Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Penerapan Pendekatan Supervisi Kolaboratif Untuk Meningkatkan Kompetensi Profesional Guru Di SD Negeri 9 Namang Kabupaten Bangka Tengah Sampirni Sampirni
SOCIAL PEDAGOGY: Journal of Social Science Education Vol 1 No 2 (2020): Social Pedagogy: Journal of Social Science Education
Publisher : Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan IAIN Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (173.85 KB) | DOI: 10.32332/social-pedagogy.v1i2.2689

Abstract

Guru merupakan ujung tombak keberhasilan pendidikan. Profesionalisme seorang guru terlihat dari kompetensinya sebagai seorang guru yang terdiri dari kompetensi pedagogik, profesional, kepribadian dan sosial. Efektivitas pelaksanaan kinerja profesional guru sangat bergantung pada kompetensi kepala sekolah dalam melaksanakan tugasnya diantaranya dalam melakukan supervisi akademik. Untuk melakukan supervisi akademik, kepala sekolah sebagai supervisor dan penanggung jawab kegiatan di sekolah harus mampu menyusun program, melaksanakan dan melakukan tindak lanjut supervisi akademik di sekolah yang dipimpinnya. Kompetensi supervisi akademik kepala sekolah terdiri dari 3 aspek yaitu kompetensi dalam menyusun program, melaksanakan, mengevaluasi dan menindaklanjuti temuan-temuan ketika melaksanakan supervisi akademiknya. Program supervisi akademik yang harus disusun oleh seorang kepala sekolah merupakan pedoman atau acuan dalam melaksanakan supervisi akademiknya. Selain itu, program supervisi akademik juga dapat mengembangkan kemampuan guru dalam mengelola pembelajaran secara efektif. Berdasarkan hasil refleksi diri yang telah dilakukan oleh peneliti sebagai kepala sekolah selama ini kepala sekolah melaksanakan tugas supervisi akademiknya dengan menerapkan pendekatan supervisi langsung secara individual, dengan cara mendatangai guru yang sedang bertugas, mengamati kinerjanya dan melakukan penilaian. Pendekatan supervisi individual ini tidak terlalu efektif untuk meningkatkan kompetensi guru dalam melaksanakan tugasnyayang berkaitan dengan kompetensi profesionalnya. Metode penelitian yang digunakan adalah metode metode penelitian tindakan sekolah (PTS) dengan model Kemmis dan Mc. Taggart yang merupakan model pengembangan dari model Kurt Lewin. Pada umumnya para peneliti mulai dari fase refleksi awal untuk melakukan studi pendahuluan sebagai dasar dalam merumuskan masalah penelitain. Selanjutnya diikuti perencanaan, tindakan, observasi dan refleksi.
UPAYA PENINGKATAN PENGUNJUNG PERPUSTAKAAN SD NEGERI 9 NAMANG KABUPATEN BANGKA TENGAH Sampirni Sampirni
SOCIAL PEDAGOGY: Journal of Social Science Education Vol 2 No 1 (2021): Social Pedagogy: Journal of Social Science Education
Publisher : Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan IAIN Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (150.07 KB) | DOI: 10.32332/social-pedagogy.v2i2.3519

Abstract

Upaya peningkatan mutu atau kualitas sumber daya manusia sangat diperlukan agar mampu bersaing di era globalisasi. Salah satu upaya yang dapat kita lakukan yaitu dengan memenuhi sarana dan prasarana untuk menunjang proses pembelajaran di sekolah yaitu dengan mendirikan perpustakaan sekolah. Perpustakaan sekolah berfungsi untuk memenuhi kebutuhan ilmu bagi siswa, masyarakat sekitar atau pengguna jasa perpustakaan yang membutuhkan suatu informasi mengenai ilmu pengetahuan ataupun hal-hal yang dibutuhkan oleh pengguna. Masalah yang dibahas dalam penelitian ini adalah apakah perpustakaan pada SD 9 Negeri 9 Namang sudah bisa dikatakan ideal dan apa saja upaya yang sudah dilakukan SD 9 Namang untuk meningkatkan pengunjung perpustakaan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus yang bersifat diskriptif. Penelitian ini menggunakan data primer yaitu data yang diperoleh secara langsung dari obyek penelitian dan data sekunder yaitu yang tidak secara langsung diperoleh dari obyek yang diteliti. Adapun data diperoleh dengan menggunakan teknik wawancara dan dokumentasi. Hasil dari penelitian yang dilakukan di SD Negeri 9 Namang yaitu perpustakaan SD 9 Namang sudah bisa dikatakan ideal. Hal ini terbukti dari beberapa pertanyaan yang diajukan hampir 75% memiliki jawaban positif untuk menunjukkan perpustakaan yang ideal. Selain itu Kepala sekolah SD 9 Negeri Namang juga selalu berupaya untuk meningkatkan jumlah pengunjung perpustakaan, baik dari segi varian koleksi buku yang didapatkan dari DAK buku maupun menyediakan anggaran untuk buku perpustakaan serta mengumpulkan buku sumbangan dari masyarakat/ wali siswa baik buku bekas ataupun baru. Interior dan sarana prasarana yang ada di dalam perpustakaan juga menjadi perhatian khusus kepala sekolah SD Negeri 9 Namang.