Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Tingkat Parenting Stres Pada Ibu Yang Bekerja Di Jati Dua Jorong Kampung Cubadak Kecamatan Pasaman Kabupaten Pasaman Barat Cut Malahayati; Linda Yarni
Jurnal Pendidikan dan Konseling (JPDK) Vol. 4 No. 4 (2022): Jurnal Pendidikan dan Konseling
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (492.172 KB) | DOI: 10.31004/jpdk.v4i4.6136

Abstract

Penelitian ini dilakukan atas dasar ditemukannya fenomena yang ada di Jati Dua Jorong Kampung Cubadak Kecamatan Pasaman Kabupaten Pasaman Barat yang menunjukkan bahwasannya adanya ibu-ibu yang bekerja merasa kesulitan dalam parenting atau pengasuhan anaknya, dimana ibu ini harus berperan ganda, yaitu sebagai ibu rumah tangga dan juga harus bekerja sehingga mengalami parenting stres. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat parenting stres pada ibu yang bekerja di Jati Dua Jorong Kampung Cubadak Kecamatan Pasaman Kabupaten Pasaman Barat.Jenis penelitian yang dilakukan adalah penelitian kuantitatif yang bersifat deskriptif. Hasil uji statistik tingkat parenting stres pada ibu yang bekerja di Jati Dua Jorong Kampung Cubadak Kecamatan Pasaman Kabupaten Pasaman Barat yang telah dilakukan melalui aplikasi SPSS yaitu dapat di ketahui bahwa memperoleh nilai rata-rata keseluruhan adalah 3,26 dengan persentase 65,16% dan standar deviasi 0,02, maka dapat disimpulkan bahwa tingkat parenting stres pada ibu yang bekerja di Jati Dua Jorong Kampung Cubadak Kecamatan Pasaman Kabupaten Pasaman Barat adalah berada pada tingkat tinggi. Terbentuk nya parenting stres yang tinggi pada ibu yang bekerja tidak terlepas dari kebiasaan yang dilakukan oleh ibu tersebut terhadap anaknya. Ketidakmampuan dalam mengelola parenting stres akan berpengaruh pada tanggung jawab orangtua dalam merawat anak, karena parenting stres akan menghambat pekerjaan yang dilakukan sehari-hari dan dapat menyebabkan permasalahan pada pertumbuhan dan perkembangan anak. Diharapkan Ibu sebagai pihak yang paling dekat dengan kehidupan sehari-hari anak dirumah, hendaknya lebih bisa mengelola parenting stres nya dengan baik karna hal tersebut dapat berdampak buruk terhadap pembentukan karakter anak.
Upaya Wali Kelas dalam Mengembangkan Motivasi Belajar Siswa di SDN 03 Geragahan Kec. Lubuk Basung Kab. Agam Mifta Atul Marzuliah Harahap; Linda Yarni
Jurnal Pendidikan dan Konseling (JPDK) Vol. 4 No. 5 (2022): Jurnal Pendidikan dan Konseling
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jpdk.v4i5.6761

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya fenomena motivasi belajar siswa dikelas saat belajar tidak mendengarkan guru ketika menerangkan pelajaran, bermain dengan teman sebangku ketika guru menerangkan materi, masih terbata-bata dalam membaca, dan belum lancar berhitung. Upaya wali kelas III dalam mengembangkan motivasi belajar siswa tidak dapat dilaksanakan secara optimal dikarenakan pengurangan jam pengajaran dikelas, upaya wali kelas memberikan tugas tambahan dan memberikan nasehat atau pujian kepada siswa agar lebih aktif dalam belajar. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui upaya wali kelas III dalam mengembangkan motivasi belajar siswa di SDN 03 Geragahan Kec. Lubuk Basung Kab. Agam. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif yang bersifat deskriptif. Pengumpulan data dalam penelitian ini melalui observasi, wawancara dan dokumentasi berupa nilai. Pada penelitian ini mengunakan 1 informan kunci yaitu wali kelas III dan 7 informan pendukungnya yaitu guru mata pelajaran agama, siswa ER, siswa KF, siswa RZ, siswa SB, siswa HAZ, siswa BFW. Teknik analisis data yaitu menelaan seluruh data, reduksi data, penarikan kesimpulan dan untuk keabsahan data penulis melakukan triagulasi data. Berdasarkan hasil penelitian bahwa upaya yang dilakukan wali kelas III dalam mengembangkan motivasi belajar anak dengan cara memberikan tugas tambahan untuk dikerjakan disekolah maupun dirumah, memberi nilai yang sesuai dengan hasil belajar siswa, dan memberikan dorongan ataupun pujian terhadap siswa agar merekea memiliki rasa kepercayaan diri terhadap hasil belajar mereka, sehingga motivasi belajar siswa menjadi meningkat.
Gambaran Kemandirian Remaja dari Keluarga Single Parent (Studi Kasus pada Remaja di RT 008 RW 003 Kelurahan Perawang) Rahmadhani Fitri; Linda Yarni
Jurnal Pendidikan dan Konseling (JPDK) Vol. 4 No. 5 (2022): Jurnal Pendidikan dan Konseling
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jpdk.v4i5.7160

