Abstrak: Kesehatan reproduksi merupakan suatu hal yang penting bagi remaja putri. Selama usia reproduksi perempuan mengalami menstruasi secara berkala. Keluhan yang sering muncul pada sebagian besar wanita yaitu dismenore. Salah satu faktor yang menyebabkan dismenore adalah anemia atau kadar Hb <12 gr/dl. tujuan pengabdian masyarakat ini yaitu untuk memberikan edukasi dan demonstrasi pada remaja putri terkait pencegahan anemia dan dismenore agar menciptakan remaja yang produktif dengan cara pemberian pil cantik dan susu kedelai serta pelaksanaan yoga. Tahapan kegiatan yaitu: (1) menentukan waktu pelaksanaan dan mengumpulkan sasaran sebanyak 36 remaja putri melalui kader; (2) melakukan pemeriksaan hb; (3) melakukan pre-test; (4) memberikan edukasi; (5) melakukan post-test; (6) pelaksanaan yoga; dan (7) pemberian pil cantik dan susu kedelai. Hasil pre-test didapatkan 34 dari 36 remaja memiliki pengetahuan yang baik (94,4%). Setelah diberikan edukasi didapatkan hasil dari post-test sebanyak 36 remaja memiliki pengetahuan yang baik. Hasil pemeriksaan Hb sebelum diberikan pil cantik dan susu kedelai yaitu 27 orang kategori normal, 2 orang anemia ringan, 6 orang anemia sedang, dan 1 orang anemia berat. Setelah diberikan pil cantik dan susu kedelai hasil pemeriksaan hb yaitu 29 orang orang kategori normal, 6 orang anemia ringan, 1 orang anemia sedang. Dari hal tersebut dapat disimpulkan bahwa pemberian edukasi dapat meningkatkan tingkat pengetahuan remaja dan pemberian pil cantik dan susu kedelai signifikan untuk menurunkan anemia.Abstract: Reproductive health is important for young women. During reproductive age women periodically have menstruation. A complaint that often appears in most women is dysmenorrhea. One of the factors that cause dysmenorrhea is anemia or Hb levels <12 gr/dl. The purpose of this community service is to provide education and demonstrations to young women related to the prevention of anemia and dysmenorrhea in order to create productive adolescents by giving beautiful pills and soy milk as well as the implementation of yoga. The stages of the activity are: (1) determining the timing of implementation and collecting targets for 36 young women through cadres; (2) conducting hb checks; (3) pre-test; (4) providing education; (5) conduct a post-test; (6) the implementation of yoga; and (7) the administration of beautiful pills and soy milk. The Pre-test results obtained 34 out of 36 adolescents have good knowledge (94.4%). After being given education, the results of the post-test were obtained as many as 36 adolescents had good knowledge. The results of the Hb examination before being given beautiful pills and soy milk were 27 people in the normal category, 2 people with mild anemia, 6 people with moderate anemia, and 1 person with severe anemia. After being given beautiful pills and soy milk, the results of the hb examination were 29 people in the normal category, 6 people with mild anemia, 1 person with moderate anemia. From this, it can be concluded that providing education can increase the level of knowledge of adolescents and the provision of beautiful pills and soy milk is significant to reduce anemia.