p-Index From 2021 - 2026
0.444
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Akuntansiku Taxpedia
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Analisis Perubahan Laba Komersial Perusahaan Sektor Consumer Goods Sebelum Dan Saat Pandemi Covid-19 Muh. Fahreza Haqie; Nico Wahyudi; Rafika Surya Manullang; Ferry Irawan
Akuntansiku Vol 1 No 3 (2022)
Publisher : PT WIM Solusi Prima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (382.954 KB) | DOI: 10.54957/akuntansiku.v1i3.271

Abstract

The Covid-19 pandemic has caused significant impact on the global economy, including Indonesia. Consumer goods companies are also affected by the decline in people's purchasing power due to the lockdown policy. This study aims to analyze changes in the commercial profits of consumer goods companies before and during the Covid-19 pandemic. Observations were made on the financial statements of three consumer goods companies, PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP), PT Garudafood Putra Putri Jaya Tbk (GOOD), and PT Siantar Top Tbk (STTP) in the period of 2019 s.d. 2021. This study found that ICBP and GOOD experienced a decrease in ROA, ROE, NPM during the Covid-19 pandemic. An interesting thing was found in STTP where ROA, ROE, and NPM actually increased. The implications of this research can be used for investors in making decisions related to stock investment. Pandemi Covid-19 telah menimbulkan dampak yang signifikan pada perekonomian global, termasuk Indonesia. Perusahaan consumer goods pun tak luput dari imbas penurunan daya beli masyarakat akibat terbatasnya aktivitas sehari-hari masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perubahan laba komersial perusahaan consumer goods sebelum dan saat pandemi Covid-19. Observasi dilakukan terhadap laporan keuangan tiga perusahaan consumer goods, yaitu PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP), PT Garudafood Putra Putri Jaya Tbk (GOOD), dan PT Siantar Top Tbk (STTP) dalam periode 2019 s.d. 2021. Studi ini menemukan bahwa ICBP dan GOOD mengalami penurunan ROA, ROE, NPM pada masa pandemi Covid-19. Hal yang menarik ditemukan pada STTP di mana ROA, ROE, dan NPM justru mengalami peningkatan. Implikasi dari penelitian ini dapat digunakan bagi para investor dalam pengambilan keputusan terkait penanaman saham.
THE ANALISIS FASILITAS PAJAK PERTAMBAHAN NILAI DIBEBASKAN (STUDI KASUS BIAYA JASA PENGELOLAAN SUMBER DAYA AIR) Benny Ardiansyah; Nico Wahyudi
Journal of Tax Policy, Economics, and Accounting (TAXPEDIA) Vol 2 No 2 (2024): Vol. 2 No. 2 (2024): November 2024
Publisher : MUC Tax Research Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61261/taxpedia.v2i2.56

Abstract

Deprivatisasi sektor layanan publik, termasuk industri pengelolaan air bersih, terjadi di berbagai negara. Pengelolaan air bersih di Indonesia dilakukan oleh Perusahaan Daerah yang tergabung dalam Persatuan Perusahaan Air Minum Seluruh Indonesia (Perpamsi). Salah satu masalah yang mengganjal bagi Perpamsi dalam penyediaan air bersih bagi publik adalah tingginya beban pajak, yaitu Biaya Jasa Pengelolaan Sumber Daya Air (BJPSDA), Pajak Air Permukaan dan Pajak Pertambahan Nilai (PPN). Bahkan terdapat pengenaan PPN atas BJPSDA, sehingga mereka mengusulkan diberikannya fasilitas PPN dibebaskan atas jenis jasa ini. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan analisis pemberian fasilitas PPN dibebaskan atas BJPSDA. Penelitian dilaksanakan dengan metode kualitatif yang bersifat explanatory study. Metode penelitian menggunakan prinsip pengenaan PPN berdasarkan Ottawa Framework sebagaimana direkomendasikan oleh Organisation for Economic Cooperation and Development (OECD). Pemberian fasilitas PPN harus memenuhi prinsip umum : netralitas, efisiensi, efektifitas dan keadilan, kepastian dan, kesederhanaan serta fleksibilitas. Hasil penelitian membuktikan bahwa kebijakan PPN dibebaskan atas BJPSDA berpotensi melanggar prinsip netralitas, efisiensi, efektifitas dan kepastian, dan kesederhanaan. Sementara itu prinsip kepastian dan keadilan, serta fleksibilitas dapat terpenuhi.