Reny Rochmawati
Prodi Teknik Sipil, Fakultas Teknik Dan Sistem Informasi, Universitas Yapis Papua

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

SISTEM DRAINASE BERKELANJUTAN DALAM MENGATASI GENANGAN AIR PADA KAWASAN HAMADI RAWA KOTA JAYAPURA Andung Yunianta; Reny Rochmawati; Dian Dwilaga
Jurnal MEDIAN Arsitektur dan Planologi Vol 12 No 2 (2022): Jurnal Median
Publisher : Universitas Sains dan Teknologi Jayapura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (993.155 KB) | DOI: 10.58839/jmap.v12i2.1094

Abstract

Kawasan dengan sistem drainase yang kurang baik sering menimbulkan berbagai permasalahanberupa genangan air, jika volume air limpasan permukaan cukup besar maka akan terjadi banjir.Evaluasi sistem drainase dan penggunaan sistem drainase yang berkelanjutan atau berwawasanlingkungan sangat diharapkan, guna mengatasi permasalahan genangan air. Penelitian ini bertujuanuntuk mengetahui debit banjir, evaluasi sistem drainase, dan penggunaan sistem drainaseberkelanjutan. Lokasi penelitian pada Kawasan Hamadi Rawa, Jayapura Selatan, Kota Jayapura,Papua. Metode penelitian yang digunakan yaitu survei dan observasi lapangan serta analisis sistemdrainase dengan perhitungan debit banjir, analisis sistem drainase eksisting dan sistem drainaseberkelanjutan. Pada hasil analisis dengan menggunakan pedoman perencanaan sistem drainasejalan, diperoleh untuk saluran primer Q rencana sebesar 0,247 m3/det dan Q saluran sebesar 0,749m3/det. Terjadinya genangan air di Kawasan Hamadi Rawa disebabkan oleh kondisi topografi wilayahyang berbentuk cekungan. Oleh karenanya diperlukan re-desain dimensi saluran dan pengadaansumur resapan, yang merupakan bagian dari sistem drainase berkelanjutan (sustainable drainage).Dimensi saluran yang baru memiliki lebar dasar 0,94 m dan tinggi muka air 0,94 m. Sumur resapandiadakan guna meresapkan air ke dalam tanah. Dengan adanya sistem sumur resapan ini diharapkanmampu meningkatkan kualitas dan kuantitas air tanah serta mengurangi volume air limpasan.