Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Spektrum Ruang Komunal sebagai Wadah Interaksi Sosial bagi Penghuni pada Rumah Susun Sederhana Sewa di Jakarta Ilman Basthian Sucipto
Jurnal Lingkungan Binaan Indonesia Vol. 10 No. 3 (2021): JLBI
Publisher : Ikatan Peneliti Lingkungan Binaan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (767.188 KB) | DOI: 10.32315/jlbi.v10i03.53

Abstract

Rusunawa sebagai permukiman “kampung vertikal”, berupaya memenuhi persyaratan minimal seperti “rumah tapak”, yaitu sebagai tempat tinggal dan tempat bermukim, yang diharapkan juga dapat menjadi wadah sosialisasi antar penghuni. Masalah sosial yang kerapkali muncul di rumah susun antara lain adalah kebiasaan-kebiasaan konvensional berupa pemanfaatan daerah publik yang dapat digunakan untuk pribadi maupun secara bersama-sama, yang jika tidak disertai sikap tenggang rasa, kerap memicu terjadinya konflik. Penghuni rusunawa perlu beradaptasi dalam hal perilaku sosial budaya agar dapat tercipta kesepakatan penggunaan ruang-ruang interaksi yang tersedia di rumah susun. Pertanyaan penelitian adalah pada pertimbangan desain yang perlu diperhatikan untuk pembentukan ruang-ruang komunal di rusunawa agar lebih optimal dalam mewadahi kebutuhan interaksi sosial para penghuni. Penelitian ini bertujuan untuk menemukan konsep desain dari ruang komunal pada rusunawa yang mampu mewadahi dan mendorong terciptanya interaksi sosial para penghuni sesuai karakteristik dan kebutuhan mereka akan ruang komunal yang ada sekarang ini. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif interpretatif. Deskriptif terkait dengan penyajian temuan data-data kualitatif agar mudah dipahami, kemudian dilakukan interpretasi untukmenemukan pemahaman baru. Hasil penelitian adalah konsep spektrum ruang komunal dalam hal menganalisis kebutuhan pengguna untuk kemudian diwujudkan dalam sintesis desain ruang komunal di tiap lantai unit hunian pada rusunawa secara optimal.
PENGARUH KONFIGURASI RUANG TERHADAP RASA AMAN PENGHUNI PADA RUSUNAWA PENJARINGAN JAKARTA UTARA Ilman Basthian Sucipto
AGORA:Jurnal Penelitian dan Karya Ilmiah Arsitektur Usakti Vol. 19 No. 1 (2021): SIRKULASI DAN RUANG BANGUNAN SERTA STRATEGI KAWASAN PERMUKIMAN
Publisher : Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (232.422 KB) | DOI: 10.25105/agora.v19i1.10055

Abstract

Rumah susun sederhana sewa (rusunawa) merupakan bangunan dengan fungsi hunian yang dirancang untuk Masayarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) yang dianggap rentan secara ekonomi sehingga memerlukan dukungan lebih dari pemerintah dalam hal pemenuhan kebutuhan pokok berupa tempat tinggal yang layak. Studi ini mengambil lokasi di Rusunawa Penjaringan, Jakarta Utara, dimana penghuni sering mengeluhkan tingginya frekuensi tindak kriminalitas, yang berdampak pada kondisi lingkungan hunian rusun yang tidak aman. sementara sebagai rusunawa MBR, Rusunawa Penjaringan tidak memiliki sistem keamanan menggunakan peralatan canggih seperti instalasi CCTV, dikarenakan alokasi biaya operasional pengelolaan yang sangat terbatas, sekedar mempekerjakan beberapa orang penjaga keamanan (petugas security) untuk keseluruhan blok yang ada. Penulisan ini bertujuan untuk menggali tentang proses terbentuknya persepsi rasa aman penghuni terhadap unit hunianya pada rusunawa dan menemukan faktor-faktor desain arsitektur yang berpengaruh terhadap rasa aman penghuni terhadap unit hunianya pada rusunawa, hingga dapat ditentukannya kriteria desain arsitektur yang optimal dalam perwujudan rasa aman penghuni terhadap unit hunianya pada rusunawa.  Adapun metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif interpretatif. Deskriptif terakit dengan penyajian temuan data-data kualitatif agar mudah dipahami, kemudian dilakukan interpretasi untuk menemukan pemahaman baru. Lebih lanjut, ditemukan bahwa diperlukan perbaikan terhadap konfigurasi elemen ruang dan jalur pergerakan terkait dengan keamanan dan diperlukan beberapa upaya yang untuk perbaikan kondisi keamanan pada Rusunawa Penjaringan.