Berbagai kajian mengenai pedesaan masih terfokuskan pada berbagai proses pembangunan infrastruktur dan ekonomi yang tertinggal dibandingkan perkotaan. Sampai saat ini masih jarang yang membahas mengenai gaya hidup dan proses interaksi antar pemuda di wilayah pedesaan. Gaya hidup dan interaksi sering sekali menjadi tolak ukur tingkat kesejahteraan ekonomi yang dimiliki para pemuda. Oleh karena itu, gaya hidup dan proses interaksi sosial akan menjadi hal yang sangat menarik untuk diteliti yang dilakukan di wilayah pedesaan yakni Rowoklampok, Senggreng. Disisi lain gaya hidup dan interaksi merupakan cara seorang pemuda untuk melakukan berbagai aktivitas nongkrong di cafe. Penelitian ini bertujuan untuk membedakan antara gaya hidup dan interaksi pemuda di cafe Sudimoro dan Rowoklampok dalam memanfaatkan waktu luang yang mereka miliki. Jenis penelitian ini adalah studi pustaka dimana data diperoleh dari artikel, jurnal, skripsi, tesis dan sejenisnya. Dari hasil penelitian ini mengantarkan pada kesimpulan mengenai gaya hidup nangkring dan proses interaksi sosial pemuda sudah ada sejak mereka kecil. Namun, jika dahulu banyak sekali pemuda yang nangkring di pinggiran desa sekarang menjadi lebih suka nongkrong di cafe dan akhirnya memunculkan inovasi pendirian cafe agar menarik para pemuda nangkring disana. Selain itu, cafe di pedesaan lebih identik dengan wisata keluarga, sedangkan di perkotaan lebih identik dengan nangkring bersama teman untuk berkumpul dan membahas banyak hal.