Waduk Cirata merupakan waduk yang terletak di Jawa Barat. Manfaat utama dari waduk tersebut adalah sebagai pembangkit listrik untuk wilayah Jawa, Madura, dan Bali (Jamali). Selain untuk pembangkit listrik, waduk Cirata juga dimanfaatkan untuk budidaya perikanan khususnya budidaya ikan menggunakan sistem keramba jaring apung (KJA), irigasi pertanian, dan pengembangan pariwisata. Akan tetapi, seiring dengan perkembangannya aktivitas-aktivitas tersebut telah melampaui daya dukung waduk yang dapat menimbulkan dampak negatif terhadap pemanfaatan waduk dan lebih jauh lagi gangguan terhadap eksistensi waduk itu sendiri yang disebabkan oleh terganggunya pelestarian sumber daya air. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis dampak perubahan kondisi lingkungan perairan Waduk Cirata terhadap produksi listrik di PLTA Cirata. Dalam penelitian ini menggunakan data sekunder berupa data produksi listrik selama lima tahun pada periode 2009-2013, data kualitas yang diwakili oleh indeks korosifitas air menggunakan metode Langilier index saturation (LSI). Hubungan antara produksi listrik dengan kondisi lingkungan air dianalisis menggunakan metode regresi linear berganda. Kondisi lingkungan air berpengaruh signifikan terhadap produksi listrik dengan tingkat signifikansi sebesar 99,2%, sedangkan sisanya sebesar 0,8% merupakan kontribusi dari variabel lain yang tidak diteliti. Kuantitas air adalah variabel yang memberikan kontribusi paling dominan terhadap produksi listrik di PLTA Cirata dengan kontribusi yang diberikan sebesar 99,20%, Kata Kunci: kondisi lingkungan air, produksi listrik , langilier index saturation