Dhea Aprilia
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

EVALUASI KEPATUHAN WAJIB PAJAK PBB DALAM MEMBAYAR PAJAK BUMI DAN BANGUNAN (Studi Kasus Kepatuhan Wajib Pajak PBB Di Desa Slamparejo Kecamatan Jabung Kabupaten Malang) Dhea Aprilia; Slamet Muchsin; Roni Pindahanto
Respon Publik Vol 14, No 2 (2020): Respon Publik
Publisher : Universitas Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (405.411 KB)

Abstract

Evaluasi kepatuhan wajib pajak PBB dalam membayar Pajak Bumi Dan Bangunan penting dilakukan agar proses pembayaran Pajak Bumi dan Bangunan di Desa Slamparejo Kecamatan Jabung Kabupaten Malang dapat mencapai target yang sudah ditetapkan. Melihat dari fenomena yang ada, wajib pajak di Desa Slamparejo masih banyak yang mengabaikan tangung jawabnya sebagai wajib Pajak Bumi Dan Bangunan. Masih banyak ditemukan wajib pajak di Desa Slamparejo yang membayar PBB jatuh tempo, membayar PBB tidak tepat waktu, bahkan sampai menunggak bertahun-tahun. Inilah yang menyebabkan capaian target PBB di Desa Slamparejo tidak dapat teralisasi sesuai dengan target yang sudah ditetapkan.Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui capaian target PBB di Desa Slamparejo Kecamatan Jabung Kabupaten Malang tahun 2017-2019. Peneliti menggunakan jenis penelitian kualitatif dengan metode deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (A) target capaian Pajak Bumi dan Bangunan di Desa Slamparejo yaitu: (1) target capaian Pajak Bumi dan Bangunan di Desa Slamparejo di tahun 2017-2019 dapat teralisasi sesuai dengan target yang sudah ditetapkan. (2) target capaian Pajak Bumi dan Bangunan di Desa Slamparejo di tahun 2018 tidak dapat teralisasi sesuai dengan target yang sudah ditetapkan. (B) Faktor yang mempengaruhi capaian target Pajak Bumi dan Bangunan di Desa Slamparejo yaitu : (1) Sistem dan Prosedur Pembayaran PBB. (2) Jumlah Petugas Pemungut PBB. (3) Pengawasan Pemungutan PBB.(C) Kendala yang dihadapi dalam membayar PBB di Desa Slamparejo yaitu : (1) Rendah kesadaran wajib pajak dalam membayar PBB. (2) Tingkata Pengetahuan Yang Rendah. (3) Isu Pajak. (4) Kesalahan data SPPT. (5) SPPT tidak sampai wajib pajak. (D) Solusi kepatuhan wajib Pajak dalam membayar PBB. (1) Melakukan Sosialisasi. (2) Pendekatan langsung kepada wajib pajak. (3) Pemasangan Spanduk PBB. (4) Melakukan Tindakan Tegas. (5) Mengajukan Terkait SPP yang ada kesalahan. (6) Segera Menyampaikan SPPT Kepada WP. Kata Kunci : Evaluasi Kepatuhan , Wajib Pajak, Pajak Bumi dan Bangunan
Secondary Spontaneous Pneumothorax in Recurrent Pulmonary Tuberculosis: A Case Report Dhea Aprilia; Buti Ariani Ar Nur; Ulfahimayati Ulfahimayati
Medical and Health Journal Vol 5 No 2 (2026): February
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.mhj.2026.5.2.18042

Abstract

Background: Secondary spontaneous pneumothorax is a potentially life threatening complication that may occur in patients with underlying pulmonary diseases, including pulmonary tuberculosis. In recurrent pulmonary tuberculosis, residual lung damage such as cavitation, fibrosis, and bullae increases the risk of alveolar rupture, leading to pneumothorax. Objective: To describe the clinical presentation, diagnostic findings, management, and outcome of a patient with secondary spontaneous pneumothorax associated with recurrent pulmonary tuberculosis. Case Presentation: A 21 year old male with a history of pulmonary tuberculosis two years prior presented to the emergency department with sudden onset shortness of breath and pleuritic chest pain. Physical examination and chest radiography revealed an avascular radiolucent area in the right lung, consistent with pneumothorax. A rapid molecular sputum test was positive for Mycobacterium tuberculosis. A diagnosis of right sided secondary spontaneous pneumothorax due to recurrent pulmonary tuberculosis was established. The patient underwent needle decompression followed by the placement of a water sealed drainage (WSD) system. Anti tuberculosis therapy was reinitiated according to the national treatment protocol. Results: Follow up chest radiographs demonstrated progressive lung re expansion, accompanied by significant clinical improvement. The patient’s condition stabilized, and no further complications were observed during hospitalization. Conclusion: Secondary spontaneous pneumothorax in patients with recurrent pulmonary tuberculosis represents an emergency condition that requires rapid diagnosis and appropriate management. The combination of WSD insertion and anti tuberculosis therapy proved effective in promoting lung re-expansion and improving clinical outcomes. Heightened clinical awareness of this complication is essential to improve prognosis in patients with recurrent pulmonary tuberculosis.