Yulia Novika Juherman
Poltekkes Kemenkes Tanjungkarang, Bandar Lampung

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Edukasi Gizi Seimbang Sejak Dini Pada Anak Prasekolah Sebagai Upaya Pencegahan Masalah Gizi Di Wilayah Puskesmas Baradatu Way Kanan Yulia Novika Juherman
Jompa Abdi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 1 No. 2 (2022): Jompa Abdi: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Yayasan Jompa Research and Development

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (644.772 KB)

Abstract

Masalah gizi khususnya stunting tidak hanya dapat diintervensi pada seribu hari pertama kehidupan (1000 HPK) namun masih bisa dilakukan intervensi pada usia pra sekolah hingga usia sekolah dan remaja agar tidak semakin parah dampaknya ke depan. Oleh karena itu, berbagai upaya perlu dilakukan untuk mencegah agar masalah gizi ini dapat diatasi. Salah satu upaya yang dapat dilakukan adalah edukasi gizi kepada orangtua, anak, dan pihak sekolah sejak dini di masyarakat. Kegiatan edukasi ini merupakan bagian dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan sikap ibu, anak, dan guru dalam penerapan konsumsi makanan bergizi seimbang pada anak sejak usia dini. Hal ini sebagai upaya mencegah dan mengatasi stunting yang berkelanjutan pada usia sekolah di Wilayah Kerja Puskesmas Baradatu. Metode intervensi yang dilakukan untuk mencapai tujuan tersebut adalah dengan penyuluhan interaktif menggunakan media penyuluhan audio visual. Sebanyak 20 peserta yang hadir dan setelah kegiatan penyuluhan diperoleh hasil bahwa seluruh peserta baik ibu, anak, dan guru mengalami peningkatan pengetahuan terkait penerapan gizi seimbang pada menu harian anak dengan rata-rata sebesar sebesar 80%. Selanjutnya, perlu adanya kegiatan pendampingan dari puskesmas untuk memberikan edukasi gizi pada anak pra sekolah dan anak sekolah serta monitoring status gizi anak di sekolah agar anak terhindar dari masalah gizi dan memiliki status gizi yang baik.
Peningkatan Kapasitas Petugas Kesehatan Melalui Workshop Konseling Menyusui Sebagai Upaya Pencegahan Stunting Di Lokasi Khusus (Lokus) Stunting Kabupaten Lampung Selatan Yulia Novika Juherman
Jompa Abdi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 1 No. 4 (2022): Jompa Abdi: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Yayasan Jompa Research and Development

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57218/jompaabdi.v1i4.314

Abstract

Pemberian ASI Eksklusif yang belum diperoleh oleh seluruh balita di Indonesia sejalan dengan adanya masalah stunting yang lebih dari 20%. Pemerintah telah menetapkan lokasi khusus (lokus) stunting di setiap kabupaten/kota untuk prioritas pencegahan stunting. Oleh karena itu, berbagai upaya perlu dilakukan untuk mengatasi masalah stunting. Salah satu upaya yang sebaiknya dilakukan adalah seperti Dinas Kesehatan Kabupaten Lampung Selatan yaitu menyelenggarakan workshop Konseling Menyusui bagi tenaga kesehatan dan kader kesehatan dari seluruh desa lokus stunting. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas petugas kesehatan dan tokoh masyarakat saat mendampingi ibu menyusui dalam memberikan ASI kepada bayi. Peranan tenaga kesehatan dan kader kesehatan yang terampil sangat besar terhadap keberhasilan pemberian ASI eksklusif. Metode kegiatan dilakukan dengan penyuluhan interaktif menggunakan media penyuluhan audio visual, roleplay, dan studi kasus.  Kegiatan ini mendapatkan respon yang positif dimana seluruh peserta merasa materi ini penting dan sesuai dengan kebutuhan di masyarakat. Selain itu, hasil dari kegiatan ini menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan dan keterampilan peserta dalam memberikan konseling menyusui yang dilihat saat kegiatan roleplay. Selanjutnya, perlu diaktifkan kembali meja empat yaitu meja penyuluhan di Posyandu agar dapat memberikan evaluasi dan edukasi kepada ibu bayi terhadap hasil pemantauan pertumbuhan bayi.agar dapat mencegah dan melakukan deteksi dini stunting.