This Author published in this journals
All Journal Media Informasi
Umi Sugiyanti
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Peran pustakawan cerdas di Perguruan Tinggi dalam ikut membentuk masyarakat cerdas Umi Sugiyanti
Media Informasi Vol 29 No 2 (2020): Media Informasi
Publisher : Perpustakaan Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (6966.471 KB) | DOI: 10.22146/mi.v29i2.4116

Abstract

Pustakawan perguruan tinggi dituntut untuk lebih meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan wawasannya. Kegiatan untuk menambah pengetahuan dapat dilakukan dengan berbagai cara, seperti : banyak membaca-menulis, sering mengikuti seminar, workshop, call for papers, bergabung dalam grup diskusi sosial media, belajar secara mandiri melalui Internet, dan lain-lain. Pemustaka dalam suatu perguruan tinggi sebagian besar generasi milenial. Perilaku generasi milenial sekarang ini sudah memasuki era society 5.0 (Perilaku masyarakat super cerdas). Mereka menginginkan layanan yang cepat, praktis, dan efisien. Pustakawan harus mengikuti arus generasi masyarakat yang dilayaninya, agar layanan yang diberikan sesuai dengan keinginan pemustaka. Peran pustakawan cerdas untuk masyarakat perguruan tinggi dengan memberikan layanan yang relevan dengan generasi milenial salah satunya yaitu layanan digital library mobile. Pemustaka hanya dengan mengunduh aplikasi lewat Playstore, sudah dapat meminjam dan membaca ebook tanpa harus mendatangi perpustakaan. Kegiatan lain yang dilakukan yaitu pustakawan berkolaborasi dengan peneliti (dosen dan mahasiswa). Kegiatan ini dilakukan dengan memberikan tutorial literasi informasi di meja layanan, yaitu: memberikan teknik kepenulisan tugas akhir, cara menggunakan SPSS, Mendeley, Zotero, membantu cek plagiarisme, sosialisasi sumber-sumber informasi, menyediakan referensi yang relevan, memberikan rujukan jurnal, dan memberikan layanan informasi lainnya. Layanan ini dapat memperlancar proses belajar-mengajar dan meningkatkan kualitas hasil penelitian di perguruan tinggi. Peran pustakawan cerdas untuk masyarakat kampung dengan mendampingi dan mengajar anak-anak di saat Jam Belajar Masyarakat (Pukul 18.30-20.30). Kegiatan remaja dan Taman Pendidikan Al[1]Qur'an (TPA) digiatkan kembali. Taman baca masyarakat (TBM) didirikan untuk melengkapi kegiatan literasi di masyarakat. Masyarakat menjadi cerdas dalam berliterasi, sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan.
Mengaplikasikan teknologi holografi dan artificial intelligence (ai) di Perpustakaan digital Umi Sugiyanti
Media Informasi Vol 28 No 2 (2019): Media Informasi
Publisher : Perpustakaan Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (4023.316 KB) | DOI: 10.22146/mi.v28i2.4139

Abstract

Perpustakaan digital adalah salah satu inovasi di era Teknologi Informasi dan Komunikasi. Beberapa perpustakaan digital sudah menerapkan perpustakaan digital mobile. Perpustakaan digital yang mempunyai koleksi digital yang tersimpan dalam server dan dapat dibaca lewat peralatan komputer / desktop maupun mobile phone / gadget yang sudah terkoneksi Internet. Pemustaka bisa memanfaatkan perpustakaan digital di mana saja dan kapan saja, tidak terbatas ruang dan waktu. Dalam ekosistem digital dan society 5.0, perpustakaan terus berinovasi dengan memberi gambaran tentang perpustakaan digital masa depan. Perpustakaan digital mobile sekarang ini akan diintegrasikan dengan teknologi holografi dan Artificial Intelligence (AI) atau Kecerdasan Buatan. Teknologi holografi yang memancarkan cahaya berupa tokoh gambar atau video berbentuk manusia akan berinteraksi dengan pemustaka. Dengan menggunakan smart phone berbasis android , IOS dan komputer yang dilengkapi dengan teknologi holografi dan terhubung Internet, pemustaka sudah bisa mengakses perpustakaan digital di manapun dan kapanpun. Pemustaka akan dimanjakan dengan fitur-fitur yang interaktif di dalam perpustakaan digital tersebut. Buku yang mereka pinjam tidak harus mereka baca, tetapi bisa dibacakan oleh aplikasi dan animasi tokoh manusia dengan fasilitas hologram yg sudah dipadukan dengan AI. Berbasiskan teknologi holografi dan AI tidak hanya membacakan isi buku, tetapi bisa berinteraksi dan dapat melakukan tanya jawab dengan pemustaka, lewat suara dan gestur tubuh pemustaka.