Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Analisis Pengembangan Sumber Daya Manusia Dalam Upaya Meningkatkan Kualitas Kerja Untuk Menghadapi Persaingan Tenaga Kerja Asing Harits Hafiid; Yasin Sugiarto
Public Administration Journal (PAJ) Vol 4, No 1 (2020): Public Administration Journal
Publisher : Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (273.936 KB)

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan di Kementerian Ketenagakerjaan, yang bertujuan untuk mengetahui beberapa proses perencanaan pengembangan sumber daya manusia dan pelaksanaan pengembangan sumber daya manusia. Peneliti menggunakan pendekatan kualitatif dan metode deskriptif. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara dan studi dokumentasi. Sumber data dari penelitian ini yaitu Unit Kerja Badan Perencanaan dan Pengembangan, Bina Instruktur dan Tenaga Pelatihan, Bina Produktivitas, Bina Standarisasi Kompetensi dan Pelatihan Kerja, dan Bina Pengembangan Pasar Kerja. Perencanaan pengembangan sumber daya manusia di Kementerian Ketenagakerjaan dilakukan sesuai dengan kebutuhan organisasi dan disesuaikan dengan jenis pekerjaan yang ada. Banyak yang harus di persiapkan dalam perencanaan, terutama syarat untuk mengikuti pengembangan. Pelaksanaan pengembangan sumber daya manusia di Kementerian Ketenagakerjaan ada dua metode pengembangan yaitu metode di tempat kerja, dan metode di luar tempat kerja. Jenis pengembangan sumber daya manusia dilaksanakan secara formal dan nonformal. Formal melalui Beasiswa sedangkan nonformal melalui kegiatan diklat ataupun pelatihan kerja di BLK berbagai daerah.
Kebijakan Publik Menyangkut Pendidikan dan Kesetaraan Gender Harist Hafiid; Budi Harsono; Bibit Santoso
Public Administration Journal (PAJ) Vol 1, No 1 (2017): Public Administration Journal
Publisher : Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (6494.531 KB)

Abstract

Promoting gender equality is a major part of the development strategy in order to empower the community. Education has a role to play in providing an opportunity to rectify gender inequality. Gender mainstreaming in education is intended to ensure that policies, programs and educational activities provide opportunities and benefits the same for girls and boys. Education is very important for the empowerment of women. Education allows girls and boys participate in social life, economy, and politics. Achieve equality in learning opportunities and achievement of learning outcomes for men and women is a major challenge.
Analisis Budaya Organisasi Pada Kelurahan Joglo Kecamatan Kembangan Jakarta Barat Harits Hafiid
Public Administration Journal (PAJ) Vol 1, No 2 (2017): Public Administration Journal
Publisher : Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (193.241 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa Budaya Organisasi pada Kelurahan Joglo Kecamatan Kembangan Jakarta Barat. Teori yang digunakan yaitu teori budaya, teori organisasi dan teori budaya organisasi dalam menunjang penelitian ini.Fokus yang diteliti pertama, untuk mengetahui peranan pemimpin dalam implementasi Budaya Organisasi pada Kelurahan Joglo Kecamatan Kembangan Jakarta Barat. Kedua, untuk mengetahui faktor pendorong dan penghambat dalam implementasi Budaya Organisasi. Dalam implementasi atau penerapan budaya organisasi pemimpin melakukan proses sosialisasi yang dilakukan untuk meningkatkan pelayanan dan kinerja serta meningkatkan komitmen pegawai. Faktor pendorong yang sangat penting adalah SDM yang memadai dan ahli dibidang atau unit yang menjadi tugasnya, faktor penghambat pegawai mengetahui aturan-aturan yang ada, akan tetapi dalam tindakannya masih saja ada yang melanggar dari peraturan-peraturan yang sudah ditetapkan oleh pejabat yang berwenang.Penulis memberikan saran, pemimpin berkehendak atau tidak, untuk mengadakan perubahan atas organisasinya untuk berubah baik secara paksa maupun secara suka rela dan diharapkan sadar untuk melaksanakan tugasnya dengan baik. pemimpin butuh pendekatan secara personal kepada pegawai untuk memberikan motivasi bekerja terhadap pegawai dan ketegasan pemimpin dalam mengambil sikap bila ada pegawai yang melanggar peraturan, agar tidak diikuti oleh pegawai lain.