Salsabillah Malicha Putri
Universitas Negeri Malang

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Peran forda IPTTM dalam memperkenalkan kebudayaan Toraja di Kota Malang Nida Khoirunisa; Audria Octavia Sri Anjani; Salsabillah Malicha Putri; Nanda Harda Pratama Meiji
Jurnal Integrasi dan Harmoni Inovatif Ilmu-Ilmu Sosial (JIHI3S) Vol. 1 No. 1 (2021)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (639.247 KB) | DOI: 10.17977/um063v1i1p107-115

Abstract

Regional student organizations are organizations formed through a group of students who come from one area and have the same goal. Forda IPTTM (Tongkonan Toraja Malang Youth Association) is a form of regional student organization that has the same goal among its members, namely as a communication for Toraja students who have migrated in Malang. This research focuses on how the role of Forda IPTTM in introducing Toraja culture in Malang. This study uses a qualitative approach and is described descriptively by providing a detailed description of the problem formulation in the study. In analyzing research problems, researchers used Max Weber's theory of social action and the concept of status and role. The results showed that students who have status as members and administrators have rights and obligations that must be carried out for the success of the goals of the establishment of Forda IPTTM. The role of Forda IPTTM in introducing Toraja culture is manifested through the activities and work programs they have carried out, namely participating in cultural exhibitions by presenting Toraja dances and participating in the Universitas Brawijaya Cultural Village Festival, as well as promoting Toraja culture through social media. Organisasi mahasiswa daerah ialah sebuah organisasi yang terbentuk melalui beberapa kumpulan mahasiswa yang berasal dari satu daerah dan memiliki tujuan yang sama. Forda IPTTM (Ikatan Pemuda Tongkonan Toraja Malang) merupakan salah satu bentuk organisasi mahasiswa daerah yang memiliki tujuan yang sama antar anggotanya yakni sebagai komunikasi mahasiswa Toraja yang merantau di Malang. Penelitian ini berfokus pada bagaimana peran Forda IPTTM dalam memperkenalkan kebudayaan Toraja di Malang. Peneliti menggunakan pendekatan kualitatif dan penelitian dijelaskan secara deskriptif dengan cara memberi gambaran terperinci mengenai rumusan masalah dalam penelitian. Dalam menganalisis permasalahan penelitian, teori yang digunakan peneliti adalah teori tindakan sosial Max Weber serta konsep status dan peran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mahasiswa yang memiliki status sebagai anggota maupun pengurus memiliki hak dan kewajiban yang harus dijalankan demi keberhasilan tujuan berdirinya Forda IPTTM. Peran Forda IPTTM dalam memperkenalkan kebudayaan Toraja diwujudkan melalui program kerja dan kegiatan yang telah mereka lakukan yakni mengikuti pameran budaya dengan menampilkan tarian Toraja dan mengikuti Festival Kampung Budaya Universitas Brawijaya, serta mempromosikan kebudayaan Toraja melalui media sosial.
Dramaturgi dalam Motif Sharing di Instagram pada Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Malang Salsabillah Malicha Putri; Deny Wahyu Apriadi
Jurnal Komunikasi Nusantara Vol 5 No 1 (2023)
Publisher : Unitri Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33366/jkn.v5i1.249