Abstract

Kemandirian merupakan kemampuan penting dalam hidup seseorang yang perlu dilatih sejak dini. Seseorang dikatakan mandiri jika dalam menjalani kehidupan tidak tergantung kepada orang lain khususnya dalam melakukan kegiatan sehari-hari. Penelitian ini dilatar belakangi terdapatnya gambaran kemandirian remaja yang berasal dari keluarga single parent. Gambaran kemandirian ekonomi remaja yang bekerja untuk memenuhi kebutuhan sendiri dan membantu orangtua dalam mencukupi kebutuhan sehari-hari. Dan gambaran kemandirian sosial remaja dalam berinteraksi sosial dan tidak bergantung pada aksi orang lain. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dan mendeskripsikan gambaran kemandirian ekonomi dan sosial remaja akhir usia 19-21th dari keluarga single parent. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Teknik pengumpulan data yaitu wawancara, ITP, AUM Umum, dokumentasi. Informan kunci, yaitu orang yang dijadikan sumber informasi utama penelitian. Informan kunci dalam penelitian ini adalah Remaja akhir.Informan pendukung, yaitu informan tambahan setelah informan kunci. Informan pendukung dalam penelitian ini adalah ibu single parent, dan tetangga di dekat rumah Remaja tersebut. Berdasarkan hasil penelitian yang telah peneliti lakukan tentang gambaran kemandirian ekonomi dan sosial remaja dari keluarga single parent, gambaran kemandirian ekonomi remaja yaitu: remaja sudah mampu mengatur ekonomi sendiri dan tidak bergantung pada orang tua maupun orang lain. Gambaran kemandirian ekonomi berdasarkan hasil ITP tersebut remaja memanfaatkan keterampilan dan kemampuan untuk mengatasi masalah keuangan, berusaha menempuh berbagai cara agar tidak tergantung pada pemberian orang lain, kerja keras agar tidak bergantung kepada orangtua atau orang lain, biasa kerja keras walaupun hasilnya tidak selalu dalam bentuk uang, bekerja keras agar secepatnya dapat mandiri dalam bidang keuangan, remaja yakin setiap orang dapat hidup mandiri asal mau bekerja keras. Sedangkan gambaran kemandirian sosial remaja yaitu: remaja sudah mampu berinteraksi dengan baik di lingkungan sekitar tempat tinggal maupun tempat kerja dan tidak bergantung pada aksi aksi orang lain. Gambaran kemandirian sosial remaja menurut hasil AUM Umum yaitu remaja pandai memimpin dan tidak mudah di pengaruhi orang lain dan juga remaja mampu menjalin hubungan persahabatan.
Loneliness Problem pada Lansia di Panti Jompo Jasa Ibu Jorong Lakung Kenagarian Situjuh Batua Wiwit Marta Vella; Linda Yarni
Ranah Research : Journal of Multidisciplinary Research and Development Vol. 4 No. 1 (2021): Ranah Research : Journal Of Multidisciplinary Research and Development (Novembe
Publisher : Dinasti Research

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (569.773 KB) | DOI: 10.38035/rrj.v4i1.424

Abstract

This research is motivated by the results of interviews that researchers conducted with caretakers and elderly caretakers that many elderly people feel anxious and depressed because of a lack of social relationships with other elderly and people around them and also many who cannot communicate properly due to the physical condition of the elderly. The purpose of this study was to describe the Loneliness Problem in the elderly at the Jorong Lakung Kenagarian Sipuh Batua Nursing Home and the causes of the Loneliness Problem in the Elderly at the Jorong Lakung Kenagarian Sipuh Batua Nursing Home. This research is classified as a qualitative research with a descriptive approach. The key informants were five elderly people who were still able to communicate well and fluently and the rest could not communicate properly and fluently, while the supporting informants were two people, namely the caretaker of the orphanage and caregivers. Data was collected through observation and interviews. Data analysis techniques using data collection, data reduction, data presentation and drawing conclusions. The results of the study show that the description of the Loneliness Problem in the elderly at the Jasa Jompo Nursing Home, Jorong Lakung Kenagarian Sipuh Batua, that there are still many elderly people who feel sad, have no hope, lose loved ones, close themselves, contemplate, feel anxious, lack of social relations in general, even the elderly still have the desire to interact with the people around them. Meanwhile, there are three factors that cause Loneliness Problems in the elderly at the Jorong Lakung Kenagarian Sipuh Batua Nursing Home, namely psychological factors (low self-esteem in the elderly, decreased physical condition, decreased sexual function, decreased psychosocial aspects, social decline in society), cultural and situational factors. (changes in the way of life of the elderly, social roles), and spiritual factors.