Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

MANHAJ IJTIHAD PADA ASPEK POLITIK Gani Jumat
Qaumiyyah: Jurnal Hukum Tata Negara Vol. 1 No. 1 (2020)
Publisher : Program Studi Hukum Tata Negara Islam, Fakultas Syariah, Universitas Islam Negeri (UIN) Datokarama Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (805.273 KB) | DOI: 10.24239/qaumiyyah.v1i1.2

Abstract

This article discusses the application of the manhaj or the ijtihad method to the political aspects of the state. The focus of the problem is, can ijtihad be applied to the political aspects of the state, not only to the aspects of fiqh or religious law? Some Muslims still understand that the position of ijtihad is limited to the aspect of fiqh alone. for example, matters of the law of religious observances, marriage and other social institutions). During the period of the Prophet Muhammad, when he moved to Medina, the Prophet made a political commitment as a nation and state involving various ethnic, ethnic and religious layers in Medina. This political commitment is called Shahifah Madinah or Watsiqah Madinah (Medina charter), which consists of 47 articles as the basis for living together with the nation and state. Until now, in a very modern world, the Medina Charter is still considered the most modern political monumental ijtihad ever practiced by the Prophet Muhammad. Based on the above thought background, ijtihad can be used as a method of approach in formulating the concepts of state politics.
PERAN KANTOR URUSAN AGAMA (KUA) DALAM MENINGKATKAN KESADARAN MUALAF DALAM BERWAKAF (STUDI KASUS KELURAHAN BAHONTULA KECAMATAN PETASIA KABUPATEN MOROWALI UTARA) Mustari; Gani Jumat; Sitti Nurkhaerah
Familia: Jurnal Hukum Keluarga Vol. 2 No. 2 (2021)
Publisher : Program Studi Hukum Keluarga Fakultas Syariah UIN Datokarama Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (303.942 KB) | DOI: 10.24239/familia.v2i2.27

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan peran Kantor Urusan Agama (KUA) dalam meningkatkan kesadaran muallaf dalam berwakaf. Sebab, berawal dari keprihatinan peneliti terhadap rendahnya kesadaran muallaf dalam berwakaf sebagaimana yang peneliti ketahui mayoritas mualaf di Kabupaten Morowali Utara tepatnya di Kelurahan Bahontula Kecamatan Petasia, merupakan masyarakat yang dapat digolongkan sebagai masyarakat berpenghasilan tinggi. Namun kesadaran muallaf yang relatif rendah akan pentingnya wakaf menyebabkan para muallaf tersebut enggan untuk berwakaf. Penelitian ini menggunakan penelitian deskripsi kualitatif. Adapun metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode dengan teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan Hasil penelitian ini menjelaskan dua hal, pertama; peranKantor Urusan Agama (KUA) Petasia dalam memberikan pembinaan dalam hal wakaf kepada para muallaf dengan cara memberikan pembinaan secara langsung kepada para muallaf, khususnya dalam hal Wakaf. Kedua; hambatan-hambatan yang dihadapi Kantor Urusan Agama (KUA) Petasia dalam memberikan pembinaan keagamaan khususnya dalam hal Wakaf kepada para muallaf di Kelurahan Bahontula Kecamatan Petasia Kabupaten Morowali Utara.