Abstract

The existence of social media made it easy for everyone to interact. The rising use of social media in Indonesia resulted in the emergence of the sharing phenomenon. This research intended to describes the motives of sharing on instagram, as well as overview of the front stage and the back stage. The method that has been employed for this research is qualitative research with type of descriptive research. The dramaturgy theory of Erving Goffman is used to describe the motives of sharing on Instagram. Based on the result of the research, there are five motives of sharing on instagram. First, the social relations in which made the students feel happy and recognized when they got likes and comments. Second, the self-representation, in this case, the students wanted to show good self-representation. Third, entertainment and learning in which coul be seen from the individuals’ behavior of sharing unique and interesting posts. Fourth, Instagram could be used as a diary that stored all activities. Fifth, the motive for expression in which students have a habit since then to tell all the activities carried out to others. The front stage is everything displayed by the individuals when they were interacting with others. The front stage consisted of the setting and the personal front. The setting is related to photo selection and the features that are used, meanwhile the personal front is related to the feed, story, caption, and their manner. Furthermore, the back stage is related to the real-life situation. Abstrak Adanya media sosial memudahkan setiap orang untuk berinteraksi. Maraknya penggunaan media sosial di Indonesia mengakibatkan munculnya fenomena sharing. Penelitian ini menggambarkan tentang motif sharing di instagram, serta gambaran panggung depan dan panggung belakang. Metode yang digunakan pada penelitian ini yaitu metode penelitian kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Teori dramaturgi Erving Goffman digunakan untuk menggambarkan motif sharing di Instagram. Berdasarkan hasil penelitian terdapat lima motif sharing di Instagram. Pertama, relasi sosial yang membuat mahasiswa merasa senang dan diakui ketika mendapat like dan komentar. Kedua, representasi diri, dalam hal ini mahasiswa ingin menampilkan representasi diri yang baik. Ketiga, hiburan dan belajar yang terlihat dari perilaku individu membagikan postingan yang dirasa menarik dan unik. Keempat, Instagram bisa dijadikan buku harian yang menyimpan segala aktivitas. Kelima, motif berekspresi di mana mahasiswa memiliki kebiasaan sejak untuk menceritakan segala aktivitas yang dilakukan kepada orang lain. Panggung depan adalah sesuatu yang ditunjukkan individu ketika mereka berinteraksi dengan orang lain. Panggung depan terdiri dari setting dan personal front. Setting berkaitan dengan pemilihan foto dan fitur yang digunakan, sedangkan personal front berkaitan dengan feed, story, caption, dan sikap mereka. Selanjutnya, panggung belakang terkait dengan situasi kehidupan nyata.
Dramaturgi dalam Motif Sharing di Instagram pada Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Malang Salsabillah Malicha Putri; Deny Wahyu Apriadi
Jurnal Komunikasi Nusantara Vol 5 No 1 (2023)
Publisher : Unitri Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33366/jkn.v5i1.249

Abstract

The existence of social media made it easy for everyone to interact. The rising use of social media in Indonesia resulted in the emergence of the sharing phenomenon. This research intended to describes the motives of sharing on instagram, as well as overview of the front stage and the back stage. The method that has been employed for this research is qualitative research with type of descriptive research. The dramaturgy theory of Erving Goffman is used to describe the motives of sharing on Instagram. Based on the result of the research, there are five motives of sharing on instagram. First, the social relations in which made the students feel happy and recognized when they got likes and comments. Second, the self-representation, in this case, the students wanted to show good self-representation. Third, entertainment and learning in which coul be seen from the individuals’ behavior of sharing unique and interesting posts. Fourth, Instagram could be used as a diary that stored all activities. Fifth, the motive for expression in which students have a habit since then to tell all the activities carried out to others. The front stage is everything displayed by the individuals when they were interacting with others. The front stage consisted of the setting and the personal front. The setting is related to photo selection and the features that are used, meanwhile the personal front is related to the feed, story, caption, and their manner. Furthermore, the back stage is related to the real-life situation. Abstrak Adanya media sosial memudahkan setiap orang untuk berinteraksi. Maraknya penggunaan media sosial di Indonesia mengakibatkan munculnya fenomena sharing. Penelitian ini menggambarkan tentang motif sharing di instagram, serta gambaran panggung depan dan panggung belakang. Metode yang digunakan pada penelitian ini yaitu metode penelitian kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Teori dramaturgi Erving Goffman digunakan untuk menggambarkan motif sharing di Instagram. Berdasarkan hasil penelitian terdapat lima motif sharing di Instagram. Pertama, relasi sosial yang membuat mahasiswa merasa senang dan diakui ketika mendapat like dan komentar. Kedua, representasi diri, dalam hal ini mahasiswa ingin menampilkan representasi diri yang baik. Ketiga, hiburan dan belajar yang terlihat dari perilaku individu membagikan postingan yang dirasa menarik dan unik. Keempat, Instagram bisa dijadikan buku harian yang menyimpan segala aktivitas. Kelima, motif berekspresi di mana mahasiswa memiliki kebiasaan sejak untuk menceritakan segala aktivitas yang dilakukan kepada orang lain. Panggung depan adalah sesuatu yang ditunjukkan individu ketika mereka berinteraksi dengan orang lain. Panggung depan terdiri dari setting dan personal front. Setting berkaitan dengan pemilihan foto dan fitur yang digunakan, sedangkan personal front berkaitan dengan feed, story, caption, dan sikap mereka. Selanjutnya, panggung belakang terkait dengan situasi kehidupan nyata.