p-Index From 2021 - 2026
0.444
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Tedc
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

PENGARUH JARAK KOMUNIKASI DENGAN SISTEM BLUETOOTH PADA PROSES POWDER COATING Yurika Sjahrul
Jurnal TEDC Vol 9 No 3 (2015): Jurnal TEDC
Publisher : UPPM Politeknik TEDC Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (398.034 KB)

Abstract

Powder coating merupakan pengecatan yang digunakan untuk melapisi permukaan logam. Oleh karena itu dibuat plant proses powder coating secara otomatis. Alat ini dikendalikan dengan sistem pengendalian berbasis Arduino Uno dengan dua cara pengendalian yang berbeda yaitu dengan cara manual melalui tomboltombol pada panel kontrol manual dan cara otomatis dengan sistem wireless melalui smartphone berbasis sistem Android. Dengan adanya alat ini maka operator tidak berhubungan langsung dengan alat yang digunakan dan proses pengecatannya. Dengan terciptanya alat ini tentunya proses pengecatan dapat dilakukan secara otomatis tanpa perlu operator berhubungan langsung dengan proses pengecatan yang berdampak baik pada kesehatan operator.Kata kunci : Arduino, Kendali, Sistem Wirele
PERANCANGAN ALAT PENJEMUR PAKAIAN OTOMATIS BERBASIS MIKROKONTROLLER Yurika Sjahrul; Mutajadid .
Jurnal TEDC Vol 16 No 2 (2022): JURNAL TEDC
Publisher : UPPM Politeknik TEDC Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (277.286 KB)

Abstract

Kebutuhan manusia akan teknologi semakin lama semakin meningkat seiring dengan keinginan manusia untuk menggunakan teknologi tersebut. Kecenderungan manusia menggunakan teknologi untuk mempermudah kegiatan memicu berkembangnya teknologi baru yang memanfaatkan sistem kontrol dalam perkembangan teknologi tersebut. Salah satu penerapan teknologi yang dapat digunakan manusia adalah penjemur pakaian otomatis dengan menggunakan mikrokontroller Arduino. Penjemur pakaian otomatis ini menggunakan motor dc, sensor cahaya dan sensor hujan sebagai mekanismenya, dengan indikator yang dinilai adalah cahaya di sekitar dan air hujan. Identifikasi cahaya menggunakan sensor LDR sedangkan pembacaan tetesan air hujan diproses dengan sensor water drop. Proses pembacaan cahaya sangat berpengaruh juga dengan intensitas cahaya di sekitarnya. Sensor akan membaca intensitas cahaya tertinggi pada sudut 90 derajat yang dimana posisi matahari sedang berada pada titik tertinggi, dan akan mendapat intensitas cahaya yang redup pada sudut 45 derajat dan 135 derajat dimana itu posisi matahari saat terbit atau matahari akan turun.
IOT PADA MONITORING WATER LEVEL MENGGUNAKAN ESP8266 yurika sjahrul; Adji Muhaemin Zuhud
Jurnal TEDC Vol 17 No 1 (2023): JURNAL TEDC
Publisher : UPPM Politeknik TEDC Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Filling the water reservoir is still done manually, so the water level in the reservoir cannot be known and causes the reservoir to overflow or empty. Sometimes people forget to turn off the water pump when the water reservoir is full, causing air to be wasted. From these problems, it is necessary to make a tool that can be controlled automatically. This automatic control works so that it can be used for electricity use so that the motor can only be at the levels that have been set as needed. IOT-based monitoring and controlling of water levels using the esp8266 microcontroller can make it easier to carry out the process of observing and controlling in real time. This control system uses a water pump that functions to install water in the tank and the water level sensor will detect the water in the tank. the presence of water in the tank will be displayed on the LCD which serves as an indicator. Based on the results of the study, it can be said that the water tank filling system can control the water level in the tank automatically at low, medium, and high conditions. The test results in 5 trials, the average difference between the height of the blynk application and the actual distance from all experiments that have been carried out is 0.84 cm. And the average relative error yields 4.8%.