Penelitian tentang “Pengaruh Sumber Bibit Setek Umbi dan Cara PenanamanTerhadap Pertumbuhan Bibit Garut (Marantha arumdinaceae L.)†telah dilaksanakanmulai tanggal 8 Desember 2013 sampai 8 Februari 2014 di desa Pranggong,Kecamatan Andong, Kabupaten Boyolali.Penelitian ini bertujuan : (1) untuk mengetahui pengaruh sumber bibit setekumbi terhadap pertumbuhan bibit garut, 2) untuk mengetahui sumber bibit setekumbi yang berpengaruh terbaik terhadap pertumbuhan bibit garut, (3) untukmengetahui pengaruh cara penanaman terhadap pertumbuhan bibit garut, (4)untuk mengetahui cara penanaman yang berpengaruh terbaik terhadap pertumbuhanbibit garut, dan (5) untuk mengetahui pengaruh interaksi antara sumber bibit setekumbi dan cara penanaman terhadap pertumbuhan bibit garut.Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang disusunsecara faktorial. Perlakuan terdiri dari 2 faktor dan masing-masing kombinasiperlakuan diulang 4 kali. Adapun kedua faktor tersebut adalah sebagai berikut :1. Sumber bibit setek umbi (S) dengan 3 taraf yaitu :S1 = Setek umbi bagian ujungS2 = Setek umbi bagian tengahS3 = Setek umbi bagian pangkal2. Cara penanaman (C), terdiri dari 2taraf yaitu :C1 = Penanaman secara vertikalC2 = Penanaman secara horizontalKedua faktor perlakuan tersebut dikombinasikan sehingga diperoleh 6 kombinasiperlakuan. Data dianalisis menggunakan Analisis Ragam, yang dilanjutkan denganUji Beda Nyata Jujur pada taraf nyata 5%.Hasil penelitian ini menunjukkan : (1) perlakuan sumber bibit setek umbihanya berpengaruh nyata terhadap pertumbuhan tinggi bibit. Pengaruh terbaikdiperoleh pada perlakuan setek umbi bagian pangkal yang menghasilkan bibitsetinggi 33,59 cm tetapi tidak berbeda nyata dengan setek umbi bagian ujung yangmenghasilkan bibit setinggi 30,54 cm., (2) perlakuan cara penanaman bibit garutberpengaruh nyata terhadap pertumbuhan tinggi bibit, jumlah tunas, dan jumlahdaun. Pengaruh terbaik terhadap tinggi bibit diperoleh pada perlakuan penanamansecara horizontal yang menghasilkan bibit setinggi 33,57 cm. Pengaruh terbaikterhadap jumlah tunas diperoleh pada perlakuan penanaman secara horizontal yangmenghasilkan 1,63 tunas. Pengaruh terbaik terhadap jumlah daun diperoleh padaperlakuan penanaman secara horizontal yang menghasilkan 5,67 daun, (3) tidak