendidikan bersyukur. Jenis penelitian ini adalah pendekatan kualitatif deskriptif. Informan penelitian yaitu informan kunci 2 orang guru bimbingan konseling dan guru agama serta informan tambahan 1 orang yaitu siswa. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini yaitu wawancara. Teknik yang digunakan dalam pengolahan data melalui redukasi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Berdasarkan asil penelitian mengungkapkan tentang peranan guru bimbingan konseling dalam membentuk kecerdasan spiritual siswa, berdasarkan hasil penelitian maka dapat disimpulkan sebagai berikut : (1). Nilai-nilai keagamaan (ibadah wajib) di SMP N 3 Payakumbuh siswa sudah melaksanakan perintah Allah di sekolah dengan baik contohnya membaca do’a ketika belajar mau di mulai, sholat zuhur berjamaah di sekolah dan menyimak pembacaan ayat suci Al-Qur’an setiap hari jumat.(2). Pendidikan jujur sudah tertanam dengan di SMP N 3 Payakumbuh karena kejujuran sangat dibutuhkan untuk mencapai keberhasilan siswa dalam segala hal, kejujuran juga menjadi sumber dari segala kabaikan bagi siswa. (3). Pendidikan sabar sudah tertanam dengan baik di SMP N 3 Payakumbuh karena dengan sikap sabar itu bentuk kemampuan pengendalian diri siswa sebagai sikap yang mempunyai nilai tinggi dan mencerminkan kekokohan jiwa siswa yang memiliki sikap sabar (4). Pendidikan bersyukur sudah diterapkan dengan baik oleh siswa SMP N 3 Payakumbuh dengan cara pandai berterimakasih, contohnya mengucapkan terimakasih kepada guru yang telah memberikan ilmu kepada siswa, mengucapkan terimakasih kepada teman yang memberikan bantuan dan mengucapkan terimakasih kepada orang tua yang mengasih jajan.
Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Kedisiplinan Peserta Didik di Kelas XII SMA PGRI 4 Padang Rada Zamiyenda; Jaruddin Jaruddin; Septya Suarja
Jurnal Wahana Konseling Vol 5, No 2 (2022): JUANG: Jurnal Wahana Konseling
Publisher : Universitas PGRI Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31851/juang.v5i2.7075

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi banyak peserta didik di SMA PGRI 4 Padang yang tidak mematuhi tata tertib sekolah, dilihat dari adanya peserta didik yang tidak mengikuti dan mentaati aturan tata tertib sekolah, peserta didik yang belum memiliki kesadaran diri sebagai pemahaman diri bahwa disiplin dianggap penting, dan peserta didik hadir tidak tepat waktu. Tujuan dalam penelitian ini dapat diketahui dari 4 indikator, yaitu: 1) mengikuti dan mentaati peraturan, 2) kesadaran diri sebagai pemahaman diri bahwa disiplin danggap penting, 3) alat pendidikan untuk mempengaruhi, mengubah, membina dan mementuk perilaku disiplin, 4) hukuman sebagai upaya menyadarkan, mengoreksi dan meluruskan yang salah. Jenis penelitian ini yaitu deskriptif kuantitatif, dengan populasi sebanyak 112 peserta didik kelas XII SMA PGRI 4 Padang dengan menggunakan teknik yaitu teknik total sampling. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah kusioner dan di analisis dengan teknik presentase dari rata-rata. Hasil penelitian ini mengungkapkan bahwa kedisiplinan peserta didik di kelas XII SMA PGRI 4 Padang secara umum berada pada kategori cukup tinggi dengan persentase 46,43%. Maka dapat diketahui permasalahan peserta didik mengenai kedisiplinan peserta didik yang masih belum mematuhi peraturan sekolah. Berdasarkan hasil penelitian dan hasil dari olahan data maka direkomendasikan pada peserta didik untuk lebih bisa meningkatkan kedisiplinan sesuai dengan yang diharapkan.