Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Analisis Kesehatan Mental Mahasiswa Perguruan Tinggi X Pada Awal Terjangkitnya Covid-19 di Indonesia Suryanto Aloysius; Nada Salvia
Jurnal Citizenship Virtues Vol. 1 No. 2 (2021): Nilai-Nilai Pendidikan dalam Budaya Lokal dan Modern
Publisher : LPPM STKIP Kusuma Negara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (796.042 KB) | DOI: 10.37640/jcv.v1i2.962

Abstract

Kesehatan mental merupakan aspek penting dalam kehidupan seseorang. Memiliki kesehatan mental yang baik tidak hanya terhindar dari penyakit mental tetapi juga memiliki keadaan mental yang sejahtera. Mahasiswa berada pada batasan remaja akhir dan dewasa awal, dimana masa ini merupakan masa kondisi mental yang tidak stabil, diiringi dengan konflik dan tuntutan serta perubahan suasana hati. Apabila individu yang mengalami masa tersebut tidak dapat mengontrol hal-hal yang terjadi, maka dapat menimbulkan masalah kesehatan mental yang akan memempengaruhi kesehatannya secara keseluruhan. Selain itu banyak dampak-dampak lain akibat terganggunya kesehatan mental. Oleh karena itu, pentingnya mengakaji lebih jauh mengenai kesehatan mental mahasiswa Perguruan Tinggi X pada awal terjangkitnya Covid-19 di Indonesia dan faktor-faktor yang memengaruhinya. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer yang didapatkan melalui survei kepada mahasiswa Perguruan Tinggi X. Analisis inferensia yang digunakan adalah analisis regresi logistik ordinal. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa sebanyak 46 persen mahasiswa Perguruan Tinggi X memiliki status kesehatan mental yang buruk. Dari sepuluh variabel penjelas, terdapat empat variabel yang berpengaruh signifikan terhadap kesehatan mental mahasiswa Perguruan Tinggi X tahun akademik 2019/2020 yaitu jenis kelamin, dukungan sosial, ketergantungan smartphone, dan pendapatan.
Variabel-variabel yang Memengaruhi Perilaku Prososial Indonesia Tahun 2017 Hadziq Shubhan; Suryanto Aloysius
Seminar Nasional Official Statistics Vol 2021 No 1 (2021): Seminar Nasional Official Statistics 2021
Publisher : Politeknik Statistika STIS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (395.094 KB) | DOI: 10.34123/semnasoffstat.v2021i1.1034

Abstract

Indonesian prosocial behavior in 2017 was decreased compared to 2016. This decline was followed by an increase in aggressive behavior in Indonesia in 2017. If this is not addressed immediately, it will be one of the triggers for increasing aggressive behavior in Indonesia. Therefore, this study aims to identify the variables that influence prosocial behavior and observe their tendencies. The data source used is the 2017 Happiness Level Measurement Survey (SPTK) by BPS. The analysis used is descriptive analysis with cross tabulation between prosocial behavior and the characteristics, and inferential analysis with binary logistic regression. The response variable is prosocial behavior, while the independent variables are happiness, social capital, and sociodemographic variables. The results showed that the variables which influenced prosocial behavior were life satisfaction, feelings, eudaimonic , trust and tolerance, age, and income. Except the income variable, other variables have a positive tendency ratio towards prosocial behavior. While the income variable has a negative tendency.