This Author published in this journals
All Journal PERTANIAN TROPIK
Indra Syahputra
Head of Socfindo Seed & Laboratory, PT Socfin Indonesia

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

BENIH KELAPA SAWIT (Elaeis guineensis Jacq.) DXP SOCFINDO MT GANO MODERAT TAHAN GANODERMA BONINENSE Indra Syahputra; Agustiaman Purba
Jurnal Pertanian Tropik Vol. 2 No. 3 (2015): JURNAL PERTANIAN TROPIK
Publisher : Talenta Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (474.002 KB) | DOI: 10.32734/jpt.v2i3.2930

Abstract

Banyak perkebunan kelapa sawit mengalami kerugian karena penyakit busuk batang bawah, yang disebabkan oleh Ganoderma boninense, yaitu jamur yang menyebabkan kematian pada tanaman. Praktek kultur teknis agaronomis dan pengelolaan fitosanitari dapat mengurangi dampak penyakit namun harus sejalan dengan penggunaan bahan tanaman yang tahan terhadap G. boninense. Ketahanan total tanaman-tanaman terhadap jamur belum ada dilaporkan, namun banyak contoh yang sudah diamati, termasuk kelapa sawit (Durand-Gasselin et al, 2014).Kelapa sawit, merupakan tanaman yang memiliki arti penting secara ekonomi, yang merupakan salah satu sumber minyak nabati penting di dunia dan sebagai bahan bakar biodiesel yang baik. Namun saat ini, kelapa sawit menghadapi masalah terhadap serangan penyakit. Banyak penelitian yang telah dilakukan, menyatakan bahwa Ganoderma boninense merupakan patogen utama penyebab penyakit yang menyerang kelapa sawit, bahkan sampai tingkat mematikan (Hushiarian et al, 2013). Ketahanan genetis terhadap penyakit busuk pangkal batang merupakan komponen utama dalam strategi pengendalian penyakit tersebut pada tanaman kelapa sawit. Deteksi awal pada tingkat ketahanan atau kerentanan adalah hal yang sangat penting untuk pemuliaan dan kesinambungan tanaman kelapa sawit khususnya di Asia Tenggara. Screening test berbagai progeni kelapa sawit telah dikembangkan melalui pertukaran bahan tanaman antara PT PP London Sumatera dan PT Socfin Indonesia (Breton et al, 2008).